Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 11. Kakak Kelas


__ADS_3

Hari - hari ku dan Yori kembali. Tapi aku masih memperhatikannya dengan Lani. Mereka masih sering terlihat bersama, tapi aku berusaha mentup mata dan telinga karna aku percaya dengan Yori. Aku percaya hatinya hanya untuk aku, walaupun kami masih belum berpacaran. Aku dan Lani pun juga tetap berusaha baik - baik saja. Tapi aku mulai sadar, saat aku dekat dengannya aku mulai seperti orang lain, bukan lagi seperi Riri dan Lani yang dulu sejak pertama kali kita dekat.


"Kita ke masjid bareng yuk Ri." Ajak Pipit saat jam istirahat tiba.


"Oh iya yuk." Jawabku singkat.


"Gue gak sholat yaa guys.. Lagi dateng tamu nih." Kata Lani sambil mencolekku.


"Iyaaaa Laniiii..."Kataku dan Pipit.


Sesampainya di masjid sekolah, begitu ramai senior dan teman - teman yang lainnya untuk mengantri wudhu. Aku tak biasa melihat segerombolan senior yang sedang berkumpul. Aku risih. Sebenarnya aku lebih suka sholat disaat bukan jam istirahat, karna pasti sangat ramai.


"Pit. Rame banget ya." Jawabku menatapi satu - satu orang - orang disitu.


"Yaa namanya juga istirahat Ri. Yaudah gapapa deh udah sampe sini, biar kita bisa jamaah."


Tiba - tiba saat aku sedang melepaskan sepatu aku mendengar suara teriakan dari belakang yang menyudutkan kearahku.


"Yang mana sih? Yang kacamata? Pake bando pink?" Kata seseorang di belakang sana.


Setelah itu aku tak menghiraukannya dan aku berusaha cepat - cepat masuk ke dalam masjid untuk sholat berjamaah. Dan aku berharap yang tadi itu hanya bercandaan senior.


Lalu setelah aku dan Pipit selesai sholat aku pun bergegas keluar dan berusaha cepat memakai sepatu.


"Yukk Pitt buruan, takut bel masuk nih." Aku menarik - narik tangan Pipit, padahal aku belum selesai mengikat sepatu.


"I i iyaaa sabar Ri.. masih lama juga deh kayaknya bel masuuuk. Ini sepatu ku susah tau...." Jawab Pipit sedikit kesal.


Lalu setelah itu, aku dan Pipit berjalan cepat kearah kelas.


"Ri... ih kamu kenapa sih buru - buru kayak di kejar setan gitu. Habis sholat juga astaghfirullah." Pipit mengomel sambil terengah - engah karna mengikuti langkahku yang cepat.


"Gapapa.." Jawabku singkat.


"Eh ke kantin yuk, laper nih." Kata Lani saat tau aku dan Pipit sudah di kelas.


"Gak ah capek, aku nitip aja. Parah nih Riri..." Jawaban Pipit benar - benar kesal karna sikapku tadi karna takut dengan senior.

__ADS_1


"Yuk sist..." Ajak Lani kepadaku.


"Hah? Oh i iyaa oke. Yaudah Pipit mau titip apa? Maaf yaaa..."


"Yaudah gapapa, aku titip batagor ajaa deh." Jawab Pipit sambil mengeluarkan uang di sakunya.


"Okee.."


Setelah itu aku dan Lani jalan berdua ke arah kantin, Lani sambil menggandeng tanganku dan bersenandung.


"Lalalala dudududu..."


"Nyanyi apa sih lo? Kayaknya seneng banget." Tanyaku heran.


"Ahahaha gapapahhh."


"Heii....!" Tiba - tiba saja ada seorang laki - laki memanggil dan menepuk punggungku perlahan.


"Ya?" Aku menjawab dan menoleh kearah orang itu.


"Gue boleh minta nomer hp lo gak?" DIa bertanya lalu tersenyum.


"Eh sorry sorry yaa.. Kenalin gue Bara. Ini temen gue ada yang suka sama lo. Mau minta nomer lo nih, tapi dia malu katanya.. Jadi gue yang minta nih.. Nih ketik nomer lo disini." Dia terus saja bicara dan seakan memaksaku untuk memberikan nomer handphone ku dengan menyodorkan handphonenya ke aku.


Aku masih terdiam dan bingung, karna yang aku tau dia adalah kakak seniorku diatasku 2 tahun. Mana mungkin aku berani untuk bilang tidak. Bisa habis aku.. Jaman sekolah itu junior itu paling takut dengan kakak kelas.


Lalu tiba - tiba Lani menyadarkanku dari lamunan dengan menyenggol tanganku.


"Oh i iya ka..." Aku menjawab dan sambil mengetik nomer handphoneku.


"Okee, thank you yaa.. Nama lo siapa?" Tanya dia lagi.


"Riri ka.." Jawabku dengan singkat.


"Oke Ri... Nanti kalo temen gue SMS, lo harus bales yaa. Bye.." Dia memaksa dan berlalu pergi.


Ini petaka, karna sepertinya Ka Bara tadi adalah golongan kakak kelas yang punya geng yang populer dan ngeri.

__ADS_1


"Cieeee sista diincer senior nihhh.. Yori mau dikemanain nih?" Ledek Lani sambil tertawa.


"Lan.. apasih Lo. Udah ah yuk beli makan. Keburu belll." Jawabku kesal.


"Iya iyaaa sistaaa... hahaha." Jawab Lani sambil merangkulku dan tertawa.


***


"Guyss... Si Riri diajak kenalan sama seniorrrr!" Kata Lani heboh di depan kelas.


Aku tidak fokus, sampai di kelas aku mencari - cari handphoneku untuk mengecek apa senior itu sudah mengirimkan pesan singkat untukku.


"Tuh tuh kan liat langsung cek HP. Ihiiii." Lani masih saja berisik.


"Waduhhhh... Terus Yori gimana Ri??" Kata Ahmad teman sekelasku yang lain.


Semua teman sekelasku tau jika Yori sedang pendekatan denganku, jadi sudah jadi konsumsi publik jika aku dan Yori sedang ada rasa.


"Ada yang cemburu nihhhh..." Teriak Bani.


Hari itu kelas ricuh karna kehebohan Lani yang bilang ke satu kelas kalau aku diincar senior. Dan aku saat itu tidak fokus hanya ke Yori tapi melihat layar handphoneku. Tapi aku melihat Yori memandangku dari jauh, dan dia sambil ******* - ***** sebuah kertas yang dia pegang.


"Ri.. Kamu jadi harus pilih dong.. mau sama Yori atau Kakak kelas ituu." Kata Pipit heboh.


"Piiit.. Ayolah.. hati aku sekarang buat Yori. Yaa walaupun kita masih gak jelas."


"Tapi kalo kakak senior itu kasih kami kenyamanan gimana? Terus kamu akhirnya berpaling jadi suka sama dia gimaa?" Tanya Pipi lagi.


Aku terkejut mendengar pertanyaan dari Pipit, dan aku hanya terdiam. Aku tidak bisa membayangkan jika hal itu terjadi. Karna mungkin aku sudah merasa semakin lelah dengan pendekatan ini. Karna sudah hampir setahun pendekatan kami tidak berganti menjadi status baru yaitu berpacaran.


"Gue gak bisa jawab itu sih ya Pit. Please kalian semua jangan menekan gue kayak gini. Gue pusing banget sekarang." Jawabku dengan kesal dan penuh amarah.


"Aaaa Riri maaf, sini aku peluuuk." Kata Pipit sambil memelukku.


Menurutku hari itu kacau, dan sejak saat itu Yori lebih diam dan tak banyak bicara di kelas. Tapi setelah itu Yori mengirimkan pesan untukku...


"Lo bingung ya Ri?" Isi pesan singkat dari Yori.

__ADS_1


Aku sengaja tidak membalas pesan dari Yori, karna aku belum siap untuk menjawab segala pertanyaan dari siapapun saat ini.


Aku merasa hubunganku dan Yori semakin rumit saja, bahkan sampai saat ini hubungan kami belum jelas. Apakah kami akan berpacaran atau tidak?


__ADS_2