Pengasuh Anakku, Mantan Kekasihku

Pengasuh Anakku, Mantan Kekasihku
Sebuket Bunga Mawar Untuk Lyra


__ADS_3

...BAB 23...


...Sebuket Bunga Mawar Untuk Lyra...


Keesokan harinya...


"Key... Keyla... Papa pulang sayang.." Raffa memanggil-manggil putrinya setelah masuk ke dalam rumah.


Siang itu, Raffa memang sengaja pulang lebih awal. Dia ingin mengajak Keyla untuk menemui Lyra di tokonya seperti janjinya kemarin, mungkin dengan cara itulah Keyla akan kembali ceria.


Selama di kantor, Raffa tak berhenti memikirkan gadis kecilnya. Saat ini Raffa ingin meluangkan waktu lebih lama bersamanya.


"Bi dimana Keyla?" tanyanya pada Bi Sumi yang sibuk sedang menata makanan di meja untuk makan siang mereka.


"Oh si Non, lagi sama Nyonya Den ada di belakang kolam ikan." jawabnya.


Setelah berjam-jam lamanya Ambar sulit membujuk cucunya untuk turun ke bawah dan sarapan. Ambar sampai harus membelikan ikan baru dulu demi untuk menyenangkan hati cucunya itu. Keyla memang sangat suka dengan peliharaan ikan


"Terimakasih Bi."


Raffa pun bergegas ke belakang rumahnya dan melihat putrinya bersama wanita yang telah melahirkannya sedang berdiri di dekat samping kolam ikan. Ambar terkejut melihat kedatangan putranya lalu melangkah pelan menghampirinya.


"Raffa, ada kabar apa hingga kamu pulang siang begini?" tanyanya terheran.


Raffa tersenyum lalu mengusap punggung Ibunya dengan lembut.


"Hari ini Raffa sengaja pulang siang Bun, pengen ngajak Keyla jalan-jalan." ujarnya. Keyla yang mendengar suara Papanya lantas menengok ke belakang.


"Papaa!" Keyla yang sedang asyik memberi makan ikan pun segera menghentikannya lalu berlari menghampiri Raffa. Memeluk perut Papanya dengan erat.


"Sayang, ayo siap-siap. Kita pergi ke toko Tante Rara sekarang." titah Raffa. Keyla melepas pelukannya dan mendongak, terbelalak.


"Sekarang Pah?!" tanya Keyla.


"Iya sayang..." ucap Raffa tersenyum lebar.


Keyla membulatkan matanya. Senyum pun terbit di bibir kecilnya, dengan binar mata penuh haru. Keyla senang sekali kalau Papanya tak ingkar janji untuk mengantarkannya menemui Lyra.


Keyla berlari cepat ke kamarnya untuk berganti pakaian. Dia sudah tak sabar ingin segera ketemu pengasuhnya itu.


"Kamu yakin akan menemui Lyra? Bukankah katamu Ibunya sudah melarang kalian untuk bertemu lagi..." lontar Ambar ikut terkejut mendengar Raffa yang akan mengajak Keyla menemui Lyra lagi.


Raffa duduk di kursi teras belakang rumahnya, memandang sendu pada tanaman bunga mawar yang ada di depannya. Tanaman bunga yang selalu Ambar rawat setiap hari dengan telaten hingga menjadi tanaman yang indah dan menyejukkan mata bagi orang yang memandanginya.


"Kebahagiaan Keyla lebih penting Bun, kalau begini terus Keyla tak mau pergi ke sekolah. Aku akan coba bicara dari hati ke hati dengan Lyra. Bahwa Keyla masih sangat membutuhkannya..." ucapnya lirih, dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Ambar menghela nafasnya dalam. Lalu ikut duduk di samping putranya. Mengusap lengan putra keduanya.


"Bersabarlah Nak, mungkin ini bentuk teguran kecil yang Tuhan berikan untukmu. Sebab apa yang dulu kamu lakukan padanya, menghianati cinta tulus Lyra padamu. Bila memang kamu masih berjodoh dengannya, mudah bagi Tuhan untuk menyatukan kalian kembali." tutur Ambar hatinya ikut sedih melihat putranya yang masih mendambakan cinta Lyra.


Raffa tersenyum tipis, mendengar perkataan Bundanya. Nasehatnya mampu menghibur hatinya yang kalut. Tapi disini, Raffa juga tak ingin terlalu berharap padanya, karna semua sudah tak mungkin lagi baginya. Tapi demi Keyla semua Raffa akan lakukan. Asalkan putrinya bisa tersenyum bahagia, Raffa sudah sangat bersyukur pada Tuhan.


Raffa dan Keyla pun bersiap pergi. Mereka bergandengan tangan dan masuk ke dalam mobil.


Di teras rumah, Ambar tersenyum sendu melihat kepergian mobil putranya. Di hatinya terus melantunkan doa. Agar Tuhan berkenan menyatukan lagi putranya dan Lyra. Karna baginya, hanya Lyra saja yang bisa merubah cucunya kembali menjadi anak yang baik dan penurut.


"Kamu senang mau ketemu Tante Rara?" tanya Raffa tersenyum seraya mengusapi kepala putrinya.


"Iya Papaa!" angguknya tersenyum lebar.


"Oh ya, sebelum ketemu Tante Rara, bagaimana kalau kita beli dulu sesuatu untuknya?" saran Raffa tiba-tiba. Keyla membulatkan matanya lebar menatap Raffa. Lalu mengangguk setuju.

__ADS_1


"Wah iya Pah... Ayokk!"


Raffa semakin tersenyum lalu ia sedikit mempercepat laju kendaraannya. Hingga mobilnya sampai di sebuah toko bunga. Raffa turun dan membeli satu buket bunga mawar yang cantik. Tak lupa dia juga membeli sekotak coklat. Raffa tertegun menatap bunga dan kotak coklat yang kini sudah ada di tangannya.


Dalam benaknya, Raffa kembali terbayang akan masalalunya bersama Lyra. Walaupun dulu Raffa memang belum mencintai Lyra. Tapi ia masih teringat, hari dimana pertama kalinya ia memberikan setangkai bunga dan sebatang coklat sil-ver queen untuk Lyra.


Di taman itu, pandangan Lyra tak lepas dari sepasang kekasih yang tak jauh darinya. Perempuan itu tersenyum bahagia ketika kekasihnya memberikan sebuket bunga dan coklat di hari spesial bulan februari itu.


"Makasih honey..." teriaknya kecil seraya memeluk erat pinggang pasangannya.


"Ehm, kamu nggak mau beliin aku apa gitu?" celetuk Lyra lalu menyedot lagi jus jeruknya.


Sontak Raffa menoleh ke arah sepasang kekasih yang terus Lyra perhatikan sejak tadi. Lantas ia menggeleng kepalanya dan tertawa kecil.


"Memangnya kamu mau apa?"


"Dasar nggak peka. Masa nggak inget, kalau hari ini hari apa?" sungutnya, dengan wajah yang di tekukkan.


Raffa tersenyum lalu mengacak rambut Lyra seperti biasanya. Lantas menarik tangan Lyra dan membawanya pergi ke sebuah rumah besar, yang di depannya memiliki banyak tanaman bunga. Lalu memetik setangkai bunga merah disana.


"Ini..." Raffa menyodorkan bunga mawar itu pada Lyra. Lyra memincingkan matanya


"Nggak romantis, masa metik bunga di depan rumah orang sih! Nanti kalau yang punya lihat gimana?" ketusnya kesal.


"Nggak ap-apa. mumpung yang punya rumahnya lagi nggak ada. Kalau tak mau, aku kasih saja sama perempuan lain!" gertak Raffa mengambil bunga itu lagi di tangan Lyra dan hendak memberikannya pada perempuan yang lewat di depannya.


"Permisi mbak!" Raffa memanggil seorang perempuan yang sedang menaiki sepeda.


Perempuan itu menghentikan laju sepedanya dan menoleh tersenyum pada Raffa dengan wajah tersipu malu.


"Iya Mas..."


"Mbak mau tidak bunga dari saya?!"


"Maaf mbak dia cuma bercanda, permisi!" Lyra buru-buru kabur sambil menarik tangan Raffa dan membawanya pergi dari sana.


Raffa tertawa terbahak-bahak melihat Lyra yang kesal karna cemburu.


"Aku bukannya menolak bunga pemberianmu. Tapi aku gak enak, kalau bunganya kamu petik dari rumah orang sembarangan!" gerutunya sambil mencubit gemas pipi Raffa karna keusilannya.


"Bilang saja kalau barusan itu kamu cemburu!" timpalnya kepedean. Lyra mendengus kesal lantas bersedekap tangan.


"Siapa yang cemburu? Enggak tuh" ketusnya, lalu berjalan cepat meninggalkan Raffa.


"Yakin nggak cemburu. Ya sudah kalau begitu aku kasih ini juga sama perempuan lain." sahut Raffa seraya mengeluarkan sesuatu di dalam saku jaketnya.


Lyra menengok ke belakang melihat sebatang coklat di tangan Raffa. Lantas ia tersenyum lebar lalu berlari menghampiri Raffa, hendak merebut coklat itu di tangannya. Tapi dengan gerak cepat Raffa menjauhkan coklat itu ke belakang tubuhnya, hingga Lyra tak sengaja mengecup bibir Raffa. Sontak keduanya saling menatap dengan lekat dan dekat


"Papah... Ayooo!" Keyla menarik tangan Raffa yang masih mematung di tempatnya berdiri. Lamunannya buyar seketika, karna panggilan Keyla.


"I-iya sayang!" gelagapnya. Lalu Ayah dan anak itu berjalan menuju mobil mereka, setelah membeli bunga dan coklat untuk Lyra.


****


"Ayo kita cari makan..." bisik Fadil di samping telinga Lyra yang masih serius menghitung catatan keuangan dengan kalkulatornya.


Lyra terkejut dan menjauhi sedikit wajahnya. "Kamu mengagetkan aku saja! Sebentar ya, aku hitung ini dulu...." alihnya.


Lyra pun fokus lagi dengan kesibukannya. Mengacuhkan Fadil disana, entah itu di sengaja atau tidak. Tapi perasaan Fadil mengatakan kalau Lyra memang sengaja melakukannya agar membuat Fadil bosan bila berada bersamanya.


Sekilas Lyra melirik Fadil yang terus menghela nafasnya panjang. Lyra tahu saat ini mungkin Fadil merasa lelah dengan sikapnya yang terlalu dingin.

__ADS_1


"Hari ini aku mau pulang sore. Sebaiknya kamu pulang saja setelah kita makan siang, jadi kamu tak perlu lagi menungguku disini..." Lyra beranjak dari kursi dan menutup catatan keuangannya. Lalu menghampiri Fadil di dekat pintu ruangan kecilnya.


Fadil tersenyum lembut dan menggeleng kecil.


"Tidak apa-apa aku akan tetap setia menunggumu. Oh ya bagaimana kalau sudah makan siang ini... Kita pergi ke toko perhiasan dulu. Kita cari cincin yang cocok untuk pernikahan kita..." ajak Fadil dengan senyuman tampannya.


Sejenak Lyra tertegun. Dia sudah tak bisa lagi menghindar dan memilih. Lyra pasrah dengan semua takdir jodohNya, semoga pria pilihan Ibunya adalah yang terbaik untuk hidupnya di masa depan.


Tak terasa pernikahan mereka berdua tinggal tiga minggu lagi. Dan keluarga Fadil sudah menyiapkan semuanya sejak kemarin. Hanya saja Fadil belum sempat membeli cincin pernikahan mereka.


Lyra mengangguk dan tersenyum kecil. Lalu keduanya pun berjalan keluar toko. Di sana Noni dan Dini saling senggol dan berbisik kecil. Mereka berdua ikut senang, akhirnya mereka bisa melihat bosnya jalan berdua dengan seorang pria. Setelah beberapa tahun lamanya Bosnya itu menjomblo. Mereka pun sudah tahu jika Fadil adalah calon suami bosnya. Karena kemarin Fadil sendirilah yang mengenalkan dirinya tanpa dulu di tanya.


Fadil berlari kecil menghampiri mobilnya lebih dulu untuk membukakan pintunya. Lyra pun berjalan mengikutinya. Saat hendak masuk ke mobil. Tiba-tiba sebuah mobil Pajero milik Raffa berhenti tepat di depan mobil Fadil.


Keyla pun berteriak memanggil Lyra di dalam mobil. "Tanteee Raraaa!!"


Lyra menoleh terkejut, mengurungkan niatnya yang ingin masuk ke mobil calon suaminya itu.


"Keyla..." gumamnya pelan, lantas tersenyum lirih. Matanya berkaca-kaca.


Keyla pun turun dari mobil Papanya. Lalu berlari kecil ke arah Lyra.


"Tanteee!!" Keyla memeluk leher Lyra yang sudah berjongkok di depannya.


"Sayang Tante .. Anak cantik..." lirih Lyra seraya mengusap kepala Keyla penuh kasih sayang.


"Tante Rara... Key kangen sama Tante... Kapan Tante ke rumah lagi?!" isaknya, menangis.


Lyra pun tak bisa menahan luapan tangisnya. Betapa dia sangat merindukan anak itu. Lyra menangkup kedua pipi Keyla yang terlihat agak kurus lalu mengusapnya lembut. "Tante juga kangen sama kamu sayang..." ucapnya lirih.


Di samping mobilnya, Raffa melihat mereka berdua ikut berkaca-kaca. Begitupun dengan Fadil yang tak bergerak sama sekali yang berdiri di sisi mobilnya. Menahan rasa sesak di hatinya. Akankah ia tega memisahkan mereka berdua?


****


"Ini Tante bunga dan coklat buat Tante..." Keyla memberikan sebuket bunga dan coklat yang Raffa belikan tadi.


Lyra pun tersenyum sendu, mengusap air matanya yang tiba-tiba menetes. Lalu melihat sejenak pada Raffa yang sontak memalingkan wajahnya.


"Terimakasih banyak ya Key, bunganya cantik sekali..." ucap Lyra tersenyum manis, pada Keyla.


Bersambung....


...*****...


Visual Mereka yaa.... 🥰🥰🥰




Raffa Arsyahputra




Lyra Az-Zahra



__ADS_1


Fadil Darmansyah


__ADS_2