Pengasuh Anakku, Mantan Kekasihku

Pengasuh Anakku, Mantan Kekasihku
Keyla Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

...BAB 26...


...Keyla Masuk Rumah Sakit...


Lyra bergegas turun dari mobil Fadil setelah sampai rumah Nyonya Ambar. Disana Raffa telah menunggunya di depan pagar.


"Terimakasih sudah mau datang..." ucap Raffa lega.


"Bagaimana, apa dia masih belum keluar juga dari kamarnya?" tanyanya cemas pada Raffa.


Raffa menggeleng kepalanya. "Belum, dia masih di dalam kamar dan menguncinya."


Lyra mendesah cemas. "Kalau begitu aku permisi masuk dulu ke dalam..." ucapnya pada Raffa.


"Silakan..." Raffa mengangguk.


Lyra pun melangkah tergesa-gesa ke dalam rumah majikannya, setelah ia mengucapkan salam. Walau sebenarnya Raffa dan Keyla tidak pernah menganggap Lyra sebagai seorang pengasuh. Lyra sudah seperti bagian dari keluarga mereka.


Namun tetap saja Lyra masih sungkan untuk masuk tanpa ijin dulu yang punya rumah, apalagi Nyonya Ambar yang selalu baik memperlakukannya.


Sedangkan Lyra masuk ke rumah Raffa. Fadil menyusul turun dari mobilnya lalu menghampiri Raffa dengan tatapan yang dingin.


"Huh, apa yang sebenarnya kamu inginkan Raffa?" tanyanya dengan senyuman sinisnya.


Sontak Raffa pun mengerutkan keningnya dengan pertanyaan Fadil.


"Bukankah kau sudah punya calon istri? lalu kenapa kau tak cepat-cepat menikahinya. Agar Keyla segera punya Mama baru dan ada yang bisa menemaninya setiap hari..." lontarnya.


Fadil bersedekap tangan dan menyenderkan punggungnya di belakang mobilnya.


Fadil baru saja teringat, beberapa bulan lalu, Ada seorang wanita yang mengaku sebagai calon istrinya Raffa, hampir setiap hari dia menjenguk Keyla yang masih di rawat di Rumah Sakit kala itu, setiap Raffa meminta Fadil untuk menjaga Keyla selama ia sedang berada di kantornya.


"Maaf bagaimana keadaan Keyla, Dok?" tanya seorang wanita cantik berambut pirang, setelah Fadil memeriksa Keyla yang masih terbaring tidur di atas ranjang kamar pasien.


"Alhamdulillah, Keyla sudah lebih baik Nona. Tapi, usahakan setelah sehat nanti. Keyla jangan dulu di beri makan makanan yang berminyak dan pedas, atau lebih baik hindari saja makanan seperti itu... Agar sakit typusnya, tidak kambuh lagi." terang Fadil. Wanita itu pun mengangguk mengerti.


"Oh kalau boleh saya tahu. Nona ini siapanya Keyla ya?" Fadil bertanya karna rasa penasarannya. "Sebab yang saya tahu Raffa temanku itu hanya punya satu adik perempuan..."


Wanita itu tersenyum tersipu. "Oh perkenalkan, saya Viona, Dokter. Calon istrinya Mas Raffa." terangnya.


Fadil pun terkejut. Lalu tersenyum lebar. "Oh ya, benarkah itu?!"

__ADS_1


Raffa menghela nafasnya kencang. Lalu ia memasukkan dua tangannya ke dalam saku celana kerjanya. "Kami sudah putus." jawabnya singkat.


Fadil sedikit terkejut, lantas ia tertawa miris mendengarnya. "Apa, sudah putus?!"


Fadil kembali tertawa terbahak-bahak mengejek Raffa, menggosok bawah hidungnya seakan ada yang gatal disana. Hingga setetes air keluar dari sudut matanya.


"Apa kau yang memutuskannya?! Apakah karna_ Sekarang kau sudah bertemu lagi dengan mantan pacarmu itu?! Mantan yang pernah kau putuskan dulu demi untuk menikahi wanita lainnya." sindirnya dengan senyuman sinis dan penuh penekanan.


Raffa sedikit tersentak, menelan kasar ludahnya. Dia tak bisa mengelak tuduhan Fadil padanya. Mungkinkah Fadil tahu dari Lyra atau Ibunya? Raffa tak bisa menyangkalnya, sebab memang itu benar adanya.


"Dan teganya lagi, wanita itu adalah sahabat dari mantan yang sudah kau sia-siakan ketulusan cintanya. Huh, sungguh ironis sekali nasib mantan kekasihmu yang lugu itu. Sepertinya, sekarang juga kau ingin mengulang lagi kejadian lalu. Memutuskan calon istrimu untuk bisa mendapatkan hati mantanmu lagi, begitukah!" cecarnya.


"Kau memang pintar sekali menarik hati wanita, lalu setelahnya kau akan membuangnya tanpa perasaan!" beciknya dengan nada yang sinis. "Demi wanita lain kau korbankan wanita lainnya lagi. Kau sakiti lagi perasaannya, terus saja begitu! Dasar breng*sek!" umpatnya lagi.


Fadil seakan tak puas, memojokkan Raffa, sebab sikap Raffa yang terlalu licik menurutnya. Lelaki di depannya itu seolah ingin memanfaatkan Keyla saja untuk bisa menarik perhatian Lyra lagi.


"Kau adalah manusia licik yang pernah kutemui di dunia ini. Sekarang kau ingin memanfaatkan Keyla agar kau bisa kembali bersatu dengan Lyra begitu? Seharusnya kau belajar dari masalalumu Raffa!" cecarnya tak puas. Menunjuk kasar dada kiri Raffa.


Raffa memenjam rapat matanya sejenak. Ia berusaha untuk menerima setiap tudingan Fadil kepadanya. Tapi baginya tak semua yang Fadil tuduhkan itu benar.


"Terserah apa yang kau katakan padaku. Dulu aku memang bersalah pada Lyra, tapi aku tak punya pikiran licik untuk mempengaruhi anakku sendiri agar menyatukan kami. Keyla memang menyayangi Lyra. Sedang pada Viona, Keyla tak bisa menyukainya, itulah sebabnya kenapa aku putus dari Viona. Aku tak ingin memaksa putriku harus menyukainya. Aku hanya ingin putriku bahagia dan merasa nyaman dengan orang-orang yang disayanginya..." timpal Raffa membalas tatapan tajam Fadil dengan senyuman kecil di bibirnya.


****


Lyra menatap nanar pintu kamar Keyla yang tertutup rapat.


Tok


Tok


Tok


"Key.... sayang... Sarapan dulu Nak..." Ambar memanggil Keyla berharap cucunya itu mau keluar. Karna sejak semalam tadi, Keyla mengurung dirinya terus. Sampai ia melewatkan makan malam dan sarapannya.


Ambar khawatir jika Keyla jatuh sakit. "Key... Keylaa..." sahutnya yang terus berusaha memanggil cucunya.


Ambar mendesah kencang lalu menoleh pada Lyra.


Lyra mengangguk kecil, lalu mengambil alih memanggil Keyla. Lyra menempelkan daun telinganya di pintu sebelum memanggilnya. Hening, tak terdengar suara apapun di dalam. Lyra mengerutkan keningnya. Seketika hatinya menjadi cemas.


"Key, Keylaa... Ini Tante Rara sayang... Buka pintunya dong..." panggil Lyra dengan suara lembut dan ceria.

__ADS_1


"Key... Keylaa?!" Lyra menggedor lebih kencang. Tapi tetap saja tak ada sahutan dari dalam.


Lyra bertambah cemas lalu meminta bantuan, Ambar menyuruh Bi Sumi untuk mencari perkakas dan memanggil Raffa yang masih ada di luar.


Tak lama Raffa dan Fadil menyusul ke atas dengan membawa alat untuk membuka pintu. Pintu pun terpaksa di rusak dari luar oleh dua pria dewasa itu.


Lyra berlari masuk setelah pintunya terbuka, Keyla masih terbaring di atas kasur. Wajahnya pucat, suhu badannya sangat panas.


"Ya Allah Keylaa..." Lyra panik lantas menangis tersedu, mengusapi pipi tirus Keyla.


"Mas Raffa, Keyla badannya panas Mass..." sahutnya pada Raffa.


Raffa tercengang dan duduk di samping putrinya. "Sayang, Keyla. Bangun Nak..."


Fadil menghampiri dan lekas memeriksa Keyla dengan menyentuh detak nadinya.


"Ayo kita bawa ke Rumah Sakit!" titah Fadil.


Raffa pun mengangguk dan lekas menggendong putrinya keluar kamar di ikuti oleh Fadil dan Ambar yang terus menyusut air matanya.


"Ya Tuhan, cucuku. Semoga kamu baik-baik saja Key..." isaknya tersedu-sedu.


Ketika Lyra akan menyusul mereka. Lyra menemukan foto Dania di atas tempat tidurnya. Hatinya ikut perih membayangkan jika semalam Keyla tengah merindukan Mamanya. Lantas, Lyra meraih foto itu lalu mengusapnya dengan telapak tangan. Air matanya meleleh tiada henti.


"Dania..." lirihnya bergetar. Memeluk foto itu di dadanya.


*****


Di Rumah Sakit. Lyra masih menunggu Keyla yang masih tertidur lemah di ranjang kamar pasien dengan sudah di pasang infus. Ambar juga ikut menunggunya di sana. Sedang Raffa menelepon sekretarisnya agar menunda meeting pagi mereka. Karna harus membawa putrinya ke Rumah Sakit.


Fadil bilang Keyla dehidrasi dan kurang asupan nutrisi. Karna seringnya menahan rasa lapar hingga tak lagi selera makan. Tubuhnya pun jadi melemah.


Fadil mendesah kasar. Mengusap wajahnya berkali-kali di meja ruangannya.


"Apakah aku harus, merelakanmu untuk lelaki itu, Lyra? Sedang hatiku yang begitu sangat mendambamu menjadi istriku. Kenapa hatiku seakan sulit untuk menggapai dan memilikimu..." gumamnya, mengeratkan giginya.


Fadil pun mengepal kuat satu tangannya di meja.


Bersambung....


...****...

__ADS_1


__ADS_2