Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 49. Pelantikan Drumband


__ADS_3

Hari ini aku harus benar - benar fokus untuk pelantikan besok. Tidak lagi memikirkan perasaanku kepada Yori. Yaa benar kata Ka Romi, aku harus fokus untuk pendidikan dan kegiatanku di drumband.


"Lo udah bikin name tag buat besok Ri?" Tanya Pipit.


"Udah kok, kemarin gue bikinnya." Jawabku singkat.


"Serius lo udah buat? Itu dari kantong plastik kan? Ih susah tau bikinnya."


"Justru malah gampang kan itu dari kantong plastik tinggal diiket aja pake tali, tulis biodata pake spidol warna putih."


"Susahhh tulis di plastik tuh jadi jelek tulisan gue Ri." 


"Yaudah sini gue buatin deh." 


"Gak punya plastiknya."


"Yaampun Pit, tinggal lo beli aja di warung. Deket sekolah kita ada warung kann ih repot deh lo." 


"Hahahaha ih Riri jangan marah - marah dong. Iyaa deh, gue beli dulu yaa Ri. Tapi bikinin yaa.."


"Iyaaa cantikkkkkk.... Udah sana beli duluuu."  


Aku duduk sambil memainkan ponsel untuk menunggu Pipit kembali, tak lama Yori datang dengan ekspresi yang berbeda. Tidak seperti biasanya, wajahnya murung. 


"Yor, udah siapin buat besok pelantikan?" Aku bertanya saat dia duduk di sampingku.


"Belum. Nanti aja." Jawab Yori dengan singkat dan sepertinya kesal. 


"Lo kenapa?" Tanyaku sambil menatap matanya.


Yori tidak menjawab, dia hanya diam dan terlihat sibuk dengan ponselnya.


"Yor."


"GUE GAPAPA! BISA DIEM GAK SIH LO!" Jawab Yori dengan nada yang tinggi.


Aku tersentak dan terkejut saat Yori membentakku seperti itu, aku tidak tau ada apa dengan Yori. Yang pasti aku sangat takut dan aku tau Yori sedang tidak baik - baik saja. 


"Yaudah gue tinggal deh ya. Lo butuh waktu." Aku berdiri dan meninggalkan Yori yang masih tidak meresponku. Dan dia masih tetap diam. 


Aku tidak tau kenapa Yori bersikap seperti itu, aku berusaha untuk tetap di sampingnya walaupun dia dalam keadaan tidak baik pun. Tapi aku merasa aku tidak dianggap dan tidak di prioritaskan dalam hal apapun. Ya Aku baru sadar itu.


"Ri.. Kok diluar?" Tanya Pipit yang baru datang membeli kantong plastik. 


"Gapapa.. Udah dapet kantong plastiknya?" 


"Udah nih, tapi gak bisa beli satu harus beli lima. Yaudah sekalian aja ini siapa tau ada yang belum bikin sama kayak gue." 


"Oh yaudah gapapa nanti yang lain dikasih aja sama yang belum buat." 


Saat aku sedang membantu Pipit membuat name tag, Yori keluar dari ruang drumand. 


"Eh Yori. Udah bikin name tag belum buat beso?" Tanya Pipit.


"Belum. Bikinin lah Pit." Yori menjawab pertanyaan Pipit. Sedangkan denganku tadi dia malah membentakku. 


"Laah ini aja gue minta bikinin cewek lo yaa Yor."


"Yaudah nanti gue minta bikinin Lani deh." Jawab Yori tanpa rasa bersalah dan dia pergi meninggalkanku dan Pipit.


Pipit hanya terdiam dan melihat kearahku saat respon Yori seperti itu. Aku pun tidak merespon apapun saat melihat sikap Yori. 


"Lo berdua lagi berantem?" Tanya Pipit.


"Gak kok." Jawabku yang masih sibuk menulis isi name tag Pipit.


"Terus?"


"Gue sama Yori ya gapapa."


"Kalo gapapa kenapa gitu tadi dia?"


"Kalo lo tanya gue, gue tanya siapa dong?"


"Lah ya lo pacarnya Ri, gue harus tanya siapa?"


"Tanya Lani."

__ADS_1


"Ri...  Tapi kalian masih pacaran kan?" 


"Masih kok Pit." 


"Duuhhh kalian nih kenapa sih jadi bingung loh gue."


"Gak usah di pikirin yaa Pit. Udah nih name tag lo udah jadi. Gue udah ikutin visi sama misi yang lo minta yaa." 


"Ih cepet juga. Makasi yaa Riri."


"Ya orang bikinnya gini doang, ngapain lama - lama." 


"Yaudah yuk kita balik aja Ri. Besok kan kita pagi - pagi kesini.... duh deg - deggan nih besok siapa yang bakal kepilih jadi ketua sama wakilnya."


"Yuk balik aja, udah sore juga. Gue mau istirahat. Kita pulang bareng yuk Pit."


"Lo gak dianterin Yori ke depan?"


"Gak usah. Gue sama Yori lagi butuh waktu sendiri - sendiri dulu kayaknya." 


"Yaudah kalo gitu yuk."


Aku dan Pipit segera pulang dan Aku tidak berusaha mencari Yori saat itu, aku hanya memikirkan untuk esok. Mungkin perasaanku harus terbiasa mulai sekarang dengan sikap Yori yang seperti tadi. Mungkin aku merasa Yori sedang bosan denganku atau dia sedang malas denganku. 


***


"Pagi guys." Sahutku pagi ini untuk memulai pelantikan junior.


Yaa pagi ini angkatanku akan melantik adik kelas terlebih dahulu, dan aku di tugaskan untuk bertanggung jawab membuka acara. 


"Pagi Ka...." Jawab semua junior serempak.


"Okee.. Pagi ini kita akan melakukan kegiatan pelantikan untuk kalian terlebih dahulu yaa... Disini kalian bisa kenalan dengan beberapa senior yang sudah lulus maupun yang masih bersekolah disini. Gue gak akan kenalin ke kalian karna nanti kalian sendiri yang akan berkenalan langsung dengan mereka yaa... Tanya mereka sebelumnya pegang alat apa disini yaa..."


"Baikkk Ka!!" Jawab mereka lagi dengan serempak.


Lalu kegiatan pelantikan junior dimulai dan aku mulai sibuk mengerjai mereka. 


"Permisi Ka..." Kata salah satu Juniorku yang bernama Fani.


"Iya Ka." 


"Visi Misi lo apa nih? Mau bikin drumband kita jadi marching band? HAHAHAHA Gimana caranya dek?" 


"Hmmm yaa hmm harus banyakkin event sama....hmmm sering latihan Ka.."


"HAHAHAHAHA Iya gitu?"


"Iya Ka." 


"Fan.. Lo tuh masuk ekskul ini untuk apa sih?" 


"Untuk... yaa mau masuk aja Ka."


"Berarti gak ada tujuannya dong ya?" 


Fani terdiam saat aku benar - benar mengejarnya dengan pertanyaan. 


"Ri..." Ka Beno datang menghampiriku. 


Lalu aku menyuruh Fani untuk berkenalan dengan senior lainnya.


"Ya kenapa. Ka?" 


"Ini mereka jangan lama - lama ya.. Soalnya habis ini kan kalian, dan kayaknya lama nih kalo lantik kalian." Jelas Ka Beno sambil berbisik.


"Hmmmm Oke Ka... Nanti aku kasih tau Yori." 


"Yori, Lani, Pipit, Mytha dan lainnya udah gue aja yang kasih tau. Kalian fokus aja lantik mereka." 


Setelah pelantikan junior selesai, Aku, Yori, Pipit, Mytha, Bani, dan yang lainnya semua angkatanku bersiap untuk pelantikan kami. Ya ini yang paling menegangkan, karna ini kenaikan jabatan untuk pergantian ketua, wakil, bedahara, sekertaris dan seksi lainnya. 


"Gue minta Yori, Nana, Riri, Lani, Mytha, Pipit, Bani, Pipit masuk ke dalem." Ka Fero menyuruh kami semua masuk ke dalam Kelas. Aku tidak tau untuk apa, yang pasti ini sangat mendebarkan.


"Lo semua ngerasa ada yang salah gak?" Tanya Ka Beno.


Kami semua diam dan menggeleng kepala.

__ADS_1


"Wahhh keren nih mentang - mentang udah senior lo semua yaa jadi kayak jagoan semua." Sahut Ka Fero.


"Riri...Yori... Gue tau yaa kalian berdua pacaran. Tapi lo berdua bisa gak sih profesional?" Ka Beno mulai meninggikan nada bicara.


"Lo semua pada gak tau diri ya... Mentang - mentang kita deket sama kalian yaa kalian jadi merasa keren?" Kata Ka Romi sambil mengitari kami.


Kami semua masih tetap terdiam, semua senior berkumpul di depan kami semua dan menatap dengan mata tajam. 


"Lo lagi Yor. Lo tanpa dosa yaa tadi di depan gue baru bikin name tag. Lo bisa disiplin gak sih? Ha gila lo gak menghargai gue banget sih." Kata Ka Fero sambil menatap Yori. 


"Maaf Ka...." Jawab Yori. 


"Gue dan senior lainnya udah bisa menilai kalian kok, mana yang serius di ekskul ini, mana yang cuma main - main aja." Sahut Ka Beno lagi. 


"Udah sihhhh Ka... emang ini semua main - main aja." Sahut Ka Titi dari belakang. 


"Mau diapain nih semua Ka?" Tanya Ka Beno ke Ka Fero.


"Udah semua ke depan deh. Gue kasih kalian hukuman, karna kalian gak ada kerjasama dengan baik."


Kami semua di giring ke depan kelas, di halaman sekolah kami semua diminta untuk duduk semua di bawah. Dan Ka Fero mengeluarkan 1 botol minum berukuran 2 liter yang aku tidak tau itu isinya apa, warna minuman berwarna putih tapi ada cokelatnya. 


"Lo semua harus minum ini sampe habis, keliling dari depan sampe belakang.." Teriak Ka Romi.


Lalu botol itu mulai di buka oleh Bani yang duduk di depan, Bani ragu untuk meminumnya.. Dia mencium terlebih dahulu.


"Kenapa lo cium Ban? Jijik Lo? Ayo minum!" Teriak Ka Fero sambil menatap Bani.


Akhirnya Bani meminumnya sedikit, lalu Bani menggiring ke sebelahnya... Begitu sampai di Aku.


"Ayo Ri, Minum. Itu gue isiin racun buat kalian semua." Ledek Ka Fero.


Aku meminumnya dan ternyata itu susu putih dengan di campur permen - permen yupi, cokelat dan biskuit. Aku kira memang benar di campur makanan yang gak masuk akal. 


"Enak kan Ri?" Tanya Ka Beno sambil tersenyum.


Aku hanya terdiam dan setelah itu menunduk. Lalu botol itu berhenti di Lani, Lani menangis. Dia seperti tidak mau meminumnya.


"Lo kenapa Lan?" Tanya Ka Romi saat minum itu berhenti di Lani.


"Ka, maaf aku gak bisa minum ini." Jawab Lani dengan nada pelan.


"Loh.. yang lain minum looohhh, masa lo gak mau minum? Gak setia kawan banget lo ya." Jawab Ka Romi.


"Lo takut kita racunin Lan?" Tanya Ka Beno menghampiri Lani.


"Setidaknya lo hargai lah temen - temen lo yang minum. Buruan minum walaupun dikit." Sahut Ka Fero. 


Lani meminumnya sedikit, lalu dia seperti menahan mual. 


"Yaudah kasih tuh ke sebelah lo." Sahut Ka Romi.


"Minum Pit." Kata Ka Beno.


Pipit meminumnya dan tanpa ada rasa mual. Setelah Pipit, selanjutnya Yori yang terakhir. Yori meminumnya dengan kuat.


"Okee sudah yaa terakhir nih Yori yaaa, tinggal dikit nih. Okee gue minta puter lagi dari Yori. Yuk." Sahut Ka Romi.


Saat Yori selesai minum, bergeser ke Pipit lalu ke Lani. Lani tidak mau lagi meminumnya dan lagi - lagi dia mengeluarkan air mata, lalu tiba - tiba Yori menarik botol itu dari tangan Lani dan segera menghabiskannya tanpa ada sisa. 


"Lah Yor... kok lo habisin sih?" Tanya Ka Romi.


"Lani gak suka minum susu Ka. Jadi gue gak bisa kalo gak habisin minum ini." Jawab Yori dengan lantang.


"Widih ceritanya lo belain Lani ya?" Ledek Ka Beno. 


Semua terdiam dan saling pandang saat Yori sangat membela Lani. Dia benar - benar kesal saat melihat Lani tidak bisa menerima minuman yang diberikan saat itu. Aku seperti tidak di hargai saat itu, aku bisa melihat mata Yori. Dia begitu khawatir dengan Lani. Di depanku dan di depan semua orang dia membela Lani. 


"Okee.... Gue udah menentukan siapa yang akan jadi ketua barunya. Yaitu Yori, wakil satu Nana, wakil dua Riri, dan gue kasih spesial untuk wakil tiga Lani." Jelas Ka Beno.


"Wakil tiga tugasnya apa emang Ka?" Tanya Lani.


"Penghibur kalo ketua lagi bete. Karna wakil satu untuk tegas, wakil dua untuk ide.." Jawab Ka Beno.


"Ih aku jadi wanita penghibur?" Lani menjawab dengan manja.


Aku benar - benar kesal saat melihat sikap Lani yang seperti itu. Sangat menyebalkan. Dn Yori pun masih belum mengajakku berbicara. Aku tidak tau kenapa sikap Yori seperti itu, aku masih belum bisa mengajak bicara dia sampai saat ini karna dia masih tidak mau bicara denganku. 

__ADS_1


__ADS_2