Pengantin Bayaran

Pengantin Bayaran
Bab 46


__ADS_3

Alam pun mengangguk dan mereka langsung menuju ke tempat dimana pasukan tim SAR menemui seseorang yang hanyut di tepi sungai itu.


Mereka pun telah sampai di lokasi, Alam langsung melihat seseorang yang mereka temukan itu.


“Bukan .... ini bukan istri ku ....” kata Alam ketika melihat wajah korban.


“Benar pak, dia bukan menantu kami ....!!” sambung Ilham kepada petugas itu lagi.


“Pak .... tolong temukan menantu saya ya pak!!” pinta Wulan dengan penuh permohonan.


Petugas tim SAR itu pun mengangguk dan menyuruh pasukannya untuk melanjutkan pencarian kembali.


*****


“Pak ... kami menemukan sesuatu di dalam sungai tadi!” kata salah satu petugas pencari kepada ketuanya.


“Menemukan apa?” tanya Alam sambil menghampiri petugas dengan rasa sangat penasaran.


“Kami menemukan beberapa perhiasan di tepi dasar sungai!” kata petugas itu sambil menyerahkan barang penemuan mereka.


Alam pun langsung mengambil barang itu secara paksa dan segera meneliti apakah barang itu milik Suci atau bukan.


Wulan dan Ilham pun mendekati Alam yang akan melihat barang yang ditemukan oleh tim SAR. Wulan sangat tidak sabaran untuk melihat barang-barang itu, dia pun menyuruh Alam untuk segera melihatnya.


Seketika Wulan terkejut ketika melihat beberapa perhiasan itu, dia ingat sekali gelang dan anting-anting yang sedang dipegang oleh Alam saat ini adalah perhiasan yang dikenakan Suci saat dia hanyut.


“Itu ..... itu ....”


“Mam, mami kenal dengan perhiasan ini?” kata Alam sambil menautkan kedua alisnya.


“Itu .... itu adalah gelang dan anting yang digunakan oleh Suci saat kami pergi!” jawab Wulan dengan suara yang terdengar lemas.


“Mam, mami yakin ini milik Suci?” tanya Alam lagi tidak percaya.


“Mami sangat yakin, itu .... itu benar-benar milik Suci, Al!” Wulan menyakinkan putranya.

__ADS_1


Alam semakin khawatir ketika mendapat peryataan Wulan bahwa perhiasan yang ditemukan tim SAR adalah milik Suci.


“Pak tolong cari istri saya dengan benar .... saya yakin .... saya yakin istri saya masih ada di sungai ini, dan dia butuh bantuan ....!!” kata Alam sangat emosional, dia meminta kepada tim SAR untuk melanjutkan pencarian agar bisa menemukan Suci.


Petugas tim SAR itu pun mengangguk dan mereka melanjutkan pencarian.


****


Hari pun sudah semakin sore, tapi Alam dan kedua orang tuanya belum juga mendapatkan kabar dari para petugas tim SAR. Alam yang sudah seharian menunggu kabar dari tim SAR tapi tidak kunjung ada juga, dia menjadi sangat tidak sabar. Alam pun semakin panik dan cemas, dia pun kembali menuju ke lokasi kejadian untuk meminta informasi lebih lanjut.


***********


Tiga hari pun telah berlalu, tapi Suci belum juga ditemukan oleh tim SAR. Tim SAR pun akhirnya menyimpulkan bahwa Suci sudah tidak selamat, karena bagi pasukan tim SAR mustahil Suci masih hidup, apalagi belakangan ini kondisi air di sungai tempat Suci hanyut arusnya cukup deras.


Alam yang mendengar kesimpulan tim SAR yang mengatakan Suci tidak selamat, langsung mengamuk dan memarahi para petugas tim SAR itu.


“Kalian ini tidak berguna sama sekali .... aku membayar mahal kalian, supaya kalian bisa menemukan istriku ..... tapi apa yang kalian katakan ....? Kalian mengatakan bahwa istri ku tidak selamat ..... dasar kalian TIDAK BERGUNA ......” hardik Alam kepada para petugas tim SAR itu.


“Al .... kamu jangan emosi seperti itu dong nak ...!!” kata Wulan menenangkan putranya.


“Gimana aku tidak emosi, mam ...? Mami denger sendiri bukan, apa yang dikatakan oleh mereka tadi ....? Mereka bilang Suci gak selamat, mam!!” kata Alam dengan penuh emosi.


“PAPIIII .....” Alam berteriak dengan suara lantang sambil menatap Ilham dengan penuh kemarahan.


“Papi jangan ikut-ikutan seperti mereka. Suci masih hidup .... Suci pasti masih hidup .... Suci pasti selamat ....!!” bentak Alam kepada Ilham.


Ilham dan Wulan merasa terkejut dengan sikap Alam untuk pertama kalinya.


“Mam, mami gak percaya sama omongan mereka kan mam ....?” tanya Alam sambil mencengkram bahu Wulan dengan sangat erat sehingga Wulan merasa sedikit kesakitan.


“Al ..... kamu tenang dulu Al, jangan terbawa emosi dulu!!” kata Wulan menatap putranya itu.


“TENANG .... TENANG .... papi dan mami sama saja, hanya bisa menyuruh ku tenang ....!!”


“Apa gunanya aku tenang, jika istri ku belum ditemukan ....!! Apalagi ditambah mereka mengatakan bahwa Suci tidak selamat ....!! Jika papi dan mami, beserta kalian semua tidak ingin lagi mencari Suci istriku, lebih baik aku saja yang mencari dirinya ....!! aku tidak lagi butuh bantuan kalian ....” kata Alam dengan kasar kepada kedua orangtuanya dan juga para petugas tim SAR.

__ADS_1


Alam pun akan beranjak pergi dari tempat itu dengan penuh kemarahan, tapi sebelum Alam beranjak pergi dari sana, Alam memegangi kepalanya karena terasa pusing dan seketika dia pun langsung terjatuh di atas tanah.


“ALAM .....” Wulan berteriak dengan sangat keras ketika melihat Alam terjatuh, dan mereka semua langsung menghampiri Alam.


**********


“Dok .... bagaimana kondisi putra saya?” tanya Ilham kepada dokter yang memeriksa kondisi Alam.


“Kondisi Alam sangat lemah untuk saat ini, dia terlalu banyak pikiran dan dia juga belakangan ini sepertinya tidak mengonsumsi sedikitpun makanan!!” tutur dokter itu kepada Ilham dan juga Wulan.


“Ya tuhan Al, ini baru pertama kalinya mami melihat kamu seperti ini ....!!” gumam Wulan dengan penuh kesedihan sekaligus penyesalan.


“Ya sudah kalo begitu saya tinggal dulu ya pak, bu!!” ujar dokter itu lagi.


“Baik dok, terima kasih!” ucap Ilham, dan dokter itu pun langsung pergi dari ruangan


“Hiks .... hiks ..... ini semua salah mami, ini semua salah mami. Pi .... ini semua salah mami, pi ....!!” kata Wulan dengan penuh kesedihan sambil menatap putranya itu yang terbaring lemah.


“Mam, ini bukan salah mami. Ini adalah kecelakaan mam ....!!” Ilham berusaha menenangkan istrinya.


“Andai saja mami .... andai saja mami tidak membuat rencana yang konyol seperti itu, Suci akan ada disini bersama kita. Dan putra kita ..... Alam tidak mungkin jadi begini .... hiks .... hiks ....!!” isak Wulan sangat menyesali perbuatannya itu.


“Mam, udah mam .... ini semua hanya kecelakaan. Lagipula niat mami sebenarnya sangat baik ....!” ucap Ilham sambil memeluk istrinya itu supaya dia bisa lebih tenang.


*******


Sedangkan dirumah Vivi merasa sangat tidak tenang sama sekali, dia terus memikirkan tentang Suci. Begitu pula di panti asuhan, Halimah mempunyai firasat buruk tentang Suci. Tiga hari belakangan ini, Vivi dan Halimah merasa sangat kehilangan sosok Suci, perasaan persahabatan dan kepedulian seorang ibu membuat mereka sangat khawatir dan merindukan Suci belakangan ini.





__ADS_1



**gantung dulu ah, biar pada penasaran dikit😀**


__ADS_2