
Hari - hari ku berubah menjadi gelap. Aku tak lagi seru dengan Lani. Aku tak lagi berbunga - bunga dengan Yori. Aku sepi, sedih, luka, bimbang dan dilema. Walaupun aku duduk di sebelah Lani. Tapi aku tetap diam dan fokus dengan pelajaran dan jika istirahat aku hanya menyendiri atau mendengarkan musik.
Saat jam istirahat tiba, aku tidak mau terlalu berlama - lama di kelas dan melihat wajah Lani begitupun Yori.
"Permisi Lan. Gue mau ke depan kelas." Kataku sedikit ketus dengan Lani.
"Hm oh iya Ri." Jawab Lani pelan.
Tanpa sadar, Yori tiba - tiba saja mengikutiku dari belakang.
"Lo ribut sama Lani?" Begitu saja dia bicara dan duduk di sebelahku saat aku sedang melamun.
Aku menoleh kearahnya dan menatapnya tajam. "Lalu apa mau lo?" Jawabku ketus.
"Ri, lo kenapa sih? Aneh makin kesini." Tiba - tiba saja Yori sedikit emosi.
"Yori, kita mau kemana sih? Lo kenapa sih jadi makin menghilang? Lo malah makin deket dan care sama Lani. Jadi lo maunya gimana? Lo maunya sama Lani? Apa gimana?" Aku menangis. Tak bisa menahan air mata.
Yori terdiam menatapku yang sedang menangis. Wajahnya yang tadinya marah berubah menjadi ikut sedih.
"Ri. Jangan nangis, nanti orang - orang ngeliatin kita. Udah - udah... gue minta maaf Ri udah bikin lo nangis gini. Kita bahas ini nanti pas pulang sekolah di belakang ruang drumband ya. Kita berdua aja. Oke." Jawab Yori sambil menepuk pundakku. "Yuk masuk kelas." Katanya lagi sambil membantuku untuk berdiri.
"Iya." Aku sambil menghapus air mata agar orang lain tidak melihat kalau aku baru saja menangis.
***
Bel pulang sekolah. Aku bergegas merapihkan buku - buku ku ke dalam tasku. Yori sudah menunggu di depan pintu kelas.
"Udah?" Tanya Yori kepadaku setelah aku menuju kearahnya.
"Iya.. udah."
Lalu kami berjalan menuju ruang drumband. Tanpa sepatah kata pun kami hanya saling diam. Dan kami pun sampai di belakang ruang drumband.
__ADS_1
"Kenapa tadi lo ngomong gitu Ri?" Tanya Yori lembut.
"Kalian sekarang jadi sangat dekat, makanya gue nanya sama lo." Jawabku pelan.
"Lo cemburu?" Tanya Yori singkat.
"Gak." Jawabku berbohong.
"Bener?" Ledek Yori.
"Yor. Kita kan lagi serius yaa. Kok jadi bercanda lagi sih." Aku kesal sekaligus malu.
"Iya iya... Jangan marah dong sayang... " Kata Yori sambil tersenyum.
Aku terdiam dan sedikit terkejut karna tiba - tiba saja Yori menyebutku sayang?
"Yor. Jujur ya, gue gak masalah lo mau deket sama siapa. Gue bukan siapa - siapa lo. Lo boleh suka sama siapa pun, gue gak ada hak ngelarang lo ya. Jadi yaudah gue marah ya karna mungkin gue udah ada rasa ke lo."
"Hmm gitu ya. Yaudah jangan marah lagi yaa Ri. Kita baikan ya.." Katanya sambil mengelus kepala ku dengan lembut.
"Gue anterin ya.." Jawab Yori dengan lembut.
Aku tak bisa menolak, karna sejujurnua aku rindu. Rindu duduk berdua di motor bersama Yori. Bisa memeluknya dari belakang, dan bisa memandang wajahnya dari kaca spion. Aku masih dapat melihat lesung pipinya yang dalam.
Dalam perjalanan Yori menggodaku "Kangen yaa di boncengin gini sama gue?"
Aku hanya membalas ucapannya dengan senyuman dan memeluknya erat saat itu. Indah.. dan hatiku masih tetap berdebar. Aku berharap setelah ini kami bisa kembali lagi seperti diawal kami dekat.
***
Sesampainya aku di rumah, handphone ku berdering. Tanda pesan singkat masuk. Saat aku membukanya, ternyata Yori. Ah senangnyaa.. dia sudah mulai mengirimki pesan lagi.
"Lo udah sampe Ri?"
__ADS_1
"Udah nih, baru aja. Gue mau bersih - bersih dulu yaa."
"Kalo udah selesai kabarin gue yaa."
Yaaaa Yori ku kembali. Semoga.
Setelah aku selesai mandi dan makan. Lalu aku membalas pesan Yori.
"Gue udah selesai. Lo udah makan Yor?"
"Udah? Nanti aja, gue masih kenyang Ri. Nanti malem telponan yuk"
"Emang tadi udah makan yaa di sekolah? Oh boleh, jam berapa?"
"Iya tadi habis nganterin lo gue beli soto dulu di parmin deket rumah. Jam 7an aja yaa telponnya."
"Oh gitu. Oke deh siap. Lo lagi apa Yor?"
"Gue lagi tiduran aja di kamar nih. Lo Ri?"
"Gue baru selesai makan nih, makanya SMS lo."
"Gak istirahat Ri?"
"Iyaa sebentar lagi gue istirahat kok, untuk mengumpulkan energi buat nanti malam ya. "
"Hahaha energi apa emang?"
"Energi ngelawak pas telpon gue hahaha."
"Gak perlu ngelawak gue juga udah lucu kan Ri?"
"Hahahaha.. "
__ADS_1
Aku begitu rindu moment ini, selalu. Kami kembali hangat, Yori tidak lagi cuek, Yori dan aku saling membalas pesan lagi. Dan seperti biasa, kami tak ada habisnya mengobrol. Apa lagi selanjutnya ya? Mungkin setelah ini kami bisa segera jadian.