
“CUKUP....!!!” tukas Suci dengan nada tinggi, sehingga semua yang ada diruangan itu terkejut dan menatap dirinya.
“Jika aku tau itu adalah kau, aku tidak akan datang kemari.” Kata Suci penuh emosi kepada Mirai.
Vivi, Alam dan Tiara tidak mengerti ada masalah apa diantara mereka, tapi yang jelas ini pertama kalinya bagi Vivi dan Alam melihat Suci yang penuh emosi.
“Vi, ayo kita pergi dari sini!” kata Suci penuh emosi, lalu dia menarik tangan Vivi dan keluar dari ruangan itu.
Setelah kepergian Vivi dan Suci, suasana diruang makan VVIP itu jadi terasa sangat canggung dan sunyi tidak ada pembicaraan dari mereka berempat.
Alam bertanya-tanya kepada dirinya, kenapa Mirai bisa mengenal Suci? Dan... kenapa Suci sangat marah sekali kepada Mirai, ada hubungan apa diantara mereka? Rahasia apa yang disembunyikan oleh Suci?
Alam mempunyai banyak pertanyaan di dalam dirinya mengenai kejadian barusan.
“Tuan Adiwiyata, nona Tiara. Saya minta maaf atas kejadian barusan!” Mirai memecah kecanggungan diantara mereka.
“Tidak apa-apa tuan Hatake.” Kata Tiara, dia tidak mempermasalahkan kejadian barusan.
Di perjalanan pulang, Suci merasa sangat kesal sekali, emosinya belum juga reda setelah bertemu dengan Mirai. Vivi yang mengendarai mobilnya jadi merinding karena hawa didalam mobilnya jadi menyeramkan karena Suci. Vivi ingin sekali mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan Suci bersama orang yang bernama Mirai itu, tapi Vivi memilih diam karena waktunya tidak tepat untuk dirinya kepo.
“Suc, lo mau gw anterin kemana nih?” Vivi bertanya dengan nada ragu sambil terus memandang jalanan.
“Jalan perumahan dahlia.” Jawab Suci singkat, Vivi agak terkejut dengan jawaban Suci, setahunya jalan perumahan dahlia adalah perumahan orang-orang elit. Vivi ingin sekali bertanya tapi Vivi mengurungkan niatnya lagi dan langsung melajukan mobilnya ke jalan yang Suci sebutkan tadi.
****
Malam harinya, seperti biasanya Suci menyiapkan makan malam untuk dirinya dan juga suaminya. Beberapa minggu ini Alam sudah sedikit berubah kepada dirinya, dulu Alam tidak akan menyentuh masakan yang Suci buat, tapi belakangan ini Alam selalu meminta Suci untuk menyiapkan makanan untuknya.
Suara mobil memasuki halaman rumah pun terdengar di telinga Suci, Suci tersenyum senang karena dia yakin itu mobil suaminya, dia pun langsung pergi untuk menyambut kepulangan suaminya.
“Kak Al, kau sud--” Perkataan Suci terhenti karena ternganga ketika melihat Alam tidak pulang seorang diri.
“Loh... kau ini bukannya wanita tadi yang hampir bertengkar dengan tuan Hatake, bukan?” kata orang yang datang bersama Alam, orang itu tidak lain adalah Tiara.
Suci tidak langsung menjawab pertanyaan dari Tiara, melainkan pandangannya tertuju kepada tangan Tiara yang merangkul Alam.
“Kak Al... kak Alam kenapa mba?” tanya Suci merasa khawatir ketika melihat Alam seperti tidak sadarkan diri.
__ADS_1
“Oh... ini, Alam sempat minum-minum. Saya tidak tahu apa penyebabnya, tapi setelah berbincang dengan klien tadi siang dia tidak kembali ke kantor!” kata Tiara menjelaskan.
“Apa.... minum-minum?” Suci terkejut dengan penjelasan Tiara.
“Ya udah mba, kalo gitu bantu saya bawa masuk kak Al ya?”
“Ya udah.”
Suci dan Tiara bersama-sama menopang Alam untuk membawanya masuk dan menidurkannya di sofa ruang keluarga.
“Aku akan mengambil air dulu.” Kata Suci sambil melangkah menuju dapur untuk mengambil air putih untuk Alam.
Tiara hanya menganggukkan kepalanya sambil memandang Suci dengan penuh tanda tanya, lalu setelah itu dia menatap Alam dengan tatapan sendu.
Tiara menatap Alam yang tidak sadarkan diri dengan tatapan yang penuh mendamba, tangannya perlahan mengarah ke wajah tampan Alam, dia ingin sekali membelai wajah pria idamannya itu.
Suci kembali dari dapur dengan membawa segelas air putih, seketika langkahnya terhenti ketika matanya menangkap pandangan yang sangat mengganggunya. Suci mendapati Tiara yang mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya.
“Ehem...” Suci berpura-pura berdeham sehingga Tiara terkejut dan menjauhkan dirinya dari Alam.
“Kau ini sekertaris kak Alam ya?” tanya Suci dengan nada agak ketus.
“Iya benar, aku sekertaris Alam!” kata Tiara mengulas senyuman.
“Perkenalkan nama ku Tiara. Aku sekertaris Alam dan juga teman masa kecilnya!” kata Tiara sambil mengeluarkan tangannya kepada Suci.
Suci terkejut dengan perkenalan Tiara. Ternyata wanita yang ada dihadapannya ini adalah sekertaris sekaligus teman masa kecil suaminya.
“Kau siapa? Kenapa kau ada dirumah Alam? Kau ini teman dari tuan Hatake bukan?” tanya Tiara menatap Suci dengan tatapan penasaran.
“Emm... a-a-aku, ak--”
“Eemm...” Alam hampir tersadar sehingga Suci dan Tiara bersamaan mendekati dirinya.
“Al, lo udah sadar?” tanya Tiara dengan begitu perhatian kepada Alam.
Alam pun mengerjapkan matanya dan mencoba mendudukkan tubuhnya, Suci berniat membantu Alam tapi niatnya dia urungkan karena Tiara lebih dulu membantu suaminya. Suci merasa sangat terbebani dengan sikap Tiara kepada Alam, tapi dia berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa hubungan antara Tiara dan Alam hanya sebatas sekertaris kepada atasannya saja.
__ADS_1
“Al, lo udah agak mendingan?” tanya Tiara lagi penuh perhatian sambil memberikan segelas air yang disediakan oleh Suci.
“Ra, lo kenapa ada disini?” tanya Alam penuh heran.
“Tadi lo sempat minum-minum sampe gak sadarkan diri, jadi gw bawa lo pulang!” kata Tiara dengan lembut.
“Oh...” singkat Alam, dan seketika pandangannya tertuju kepada Suci yang berdiri agak jauh dari dirinya dan Tiara.
Alam menyadari raut wajah Suci yang terlihat terbebani dengan sikap Tiara kepada dirinya.
“Suc, tolong ambilin aku minum dong!” pinta Alam dengan nada lembut kepada Suci.
“Loh... Al, ini kan gw lagi kasih minum ke lo.” Kata Tiara dengan nada heran sekali, jelas-jelas dia sedang memberi minum kepada Alam.
Suci tidak langsung pergi karena dia juga merasa heran dengan permintaan suaminya.
“Suci...” ucap Alam lagi sambil menatap tajam Suci karena dia belum pergi juga untuk mengambil air untuknya.
“I-iya, aku ambilkan dulu!” Suci pun langsung menuju dapur untuk kembali mengambil segelas air.
Tiara masih merasa heran kenapa Alam meminta Suci untuk mengambil air, padahal jelas-jelas dari tadi dia sudah menyodorkan segelas air kepada Alam. Suci pun telah kembali dari dapur, dia langsung memberikan segelas air itu kepada Alam. Alam menerima air itu dan langsung meminum isinya sampai habis.
Kejadian itu membuat Tiara curiga dan kesal kepada Suci, dalam hatinya bertanya siapa sebenarnya Suci itu?
“Ra, makasih ya lo udah bawa gw pulang.” Kata Alam dengan nada biasa saja.
“Sama-sama Al, lagi pula kita inikan teman dari kecil!” kata Tiara sambil tersenyum.
.
.
.
.
.
__ADS_1