
Di sudut lain, Zirai memikirkan bagaimana caranya agar ingatan Suci tidak kembali untuk selamanya.
**********
Keesokan harinya, Suci sudah bersiap-siap untuk pergi ke kantor, dimana kegiatan itu sudah menjadi kebiasaannya untuk dirinya sendiri selama tiga tahun belakangan ini. Begitu pula dengan Zirai, dia juga sudah hampir siap untuk pergi ke perusahaannya.
“Suci .... kau sudah siap?” tanya Zirai saat mengunjungi meja makan untuk sarapan.
“Aku sudah siap dari tadi!” jawab Suci tanpa memandang Zirai.
“Kalau begitu, nanti kita berangkat bersama saja!” ucap Zirai sambil duduk di kursi tempat biasanya dia duduk.
“Tidak usah Zirai. Pagi ini aku ada pertemuan dengan klien sebelum aku ke kantor, jadi aku ingin langsung pergi ke sana!” kata Suci dengan nada ramah.
“Oh ....” ucap Zirai singkat.
“Ya sudah, kalau begitu aku langsung berangkat!” sambung Suci lagi kepada Zirai sambil meraih tasnya.
“Ya baiklah, hati-hati di jalan ya!” ucap Zirai.
Suci menanggapi perkataan dari Zirai hanya dengan anggukan kecil dan setelah itu dia pergi dari sana. Sedangkan Zirai masih memandang Suci yang hampir lenyap dari pandangannya itu.
*******
Di tempat lain yaitu suatu restoran di hotel pulau Bali.
“Al, sampai kapan kau akan terus mencari dirinya? Ini sudah tiga tahun, Al ...!!” kata Tiara dengan nada geram kepada Alam, karena Alam masih saja terus mencari Suci.
“Dia itu istri ku, Ra. Hati ku mengatakan bahwa dia masih hidup, dan hati juga mengatakan bahwa Suci sedang membutuhkan bantuan ku!” kata Alam dengan nada yang sangat merindukan Suci dan terasa sangat menyakiti hati Tiara.
__ADS_1
“Ya tuhan ..... Al. Apa kau lupa? Dua tahun lalu kau bilang kepada ku bahwa pernikahan mu dan Suci hanya karena untuk memenuhi syarat dari kedua orang tua mu. Tapi kenapa kau ..... kenapa sekarang kau berubah total seperti ini, Al?” kata Tiara merasa sangat kesal sekali dengan perkataan Alam tadi.
Alam yang mendapat nada perkataan seperti itu dari Tiara langsung menatap Tiara dengan penuh selidik, dia sepertinya mengetahui ada niat dibalik perkataan Tiara itu.
“Kenapa kau menatap diriku seperti itu?” tanya Tiara merasa sangat heran.
“Apa maksud dari perkataan mu tadi Tiara?” tanya alam penuh selidik.
“Apa ... memangnya aku berkata apa ...?” tanya Tiara dengan penuh heran.
Belum sempat Alam menjawab pertanyaan dari Tiara, terlihat sosok Yani yaitu sekertaris Suci telah datang dan berjalan menghampiri meja mereka.
“Sekertaris Yani sudah datang!” ucap Alam sambil berdiri untuk menyambut Yani.
Tiara pun menengok ke belakang dan melihat sekertaris Yani, dia pun segera berdiri untuk ikut menyambut kedatangannya.
“Selamat pagi sekertaris Yani!!” sambut Alam sambil tersenyum.
“Kau datang kemari sendiri, sekertaris Yani?” tanya Tiara kepada Yani dengan nada ramah.
“Direktur Ardani masih dalam perjalanan, mungkin .... sebentar lagi dia akan sampai!” jawab Yani sambil mengulas sedikit senyuman.
“Baiklah ... kalau begitu mari silahkan duduk!!” ucap Alam mempersilahkan Yani.
Yani pun langsung duduk di kursi yang kosong dan setelah itu Tiara memanggil pelayan untuk memesan kopi dan beberapa makanan kecil.
Suci pun telah sampai di lokasi yang telah diberitahukan oleh sekertarisnya itu, dia pun langsung turun dari mobil setelah sopir pribadinya membukakan pintu mobil.
“Pak Sapto, bapak boleh tinggalkan saya aja. Soalnya saya bakal lama disini!” kata Suci kepada sopir pribadinya itu.
__ADS_1
“Tidak apa-apa nak Suci, bapak tunggu saja sampai nak Suci selesai!” kata sopir pribadi Suci.
“Oh ... ya sudah kalau itu mau bapak!” ucap Suci sambil tersenyum, “ini .... pak Sapto beli sarapan dulu aja!” ucap Suci lagi sambil memberikan tiga lembar uang seratus ribu.
“Banyak amat nak ...!!” ujar pak Sapto agak terkejut.
“Sudah tidak apa-apa!!” ucap Suci sambil menaruh uang ditangan pak Sapto dengan paksaan.
“Ya sudah, saya masuk dulu ya pak!!” ujar Suci lagi sambil tersenyum.
“Ya nak, makasih ya nak!!” ujar pak Sapto lagi kepada Suci.
Suci pun hanya mengulas senyuman kepada pak Sapto dan setelah itu dia langsung masuk ke hotel dan menuju restoran.
“Ya Allah, kamu baik sekali nak Suci ...!!” ucap pak Sapto seorang diri dengan penuh kekaguman akan kebaikan Suci.
Memang Suci selalu bersikap baik kepada semua para pelayan yang bekerja di mansion mewah yang ditinggalinya. Oleh karena itu banyak sekali para pelayan yang senang dan baik kepada Suci.
•
•
•
•
•
*****Sorry ya guys, update nya sedikit dulu. soalnya lagi sibuk banget, jadi agak buyar pikirannya.
__ADS_1
Tapi kalo udah agak renggang kesibukannya, bakal up panjang kok.
makasih ya yang udah bisa pengertian dan selalu setia untuk membaca*****.