Pengasuh Anakku, Mantan Kekasihku

Pengasuh Anakku, Mantan Kekasihku
Bertemu Kembali Mantan


__ADS_3

...BAB 7...


...Bertemu Kembali Mantan...


"Maukah Nak Lyra tinggal di rumah saya dan bekerja menjadi pengasuhnya Keyla?" pintanya, sontak Lyra pun terkejut dengan permintaan yang tak terduga dari sang Nenek.


"Pengasuh?!" sahutnya, yang lekas di angguki oleh Ambar dengan tatapan memohon.


"Iya Nak Lyra, saya butuh sekali seorang pengasuh yang bisa mendidik Keyla menjadi anak yang baik dan juga penurut. Melihat Nak Lyra kemarin memperlakukan Keyla hingga dia mau menuruti perintah Nak Lyra, entah mengapa saya jadi punya ide untuk mengajak Nak Lyra ke rumah dan menjadi pengasuhnya Keyla." terang Ambar tersenyum tipis seraya terus menatap dalam Lyra di depannya.


Lyra menelan air ludahnya pelan. Seketika ia bingung harus menjawab apa pada wanita tua itu. Mengasuh?! Hal yang sama sekali tak pernah ia pikirkan selama ini, menjadi seorang pengasuh anak usia lima tahun?!


"Jujur saja Nak Lyra, sudah banyak pengasuh yang saya pekerjakan untuk merawat Keyla namun tak satupun yang sanggup bertahan lebih dari satu bulan. Semua meminta berhenti bekerja karna kewalahan dengan tingkah laku anak itu. Dan jujur saya sangat kagum dengan cara Nak Lyra mengarahkan juga membimbing Keyla hingga tiba-tiba ia mau patuh dengan perintah Nak Lyra." sambung Ambar lagi, dengan panjang lebar beliau ungkapkan rasa kekagumannya pada Lyra.


Lyra tersenyum tersipu, jujur hatinya sedikit tersanjung dengan pujian Ambar. Namun sekali lagi dia bingung, harus bagaimana caranya menolak permintaan wanita tua itu tanpa harus mengecewakannya.


"Tapi Bu, kalau misal saya jadi pengasuhnya Keyla dan tinggal di rumahnya Ibu. Bagaimana dengan toko yang saya kelola Bu, saya juga tidak bisa selalu meninggalkan toko saya disini... Walau, memang ada dua karyawan saya tapi saya tak enak juga sering ninggalin toko. Begitu juga Ibu saya di rumah yang sering sakit-sakitan dan saya tidak mungkin setiap hari untuk meninggalkannya 'kan. Makanya kenapa saya hanya setengah hari saja ikut menjaga toko ini..."


Ambar tampak berpikir. Dia mengangguk mengerti, ya apa yang dikatakan Lyra memang benar. Jika dia bekerja mengasuh Keyla, otomatis pekerjaannya akan di tinggalkan. Ambar juga tak mau seenaknya memaksa orang. Ambar jadi tak enak untuk meminta bantuannya Lyra. Kalau saja Lyra tak memiliki pekerjaan atau usaha sendiri, Ambar yakin Lyra pun pasti akan menerima penawaran ini.


Nenek itu mendesah panjang, pikirannya benar-benar buntu. Sedang dia dan Bibi Sumi pun sudah kelelahan mengasuh cucunya yang nakal itu. Melihat usia mereka yang juga sudah tak lagi muda. Tentu mengasuh anak adalah beban berat bagi mereka.


Lyra yang melihat kekalutan di wajah Ambar, lantas jadi tak tega melihatnya sehingga dia mencoba untuk menimbang-nimbang lagi permintaannya itu.


"Em, begini saja Bu... Saya akan coba mempertimbangkan lagi permintaan Ibu ini. Tapi saya perlu waktu dan meminta ijin serta persetujuan Ibu saya dulu di rumah. Dan juga saya perlu memikirkan untuk membagi waktu saya dengan mengurus toko saya ini..." ujar Lyra. Senyum Ambar mengembang, menatap binar pada wanita muda yang cantik dan memiliki pandangan teduh itu. Ada secercah harapan di hatinya.


"Benarkah Nak Lyra?" tanyanya lagi untuk memastikan. Lyra mengangguk tersenyum.


Lantas Ambar berdiri dan memeluk Lyra dengan hati yang senang mendengarnya, berharap nanti Lyra benar-benar mengusahakan permintaannya, menjadi pengasuh Keyla.


"Baiklah saya tunggu keputusannya dari Nak Lyra..." ujarnya sambil menangkup pipi Lyra.


Setelah berpelukan mereka pun duduk kembali dan berbasa-basi. Lalu Ambar mencicipi jamuan yang Lyra suguhkan barusan oleh karyawannya, dan Ambar pun menceritakan semua tentang Keyla, tentang ia yang sudah tak lagi punya Ibu. Karena Ibunya meninggal dunia sejak ia lahir. Juga seringnya di tinggalkan dinas oleh Papanya keluar kota hingga membuat anak itu merasa kurang kasih sayang orangtua, mesti ada Ambar dan pembantunya di rumah bersamanya. Tetap saja Keyla merasa hidup sendirian. Dia sering iri melihat teman-teman sekolahnya pulang dan pergi sekolah bersama Ibu mereka. Bahkan anak itu sering melihat teman-temannya di jalanan bersama dengan kedua orangtuanya menghabiskan waktu liburan.


Keyla pun jadi sering uring-uringan tak jelas. Mengamuk dan menghancurkan barang yang ada di sekitarnya. Lyra terenyuh mendengar cerita Keyla dari Ambar. Ikut prihatin dengan keadaan gadis kecil itu, walau memang Keyla tak sedikitpun kekurangan dalam hal materi. Namun tetap saja kasih sayang orangtua adalah hal yang paling utama dalam hidup.


Dapat Lyra rasakan bagaimana ketika dirinya kehilangan sosok Ayah tercintanya di usianya yang masih 13 belas tahun. Begitu cinta dan sayangnya Lyra dan Ibunya pada sosok Ayahnya. Hingga sampai sekarang pun Ibunya tak ingin menikah lagi, demi bisa untuk bertemu dengan Ayah Lyra di surgaNya kelak.


Setelah cukup lama mengobrol, Bu Ambar pun pamit pulang. Dan Lyra kembali ke ruangan kecilnya tempat ia istirahat di toko setelah mengantar Ambar ke depan.

__ADS_1


Lyra termenung sambil terus menatap kartu nama milik Ambar di tangannya. Di kartu itu tertera alamat dan juga nomor ponsel si empunya.


"Apa aku benar-benar akan menerima pekerjaan ini?! Pengasuh?! Ya Tuhan nggak bayangin aku bakalan jadi pengasuh." ujarnya terkekeh kecil. "Tapi kasihan juga Keyla... Ternyata sejak lahir dia sudah di tinggalkan Ibunya." gumam Lyra, yang lalu menghela nafasnya panjang.


Lyra pun memasukkan kartu nama itu di dompetnya dan mulai kembali menghitung hasil omzet jualannya.


*****


Siang pukul sebelas. Dan itu jadwal Raffa untuk menjemput putrinya di sekolah Taman Kanak-Kanak.


Setelah memarkir mobilnya, Raffa menunggu di kursi tunggu yang di sediakan untuk para wali murid yang menunggu anak-anaknya. Semua disana kebanyakan para ibulah yang menunggu putra putri mereka.


Kedatangan Raffa mengalihkan pandangan mereka, terang saja Raffa memang memiliki fisik yang sangat bagus juga wajah rupawan. Hingga mampu menarik hati para ibu-ibu muda disana.


Raffa tersenyum sopan pada mereka lantas mencari tempat duduk yang kosong. Merogoh ponselnya lalu mengirim pesan pada seseorang.


Tak lama bel sekolah berbunyi, semua murid Tk pun bergembira dan bersiap untuk pulang.


Sebelum keluar kelas biasanya anak-anak TK akan melantunkan lagu gembira dan setelah itu membacakan doa penutup setelah belajar. Satu persatu murid keluar dari kelas setelah mencium punggung tangan guru mereka masing-masing kelas.


Dan terlihat Keyla pun tampak keluar dari kelasnya. Dia melihat Papanya sudah ada duduk tak jauh di kelasnya.


"Ayo Pa, kita pulang!" sahutnya senang.


"Iya sayang, tapi sebelumnya, kita cari makan dulu yuk Key. Tiba-tiba perut Papa jadi laper. Keyla laper juga gak?!" tanya Raffa pada putrinya.


"Iya sama Key laper juga Pa.." jawabnya memajukan bibirnya sambil mengusap perutnya.


"Ya sudah kalau begitu ayo kita cari Restoran." sahut Raffa lagi yang di angguki cepat oleh Keyla.


Mereka pun bergegas naik mobil. Setelah menyalakan mesin, Raffa melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan.


Di dalam mobil Keyla tengah asyik memainkan game di ponsel milik Papanya dengan serius.


Raffa pun tersenyum melihat putrinya, lantas ia menepikan dulu sebentar mobilnya di depan sebuah apartemen. Dan tak lama seseorang masuk di belakang mobil Raffa, dan Keyla yang tak menyadarinya karna terlalu fokus dengan ponsel Papanya. Tiba-tiba seseorang mengecup pipinya dari belakang tengah mobil.


"Hallo sayang... Baru pulang sekolah ya..." sapa seorang wanita muda berambut pirang panjang bergelombang sepinggang. Diperkirakan usianya baru 26 tahun.


Keyla terkejut, hafal dengan suara dan juga bau parfum bunga yang menyengat itu, lantas mendelik kesal ke arahnya seraya mengusap kasar pipinya yang tadi sempat di cium olehnya.

__ADS_1


Tanpa menjawab sapaan darinya. Keyla menatap kesal pada Papanya yang juga baru masuk lagi ke mobil.


"Pa, kenapa Tante ini ikut juga sih?!" Protesnya blak-blakkan.


"Papa yang ajak Tante Viona. Kan biar kita bisa makan bareng. Bertambah satu orang teman nanti bertambah rame..." timpal Raffa tersenyum seraya mengusap kepala putrinya, lalu kembali fokus ke depan dan menyetir mobilnya.


Raffa tahu Keyla pasti akan protes bila ia mengajak Viona. Raffa hanya ingin putrinya itu lebih dekat dengan calon istrinya tersebut. Raffa mengenal dan menjalin hubungan dengan Viona sudah lima bulan ini. Viona di perkenalkan oleh sahabat baiknya. Viona gadis cantik yang bekerja di sebuah perusahaan kosmetik. Pertama bertemu Raffa tak ada perasaan apapun padanya, namun setelah sering berkomunikasi Raffa mulai tertarik dengannya. Dan dia ingin mencoba menjalani hubungan yang serius dengan Viona, berusaha untuk tidak berlarut terus dengan kesedihan karna di tinggal istri yang dicintai.


Semenjak istrinya meninggal, Raffa akui dirinya sangat kesepian dan butuh seorang pendamping di hidupnya. Bukan ingin mengkhianati cinta sang istri. Cinta pada Dania tetaplah ada di hati bahkan selamanya namanya tak kan pernah terganti, namun dia juga butuh untuk menyalurkan segala hasrat dan mencurahkan isi hatinya, dan Viona baginya sudah cocok untuk menjadi istrinya kelak dan juga ibu sambungnya Keyla.


Keyla meletakkan kasar ponsel Papanya si dashboard mobil lalu bersedekap tangan dan menyenderkan punggungnya. Bibirnya mengerucut kesal dengan Papanya yang akhir-akhir ini sering sekali mengajak kekasihnya.


Wanita yang bernama Viona itu hanya tersenyum sinis, tentunya ia tak peduli dengan sikap putri kekasihnya padanya. Dia hanya berpikir mengenai masa depannya yang cerah nanti, karna sebentar lagi ia akan di persunting oleh seorang duda tampan dan kaya raya persis seperti keinginannya selama ini.


Selang beberapa menit. Mereka telah sampai di sebuah Restoran.


"Ayo turun kita sudah sampai!" sahut Raffa. Raffa pun lekas keluar dari mobil setelah memarkirkannya lalu di ikuti oleh Viona.


Ketika Raffa menggendong putrinya untuk menurunkannya dari mobil. Sontak Keyla berteriak memanggil seseorang yang tak jauh beberapa meter di belakang tubuh Raffa.


"Tante Raraaa!!" teriaknya girang.


Lyra yang juga baru keluar dari Restoran itu setelah membeli makanan matang untuk makan malam dirinya dan ibunya, sontak saja terkejut mendengar teriakan Keyla disana. Dan gadis kecil itu melambai tangan ke arahnya di gendongan seorang pria yang sedang memunggunginya. Juga ada seorang wanita cantik yang berdiri di sampingnya.


"Keyla..." gumamnya tersenyum lebar dan membalas lambaian tangan gadis kecil itu.


"Siapa sayang?" tanya Raffa pada Keyla yang belum sempat melihatnya karna mengambil dulu ponselnya yang tadi di taruh Keyla di mobil.


"Itu Pa, ada Tante Raraa!" jawabnya. Dan Keyla cepat-cepat turun dari gendongan Raffa lalu berlari ke arah Lyra di depan pintu Resto.


Raffa pun berbalik badan setelah menutup lagi pintu mobilnya. Memandang putrinya berlari ke arah seorang wanita.


Senyum Raffa yang tadi ikut terbit melihat Keyla yang ceria pun, seketika memudar setelah ia melihat siapa wanita anggun yang di hampiri putrinya tersebut.


"Ly-Lyra..." pekiknya pelan.


Bersambung...


...****...

__ADS_1


__ADS_2