Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 9. Beri Aku Waktu


__ADS_3

Setelah seminggu berlalu, aku dan Yori tidak pernah lagi berkomunikasi setelah kejadian itu. Dan hari H event drumband pun datang. Yori bahkan tidak menyapaku sama sekali. Tapi aku tau dia masih memperhatikanku dari kejauhan, tapi dia lebih sibuk ngobrol dengan Lani. Tapi aku kesal, Lani bukannya membantuku untuk berbaikan dengan Yori tapi dia semakin dekat dengan Yori. Hati ini mulai terus bertanya - tanya ada apa dengan mereka? Kenapa mereka semakin dekat? Bahkan dengan Ryan saja dia tidak sedekat itu sekarang.


"Woy Ri." Tiba - tiba saja Bani mengejutkanku dari belakang.


"Astaghfirullah Bani lo ngagetin gue ajaaa ih!" Seakan aku tersentak dan mengalihkan pandanganku dari Yori dan Lani ke arah Bani.


"Lagian bengong aja, kesambet nanti lo."


"Ban, lo temenin gue ya disini." Jawabku sambil menahan air mata.


"Ehhh kenapa lo? Lah si Lani mana? Yori?"


"Gak tau! Lo disini aja pokoknya ya."


"I iyaaa busetdeh galak amat si Riri. Udah makan belum lo? Tuh ada makanan disana. Atau minum deh."


"Gue gak laper dan gue gak haus!"


"YaAllah Riri ih galakkk. Takut nih." Ledek Bani.

__ADS_1


"Riiii...." Seseorang memanggilku dari kejauhan.


Aku hany menoleh tanpa mengatakan sepatah katapun.


"Ih lo gue cariin jugaaa. Ternyata sama Bani disini. Yukk kita siap - siap." Ternyata Lani yang memanggilku dan langsung menggandengku.


Aku hanya diam dan tidak ada respon apapun, tapi aku tetap mengikuti langkah Lani berjalan. Dia terus menggandeng tanganku. Seperti biasa Lani selalu ceria tanpa ada wajah sedih.


"Yukkk guys, kita siapkan penampilan yang terbaik yaaa! Yuk yuk semangaat semangat!" Teriak Ka Beno.


***


Setelah event selesai, kami semua berkumpul untuk makan bersama. Hatiku masih kesal, tapi aku cukup senang juga karna bisa benar - benar tampil menjadi pemain di drumband.


"Hah? Ri. K kenapa lo nanya gi gitu sih?" Lani menjawab seperti ada yang di sembunyikan.


"Gak ada yang lagi lo sembunyiin dari gue kan ya Lan?" Tanyaku dengan gemetar. Aku belum cukup kuat mendengar kejujuran Lani.


"Sini sini Ri. Gak enak nanti pada denger omongan kita ya." Lani sambil menarik tanganku dan menjauh dari teman - temanku lainnya.

__ADS_1


"Please ya Ri. Jangan mikir macem - macem. Tapi gue minta maaf banget sama lo, gue mau jujur." Kata Lani sambil menggenggam tanganku.


Aku masih terdiam dan menunggu dia melanjutkan bicara.


"Gue... gue.... gue kayaknya yah... udah mulai baper sama Yori." Lani mengatakannya sambil menundukkan wajahnya.


Aku masih diam dan melepaskan tanganku dari genggaman Lani.


"Udah gue duga." Aku sambil meneteskan air mata. Menusuk, benar - benar menusuk kendalam hati. Aku dan Yori belum benar - benar berpacaran tapi sahabatku sendiri mulai menyukai orang yang jelas sedang proses pendekatan denganku.


Lani masih menunduk dan terdiam setelah berbicara seperti itu.


"Sejak kapan?" Tanyaku dengan menahan air mata untuk keluar lebih banyak.


"Belum lama Ri, tapi lo tenang aja. Hati Yori masih buat lo kok dan gue kan sekarang lagi proses deket sama Ryan." Jawaban yang tidak meyakinkan.


"Lo jelas lagi pendekatan sama Ryan tapi lo bisa baper sama Yori! Dan itu adalahhh orang yang lagi pedekatan sama sahabat lo sendiri Lan? Are you crazy?" Suaraku mulai meninggi karna tak bisa menahan emosi.


"Ssttt Ri.. please, kita gak jangan ributin ini disini ya.. supaya gak ada yang tau hal ini. Ini biar jadi masalah kita berdua aja. Yori juga gak tau kok."

__ADS_1


"Cukup Lan. Gue belum bisa mencerna ini semua. Ini terlalu membingungkan buat gue, gue juga gak bisa apa - apa. Karna status gue dan Yori belum pacaran. Gue butuh waktu."


Setelah aku mengatakan itu, aku berlalu pergi meninggalkan Lani sendiri. Benar - benar pikiranku sangat kacau. Emosiku tak terkendali. Aku hanya diam selama perjalanan pulang dari event, bahkan setiap orang menanyakan kepadaku aku hanya menjawab seadanya saja. Moodku benar - benar hancur. Aku tidak tau apakah hubunganku dengan Yori akan membaik atau sebaliknya.


__ADS_2