
Hari ini aku menikmati sejuknya udara setelah hujan berhenti, menikmati lembabnya udara. Aku menikmatinya dengan memejamkan mata dan membayangkan yang indah, membayangkan saat Aku berjalan berdua saja bersama Yori. Bergandeng tangan dan tertawa bersama, merasakan detak jantung diantara kita. Seandainya saja hubunganku seperti itu mungkin aku akan menjadi perempuan yang paling bahagia.
"Lagi ngapain sih Ri?" Tiba - tiba ada seseorang yang menghampiriku.
Aku membuka mata dan menoleh. "Eh.... Ky... Gue lagi menikmati udara habis hujan nih."
"Yori mana?"Yang ternyata Rizky yang datang menghampiriku, dia adalah teman baruku.
Rizky adalah anak pindahan dari Bandung.
"Lagi main sama temen - temennya kali." Jawabku singkat.
"Lo sedih Ri? Cerita sama gue." Rizky menatapku dengan tajam.
"Gak kok Ky. Gue baik - baik aja..."
"Lo mau apa?"
"Gak mau apa - apa Ky."
__ADS_1
"Lo berdua tuh sebenarnya pacaran atau gak sih Ri?"
"Pacaran Ky...yahh tapi gitu deh." Aku menghela nafas.
"Dari kapan sih lo pacaran sama dia?"
"Yahh dari pas mau kenaikan kelas sih. Tapi deketnya udah dari awal masuk kelas satu Ky."
"Lama dong.. Kenapa kok kayaknya sikap Yori cuek banget ke lo ya Ri?"
"Emang gitu kok Yori Ky. Tapi yaa gapapa gue juga gak masalah itu."
"Bohong! Gue bisa liat mata lo Ri. Lo gak bisa bohong sama gue Ri, lo gak mau Yori cuek gitu. Lo pengen Yori tuh care sama lo, sering ngobrol berdua sama lo. Tapi dia lebih sering asik sama temen - temennya, lebih asik dengan dunianya sendiri. Padahal dia punya pacar loh."
"Hah? Lo cantik Ri, baik. Kenapa sih lo tuh ah...!" Jawab Rizky dengan emosi.
"Ky... Gue gak sebaik yang lo pikir kok. Gue banyak kurangnya, banget mendam perasaan. Iya bener yang lo bilang, gue bohong kalo gue fine fine aja sama sikap Yori yang gitu. Tapi gue juga gak bisa minta dia jadi cowok yang gue mau kan? Care, baik terus ke gue, gak asik sama dunianya sendiri dan temen - temennya. Gak Ky, gak bisa.... Gue tau Yori gimana, gak suka dilarang dan diatur - atur dan gue menghargai itu. Gue mau mengerti sifat dia yang gitu."
"Sialan si Yori. Pengen gue hajar dia Ri. Lo sayang banget sama dia ya Ri?" Aku melihat Rizky mengepal tangannya dan seperti ingin memukul.
__ADS_1
"Ky, gue sayang sama Yori." Aku langsung memegang tangan RIzky, lalu aku lihat tangannya tidak lagi mengepal.
"Yaudah daripada liat lo sedih gini kita nyanyi aja yuk, gue ambil gitar dulu ya." Rizky lalu berusaha berubah ekspresinya.
Rizky mengambil gitarnya di kelas, dan kembali ke tempatku duduk dan kita bernyanyi bersama. Aku senang bisa mengenal RIzky, dia orang yang baik. Walaupun aku dan dia baru kenal, tapi kami sudah begitu dekat. Dia seperti kakak bagiku, bisa melindungiku dan bisa menenangkan hatiku saat aku sedang memikirkan sikap Yori.
***
"Ri. Lo kok akhir - akhir ini sering bengong ya?" Tanya Ka Romi saat aku sedang melamun.
"Gue kayaknya lagi pusing deh Ka, banyak tugas." Aku menjawab dengan tatapan kosong.
"Fokus dong Ri, ini sebentar lagi juga kita kan mau pelantikan ketua dan wakil baru loh."
"Iyaa maaf Ka..."
"Kalo ada masalah pribadi udah lah gak usah di bawa - bawa ke drumband." Jawab Ka Romi seperti sedang memperingatiku.
"Iyaa Ka. Baik."
__ADS_1
Memang sepertinya akhir - akhir ini aku sedang tidak fokus latihan ataupun belajar, karna aku mulai merasa hubunganku dengan Yori semakin tidak baik, Yori lebih sibuk dari biasanya. Bahkan beberapa kali aku sering melihat Yori berdua dengan Lani. Dan Yori semakin jauh dari aku.
Sekarang perasaanku benar - benar tidak baik, tidak bisa fokus dalam hal apapun. Lebih banyak diam.