
Sebelum aku melanjutkan bagaimana hubunganku dengan Yori, aku ingin sedikit bercerita tentang dia. Yori, selama berpacaran dengannya dia adalah sosok laki - laki yang cuek dan tidak romantis, tanpa ada embel - embel kata - kata modus yang dia ucapkan. Dia aktif di OSIS dan drumband. Walaupun dia orang yang cuek dan gayanya selalu sembarangan tapi dia bisa menjadi orang yang serius.
"Gue emang gini orangnya Ri. Gue cuek, gak kayak cowok - cowok diluar sana yang biasa kasih bunga, coklat dan puisi - puisi gombal. Lo bisa terima?" Beberapa kali Yori memberikan pernyataan sekaligus pertanyaan itu kepadaku.
"Gue terima lo Yor, karna gue sayang sama lo." Jawabanku yang selalu aku ucapkan.
Yori adalah seseorang yang dekat dengan teman - teman perempuan juga, bukan cuma dengan Lani. Tapi memang aku selalu cemburu jika melihat Yori berdua dengan Lani. DIa begitu berbeda saat berdua dengan Lani, seperti membagi hatinya dengan ku dan Lani. Apalagi aku tau perasaan Lani kepada Yori, dia yang berusaha mendekatiku agar bisa berpacaran dengan Yori tapi dia sendiri yang menusukku dari belakang dengan menyukai Yori dan sering jalan berdua. Harusnya dia bisa menjauhi Yori bukan semakin dekat.
Yori adalah anak laki - laki paling besar di keluarganya dan dia juga adalah anak kesayangan dari ibunya sejak ayahnya meninggal dunia.
"Gue tuh harus bisa banggain orang tua gue Ri, gak mau terus - terussan ngerepotin orang tua gue. Apalagi orang tua gue tinggal nyokap." Yori selalu menceritakan bahwa dia mau jadi anak laki - laki yang membanggakan keluarganya.
__ADS_1
Saat dia sibuk di OSIS dia selalu jadi kebanggaan teman - teman dan senior. Karna dia yang aktif dan cekatan, walaupun dalam berfikir dia kurang. Tapi dia menjadi orang yang tegas. Lalu jika di drumband dia sangat serius berlatih apalagi kalau sudah ada event dia benar - benar serius dan bergaya cool di depan semua orang. Yori selalu bisa menghibur aku dan teman - temanku yang lainnya, dia benar - benar akan menjadi pelawak dadakan.
"Yor, lo kenapa deh kayak cacing kepanasan gitu anjir... petakilan banget." Aku kesal melihat tingkah hebohnya saat itu.
"Apasihh apasihh apasihh." Jawab Yori sambil mencubit - cubit pipiku dengan gemas.
"Ihhhh Yoriiii sakiiiit ahhh. Bener - bener lo yaaa.."
"Kenapa sih laki lo Ri? Kesurupan setan dari mana dia?" Ledek Ka Beno.
Ka Beno sering meledekku dan Yori, karna menurut mereka kami pasangan aneh. Apalagi Yori yang tingkahnya selalu lucu dan jahil.
__ADS_1
"Lo kok bisa mau sih sama cowok macem gini Ri?" Tanya Ka Fero.
Semua pertanyaan selalu mengarah ke aku, kenapa aku bisa sama Yori, kenapa harus sama Yori, kenapa Riri sabar ngadepin Yori. Yaaa semua gaktau aja yaaa kalo ada sisi lain Yori yang membuat aku bisa menyukainya.
Mungkin untuk sebagian orang Yori bukan laki - laki yang serius, dia hanya main - main. Tapi tidak semua orang tau sisi lain Yori yang terkadang dia perhatian, walaupun caranya berbeda. Dia memang terlihat cuek dan selalu bercanda, tapi jika saat dia berdua saja denganku dia bisa serius dan menjadi Yori yang dewasa walaupun terkadang selalu dikasih bumbu - bumbu lelucon.
Mungkin saat aku berpacaran dengan Yori, banyak yang selalu aku pendam. Mungkin karna aku masih cinta monyet saat itu. Percintaan anak SMA yang di bumbui dengan kelabilan diri, terkadang tidak mau ada drama percintaan tapi terkadang yaa memang harus drama.
Beberapa kali orang selalu menanyakan hubungan ku dengan Yori, karna hubungan kami tidak seperti kebanyakan orang pacaran kalo diliat umum.
"Lo tuh berdua pacaran gak sih?" Tanya Bani kepadaku ataupun ke Yori. Dan Yori pasti membalasnya dengan lelucon "Loh kan kamu pacar aku sebenarnya.... kita kan baru jadian kemarin." Dan Bani pasti meresponnya dengan candaan juga "Uutayaangg... hahaha najis lo ah."
__ADS_1
Yori sehari - hari jarang menjadi orang yang serius, dia lebih sering melucu dengan siapapun. Bahkan dengan guru - guru sekalipun.