
“Akhirnya .... mama dan papa akan datang ke Indonesia,” ucap Tiara benar-benar merasa sangat senang sekali, “setelah mama dan papa sampai ke Indonesia, aku akan mengatakan kepada mereka bahwa aku memiliki perasaan terhadap Alam. Dan .... semoga saja mama dan papa bisa mengerti perasaan ku lalu mengatakannya kepada kedua orang tua Alam!” ucap Tiara penuh dengan semangat sambil tersenyum penuh arti saat mengatakan semua itu.
*******
Sore harinya, setelah pulang dari kantor Suci langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri dan setelah itu Suci ingin sekali melihat rekaman CCTV untuk melihat siapa yang telah mengirimkan paket misterius itu kepada dirinya. Tapi sebelum itu terjadi .... Yucin terlebih dulu mengganggu dirinya dan memintanya untuk bermain bersama, sehingga Suci pun tidak bisa melihat rekaman CCTV itu, akhirnya dengan sedikit berat hati Suci pun menemani Yucin bermain.
“Yucin .... hari ini ibu sangat lelah, apa kita sudah bisa menyelesaikan permainan ini?” kata Suci kepada Yucin yang dari tadi sibuk mengajaknya bermain.
“Ah .... ibu ... kenapa ibu cepat sekali lelah? Tidak seperti biasanya ....!!” kata Yucin yang langsung memasang wajah cemberut.
“Iya nak, maaf kan ibu ya. Hari ini banyak sekali pekerjaan ibu, mungkin itu yang menyebabkan ibu cepat lelah!” jawab Suci sambil mengulas senyuman.
“huftt .... menyebalkan sekali!!” Yucin mengambek kepada Suci.
“Ya sudah .... kalau begitu ibu istirahat saja sana!!” ucap Yucin lagi masih dengan nada merajuk.
“Yucin sayang ....!!” Suci berusaha untuk membuat Yucin tidak merajuk lagi, tapi Yucin tetap saja merajuk, hingga akhirnya pengasuh Yucin pun datang menghampiri mereka dan mengajak Yucin untuk bermain.
Suci pun kembali ke kamarnya, dan dia langsung melanjutkan keinginannya yang tertunda tadi.
*******
Di hotel tempat penginapan Alam.
“Ternyata Suci telah hilang ingatan setelah kejadian itu, pantas saja dia tidak mengenal diriku dan dia seperti orang yang berbeda!”
“Andai saja jika waktu itu aku tidak mengikuti dirinya, aku tidak akan tahu apa yang terjadi!” gerutu Alam seorang diri.
FLASHBACK BEBERAPA HARI YANG LALU.
Waktu itu setelah pertemuan Alam dan Suci di hotel, di pagi hari. Alam ingin sekali bertemu dengan Suci dan dia ingin sekali mengutarakan isi hatinya yang selama beberapa tahun ini dia pendam, maka dari itu disaat sore hari Alam memberanikan diri untuk datang ke perusahaan Suci. Tapi disaat dia tiba di perusahaan Ardani, Alam melihat Suci pergi meninggalkan kantor menggunakan mobilnya.
“Aku harus mengikuti Suci, aku harus tahu selama ini bagaimana kehidupannya?!!” gerutu Alam dan dia pun langsung melajukan mobilnya lagi untuk membuntuti Suci dari belakang.
Beberapa menit kemudian, Suci pun telah sampai di tempat tujuan, yaitu di rumah sakit dimana dia mengadakan perjanjian dengan dokter Sharma tadi pagi.
“Rumah sakit ....? Kenapa Suci pergi ke rumah sakit?” Alam merasa sangat heran.
__ADS_1
“Apa jangan-jangan Suci sedang sakit?” raut wajah Alam terlihat sangat khawatir, dia pun segera memarkirkan mobilnya dan langsung menyusul Suci dengan langkah tergesa-gesa.
Saat Alam sudah ingin mendekati Suci, Alam pun menghentikan langkahnya karena dia melihat Suci masuk keruangan pribadi dokter Sharma, dia pun semakin curiga dan heran. Akhirnya Alam pun menunggu di luar ruangan dokter Sharma sampai Suci keluar.
Suci sudah ada di ruangan dokter Sharma selama satu jam, tapi dia belum keluar juga sehingga membuat Alam semakin penasaran dan curiga dengan apa yang dibahas oleh kedua orang itu.
“Kenapa Suci lama sekali di dalam?” gerutu Alam.
Alam pun semakin gemas karena Suci tidak keluar-keluar dari dalam ruangan dokter Sharma, akhirnya dia pun berniat untuk menerobos ke dalam, namun saat ingin masuk dia melihat knop pintu itu berputar dan dia pun membalikkan badannya dan berpura-pura memainkan ponselnya agar tidak ketahuan.
Setelah di yakini Suci telah pergi dari tempat itu, Alam pun langsung menerobos masuk ke ruangan dokter Sharma.
“Selamat sore dokter!” sapa Alam.
“Iya selamat sore!” balas dokter Sharma sambil menatap Alam heran.
“Ada yang perlu saya bantu, tuan?” tanya dokter Sharma.
“Dokter, apa aku boleh tau wanita yang baru keluar tadi—”
“Dia adalah pasien ku, apa anda perlu dengannya?” tanya dokter Sharma memotong pembicaraan Alam.
“Maaf, tapi kondisi pasien adalah rahasia kami. Sebagai dokter saya tidak bisa memberikan sembarang informasi tentang pasien kepada siapa pun!!” ucap dokter Sharma dengan nada tegas.
“Apa anda juga tidak akan memberi tahu informasi tentang kondisi Suci kepada keluarganya, dok?!” kata Alam tidak kalah tegas dari dokter Sharma.
“Tidak tentu. Tapi .... darimana kau bisa tahu nama pasien ku?” tanya dokter Sharma menjadi heran.
“Itu karena dia adalah istri ku!” jawab Alam dengan mantap.
“Istri ....? Tapi beberapa bulan yang lalu aku mengenal suami dari pasien ku, dan orang itu bukanlah anda!” kata dokter Sharma lagi semakin bingung.
Alam pun langsung terkejut dengan perkataan dari dokter Sharma, dia merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh dokter Sharma.
‘Apa maksudnya? Apa Suci sudah memiliki keluarga baru di sini? Tapi apa yang sebenarnya terjadi?’ batin Alam merasa sangat heran.
Alam pun mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sesuatu kepada dokter Sharma.
__ADS_1
“Aku adalah keluarganya dokter, jika anda tidak percaya, anda bisa melihat foto-foto ini!!” ucap Alam sambil menunjukkan foto dirinya bersama Suci saat sedang mengadakan foto keluarga beberapa tahun yang lalu.
Dokter Sharma mulai percaya dengan apa yang dikatakan oleh Alam setelah melihat beberapa foto yang ditunjukkan oleh Alam. Akhirnya mau tidak mau dokter Sharma pun menceritakan kondisi Suci yang sebenarnya kepada Alam, walaupun dokter Sharma sendiri sudah terikat janji dengan Suci untuk tidak mengatakannya kepada siapapun, tapi entah kenapa dia merasa tidak enak hati melihat Alam yang terus memohon untuk mengatakan kondisi Suci yang sebenarnya.
“Apa .... jadi Suci .....??!!” Alam benar-benar shock setelah mendengar semua cerita tentang kondisi Suci.
Dia merasa sangat sedih dan langsung merasa frustasi tentang apa yang telah menimpa Suci, dia pun kembali teringat perkataan Wulan tiga tahun lalu saat Suci hilang di sungai. Dan Alam pun mulai merutuki dirinya sendiri, andai saja dulu dia menganggap Suci, Wulan tidak akan membawanya pergi dan Suci tidak akan menjadi seperti sekarang ini.
Namun sesaat kemudian Alam teringat satu hal tentang perkataan dokter Sharma.
“Dokter, tadi kau sempat mengatakan, bahwa kau pernah bertemu dengan suami Suci. Apa kau tahu siapa suaminya? Atau .... atau kau tahu siapa nama suaminya?” tanya Alam dengan nada penuh paksaan.
“Tentu saja tuan. Suami dari Suci adalah pemilik perusahaan besar di Bali, namanya adalah Zirai Hatake!” jawab dokter Sharma.
“Zirai Hatake .....??!!” Alam merasa sangat terkejut dan dia merasa tidak asing dengan nama itu.
“Kenapa namanya hampir sama dengan Mirai?” gumam Alam.
“Emm .... apa anda mempunyai potret pria bernama Zirai itu?” tanya Alam lagi kepada dokter Sharma.
“Tidak tuan .... tapi jika anda penasaran, anda bisa browsing, karena perusahaan milik suami Suci itu sangat terkenal di Bali. Jadi sudah pasti di media sosial anda akan menemukan potret dari pria bernama Zirai itu!!” kata dokter Sharma lagi kepada Alam.
“Baiklah dokter, kalau begitu terima kasih, dan aku akan segera pergi!!” setelah mengatakan hal itu Alam pun langsung pergi dari ruangan dokter Sharma, sehingga dokter Sharma pun tersenyum heran dengan sikap Alam itu.
FLASH BACK OFF.
Alam sangat terkejut bukan main dengan apa yang dia lihat di layar laptopnya saat ini.
“Mirai ....??!!” gumam Alam ketika melihat potret pemilik perusahaan besar di pulau Bali, yaitu Zirai yang dia anggap adalah Mirai.
•
•
•
•
__ADS_1
•