
Wulan pun langsung membuka kamar Suci, begitu pula Suci dan Alam mengikuti Wulan sampai masuk ke kamar Suci. Saat masuk ke kamar, Suci benar-benar takjub bukan main, ternyata semua barang-barangnya yang ada di meja rias dan yang ada lemarinya sudah tidak ada tersisa sedikit pun. Suci pun sempat berpikir, bagaimana bi Ayu bisa memindahkan semua barang-barangnya dalam waktu yang singkat.
Wulan pun memeriksa satu persatu isi lemari, nakas dan meja rias, disana benar-benar tidak ada satupun barang yang tersisa milik Suci, Wulan jadi sedikit menghilangkan kecurigaannya bahwa selama ini mereka berpisah ranjang.
‘Barang-barang Suci sudah tidak ada di kamarnya, lalu dimana barang-barang Suci?’ batin Alam masih merasa heran karena dia belum mengerti dimana barang-barang milik Suci itu.
*******
Siang harinya setelah bersitegang dengan kedatangan Wulan. Alam pun langsung pergi ke kantor, sedangkan Suci di rumah bersama ibu mertuanya itu.
“Suc ....” panggil Wulan kepada menantunya yang sedang sibuk membantunya membuat kue mangga kesukaannya.
“Yes mam,” sahut Suci tanpa mengalihkan perhatiannya dari adonan kue.
“Bagaimana pernikahan kalian?” tanya Wulan dengan nada pura-pura ingin tahu, padahal sebenarnya dia sudah tahu bagaimana pernikahan menantu dan putranya itu.
“Maksud mama, pernikahan ku dengan kak Al?” Suci bertanya dengan polosnya.
“Ya iyalah, memangnya sama siapa lagi?” ucap Wulan dengan penuh candaan.
“Pernikahan aku sama kak Al baik-baik aja kok, mam!” Suci berbohong untuk menutupi kondisi pernikahannya.
“Benar pernikahan kalian baik-baik aja tanpa ada masalah? Pernikahan kalian itu didasari dengan saling cinta kan?” tanya Wulan dengan sedikit menyudutkan Suci.
Suci menghentikan aktivitasnya sesaat, dan berpikir kenapa Wulan tiba-tiba bertanya seperti itu?
“Iya, mam. Gak ada masalah sama sekali kok dengan pernikahan kami. Kita juga saling mencintai satu sama lain!” kata Suci mengulas kebohongan besar.
“Benarkah begitu?” Wulan sangat tidak yakin, Suci pun mengangguk untuk membuktikan bahwa dirinya berkata benar.
“Kalau begitu, coba ceritakan kepada mama. Bagaimana cara kalian berdua menunjukkan cinta kalian berdua satu sama lain?!” Wulan berusaha memprovokasi Suci.
Suci jadi kebingungan dengan permintaan dari mertuanya itu, dia berpikir apa yang harus dia katakan kepada ibu mertuanya itu, dan kenapa ibu mertuanya itu jadi ingin sekali tahu hubungan pernikahannya dengan putranya.
********
Sore harinya di kantor Alam.
“Al .....!” panggil Tiara yang langsung masuk begitu saja keruangan Alam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu sehingga Alam terkejut.
“Aduh, Ra .... berapa kali gw bilang ketuk pintu dulu sebelum lo masuk ke ruangan gw!” kata Alam dengan nada kesal.
“Ya sorry, Al. Gw lupa!” ucap Tiara dengan nada bersalah.
“Cepat bilang ada apa?” tanya Alam dengan nada dingin.
__ADS_1
“Ini Al, ada kasih flashdisk ini buat lo!” kata Tiara sambil menyerahkan flashdisk kepada Alam.
“Flashdisk ....? dari siapa?” Alam bertanya dengan penuh penasaran.
“Gw juga gak tau dari siapa, resepsionis bilang orang itu gak mau kasih tau namanya!” jawab Tiara.
Alam pun langsung mengambil flashdisk itu dan setelah itu dia langsung menyuruh Tiara untuk keluar dari kamarnya, karena sebenarnya hari ini dia tidak ingin diganggu oleh siapapun orangnya termasuk sekertarisnya sendiri.
Alam pun mengamati flashdisk itu dan mengamatinya sesaat sambil berpikir siapa orang yang memberikan flashdisk itu? Dan apa isinya?
Tanpa banyak berpikir dan sangking penasarannya dengan isi dari flashdisk itu dia pun langsung memasang benda kecil itu di laptopnya.
*****
Sedangkan di rumah Alam, Wulan sedang menjalankan rencananya dengan sangat sempurna.
“Bi Ayu .....!” panggil Wulan kepada bi Ayu.
“Iya nyonya Wulan!” sahut bi Ayu sambil berjalan menghampiri Wulan.
“Gimana bi, bibi udah melakukan semua yang saya suruh dengan benarkan?” tanya Wulan kepada bi Ayu dengan nada berbisik.
“Iya nyonya, tenang saja!” kata bi Ayu dengan santai.
“Ok, makasih ya bi!” ucap Wulan.
“Iya, ok deh!” ucap Wulan sambil tersenyum.
Bi Ayu pun segera meninggalkan Wulan dan kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
“Mama ...!!” panggil Suci kepada Wulan.
Mendengar panggilan dari menantunya, Wulan pun kembali berpura-pura sibuk dengan suatu hal.
“Mam, aku udah siap nih!” kata Suci sambil memperlihatkan penampilannya sudah sangat rapi.
“Ya udah, kalo gitu ayo kita berangkat!” ajak Wulan.
“Mam, sebenarnya kita mau kemana sih? Kenapa perginya harus sore begini? Terus .... nanti kalo kak Al pulang gimana?” Suci banyak bertanya kepada mertuanya itu.
“Aduh .... kamu ini kenapa jadi banyak pingin tahu sih?” ucap Wulan merasa agak jengah dengan pertanyaan menantunya itu.
“Ya ampun, aku kan cuman nanya aja?” gerutu Suci sambil memasang wajah cemberut.
“Kamu bilang sesuatu?” Wulan menatap Suci.
__ADS_1
“Enggak kok mam, aku gak bilang apa-apa!” ucap Suci sambil cengengesan, “ya udah ayo kita pergi, mam!” ajak Suci.
Wulan pun langsung mengangguk dan mereka berdua langsung pergi dari rumah itu, entah Wulan akan membawa Suci pergi kemana.
*******
Sedangkan di kantor, Alam terlihat sangat marah sekali setelah mendengar isi rekaman dari flashdisk itu. Amarahnya benar-benar memuncak dan tidak bisa di bendung sama sekali, dia pun langsung keluar dari ruangannya dengan wajah garangnya, sehingga Tiara yang ada di meja kerjanya menjadi sangat penasaran dengan apa yang terjadi kepada Alam.
*
Alam masuk ke mobilnya dan langsung tancap gas dengan kencang, sehingga terdengar decitan mengilukan akibat gesekan ban mobilnya yang terlalu keras. Alam langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menuju ke suatu tempat.
Di tengah perjalanan ponsel Alam berdering, sekali telpon itu berbunyi Alam tidak langsung mengangkatnya, apalagi ditambah dengan nomor telpon yang belum dia ketahui.
Dua tiga kali ponsel itu berdering, Alam tetap tidak mengangkatnya, namun disaat panggilan ke enam, Alam langsung mengangkatnya dengan rasa yang sangat kesal.
“Alam .... akhirnya lo angkat panggilan gw juga!” seru suara wanita dari sebrang sana.
“Siapa kau ...? Kenapa kau menelpon ku ...?” tanya Alam dengan semburat rasa kesal.
“Al, ini gw Vivi. Gw ingin mengatakan sesuatu yang penting tentang Suci dan dengan hubungan Mirai bersama Suci yang membuat lo salah paham!” kata Vivi dari sebrang sana dengan nada yang terdengar serius.
“Lo gak usah bicara lagi tentang mereka, gw udah tahu semuanya ...!!” ketus Alam.
“Al, gw tau semua tentang hubungan lo sama sahabat gw. Tapi ini masalah yang sangat serius tentang hubungan lo dan Suci yang membuat lo salah paham. Lo harus dengerin gw dulu ...!!” kata Vivi dengan nada kencang.
Alam mengerem mobilnya secara mendadak mendengar perkataan dari Vivi.
“Cepatan lo mau ngomong apa?” tanya Alam dengan nada dingin.
*******
Alam pun telah sampai di tempat tujuan utamanya saat ini, yaitu di perusahaan cabang milik Hatake, dimana di tempat itulah Mirai yang memimpin perusahaan.
Alam memasuki perusahaan itu dengan langkah yang berapi-api, dan dia bilang kepada resepsionis perusahaan itu bahwa dia ingin bertemu dengan Hatake Mirai. Tapi resepsionis itu mengatakan kepada Alam bahwa atasannya itu berpesan jika dia tidak ingin diganggu siapa pun pada saat bekerja hari ini.
Alam pun semakin kesal dan tanpa banyak bicara lagi dan tidak menghiraukan perkataan dari resepsionis dari kantor itu, Alam langsung menuju ruang kerja Mirai, karena dia sudah beberapa kali ke kantor itu pasti dia juga sudah tahu dimana letak ruang kantor Mirai.
“Tuan Alam ....?” Ryu terkejut dengan kedatangan Alam yang tiba-tiba di kantor tempat dirinya bekerja.
•
•
•
__ADS_1
•
•