
“Tuan Alam ....?” Ryu terkejut dengan kedatangan Alam yang tiba-tiba di kantor tempat dirinya bekerja.
“Maaf, tuan Alam. Apa anda ingin menemui tuan Mirai?” tanya Ryu kepada Alam.
Alam tidak menghiraukan pertanyaan dari Ryu, dia langsung berlalu dan masuk ke ruangan Mirai tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ryu sangat tidak sempat menghentikan Alam untuk masuk keruangan atasannya itu.
Mirai yang ada di ruangannya dan masih sibuk bekerja tentu saja terkejut ketika seseorang membuka pintu ruangannya dengan cara kasar seperti yang dilakukan oleh Alam.
“Alam ..... sedang apa kau disini? Lalu kenapa kau masuk dengan cara tidak sopan ke ruangan ku?” kata Mirai merasa heran sekaligus geram dengan tindakan Alam.
Tanpa menjawab ataupun mendengar pertanyaan dari Mirai, Alam yang sudah sangat tersulut emosi langsung mendekati Mirai dan meninju wajah Mirai dengan sangat keras.
BUGHHH......
Mirai yang mendapat perlakuan tidak terduga dari Alam merasa sangat terkejut bukan main.
“Apa yang kau lakukan Alam? Kenapa kau memukul ku?” tanya Mirai dengan nada tidak terima.
“Dasar ba**ngan .... berani sekali kau menodai istriku? Bugh...” kata Alam dengan nada yang sangat marah, lalu dia meninju wajah Mirai lagi.
Mirai yang tidak mengerti dengan perkataan Alam, dia sangat tidak terima dirinya dipukul seperti itu oleh Alam.
BUGHHH.....
Mirai membalas pukulan Alam dengan sangat keras di bagian perutnya.
“Apa yang kau katakan? Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?” geram Mirai.
“Kau benar-benar ba**ngan ..... kau hampir saja merusak dan menodai istriku, tapi kau tidak mau mengakuinya ....!!” bentak Alam dengan emosi yang tidak bisa terbendung.
“Jaga bicara mu Alam ....!! Jangan sampai kau kelewatan dengan perkataan mu itu ....!!” kata Mirai yang mulai tersulut emosi.
“Aku akui, aku memang mengatakan kepada mu bahwa dia adalah kekasih ku, tapi aku tidak pernah melakukan hal yang kau tuduhkan itu ....!!” bentak Mirai lagi kepada Alam, karena dia benar-benar tidak terima dituduh melakukan hal yang memalukan kepada orang yang sangat dicintainya itu.
BUGHHH.....
Alam kembali memukul Mirai, karena dia masih sangat marah kepada Mirai.
“Tidak ada seorang ba**ngan yang mengakui perbuatannya. Seorang ba**ngan seperti mu lebih pantas dihakimi ...!!” geram Alam, dan dia kembali memukul Mirai lagi.
Mirai pun tidak terima dengan tuduhan sangat tidak berdasar yang dikatakan oleh Alam, dia pun berusaha membela diri dan membalas pukulan Alam. Hingga akhirnya terjadi pertengkaran sengit diantara mereka berdua.
__ADS_1
Ryu yang mendengar suara pertengkaran itu dari meja kerjanya langsung masuk keruangan atasannya dan mencoba memisahkan Alam dan Mirai yang sedang bertengkar hebat.
Alam dan Mirai akhirnya telah dileraikan oleh Ryu dan dua petugas keamanan yang kebetulan lewat di lantai itu.
Alam menatap Mirai dengan tatapan membunuh dan berkata. “Kau .... aku tidak akan membiarkan mu mendekati istri ku lagi. Aku akan membawa tindakan mu ini ke jalur hukum!” kata Alam dengan nada tegas dan kesal, lalu setelah itu dia pergi dari tempat itu dengan emosi yang masih berapi-api.
Di dalam kantornya, Mirai masih terlihat sangat marah akibat tuduhan tak berdasar yang dituduhkan oleh Alam, dia benar-benar kesal sekali sehingga dia memukul meja kerjanya dengan sangat keras sekali.
“Ryu, segera cari tahu. Kenapa pria itu menuduhku seperti itu?” perintah Mirai dengan sangat marah kepada sekertarisnya.
Ryu menganggukkan kepalanya dan langsung mencari informasi apa yang menyebabkan atasannya dituduh seperti itu oleh mantan partner kerja sama perusahaan mereka.
******
Alam melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sekaligus masih penuh amanah, rasanya dia ingin sekali cepat sampai dirumah dan melihat wajah Suci lalu meminta maaf kepadanya karena telah salah paham kepada dirinya dan atas sikapnya belakang ini yang sangat dingin.
**
Alam pun telah tiba dirumah dan dia langsung masuk ke rumah dengan langkah yang sangat tergesa-gesa.
“Suci ..... suci .... suc ....!!” Alam memanggil nama Suci dengan suara keras.
“Kenapa Suci tidak mendengar panggilan ku? Tidak seperti biasanya?” gerutu Alam merasa ada yang aneh.
“Mami .... bi Ayu ....!!” Alam memanggil Wulan dan bi Ayu.
Bi Ayu yang mendengar panggilan dari Alam pun langsung keluar dari kamarnya dan menghampiri majikannya itu.
“Iya tuan Al, ada bisa saya bantu?” tanya bi Ayu dengan nada penasaran.
“Bi, dari tadi aku panggil Suci, kok ... dia gak keliatan ya?” tanya Alam sambil melihat sekeliling.
“Oh .... Nyonya Wulan sama nona Suci sedang pergi, tuan!” kata bi Ayu.
“Pergi ....? Pergi kemana bi? Ini udah hampir larut malam loh.” Kata Alam dengan nada sangat penasaran.
“Saya kurang tau, tuan!” jawab bi Ayu.
Alam pun berdecak kesal dan dia pun langsung mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menelpon nomor Suci, tapi sialnya panggilan Alam tidak diangkat oleh Suci. Alam merasa geram dan ada rasa gelisah di dalam hatinya.
“Kenapa Suci tidak mengangkat panggilan ku?” gumam Alam merasa gelisah.
__ADS_1
“Bi ayu beneran gak tau mami sama Suci pergi kemana?” tanya Alam sekali lagi.
“Beneran tuan, saya gak tau mereka pergi kemana!” jawab bi Ayu jujur.
“Ah .... mereka itu pergi kemana sih?” geram Alam sambil berdecak kesal.
Alam pun mencoba menghubungi nomor Suci lagi, dan Suci tetap tidak mengangkat panggilannya itu. Akhirnya Alam pun mencoba menghubungi nomor Wulan dan sialnya juga ponsel Wulan sedang berada di panggilan lain.
******
Satu setengah jam kemudian di tempat lain.
“Pak, sudah ketemu belum menantu saya?” tanya Ilham dengan sangat panik kepada petugas kepolisian.
“Maaf pak, kami masih berusaha untuk mencari!” jawab petugas kepolisian.
“Papi .... ini semua salah mami!!” kata Wulan dengan menangis tersedu-sedu.
“Pak, bu. Saya dengan anak buah saya akan melanjutkan pencarian sebelum malam semakin larut!” kata petugas polisi lagi.
“Iya baiklah, tolong bantu kami ya pak!” kata Ilham dengan penuh permohonan.
Polisi itu pun langsung mengangguk dan melanjutkan pencarian mereka.
“Pi, ini semua salah mami, pi. Andai saja mami gak bawa Suci ke perkampungan ini, Suci gak mungkin bisa hanyut di sungai ini!” kata Wulan merasa sangat bersalah.
“Udah mam, sekarang bukan waktunya menyalahkan diri. Sekarang ini waktunya kita berpikir apa jawaban yang akan kita beri kepada anak kita jika dia telpon nanti!” kata Ilham kepada istrinya itu.
Wulan pun langsung terperanjat dengan perkataan suaminya itu, dan dia langsung mengecek ponsel milik Suci yang dia simpan di dalam tasnya dalam mode silent.
Betapa terkejutnya Wulan ketika di ponsel Suci terdapat banyak panggilan tak terjawab dari Alam, begitu pula saat Wulan mengecek ponselnya.
•
•
•
•
•
__ADS_1