Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 6. Hari - hari Menyenangkan


__ADS_3

Sore itu, aku duduk di bawah pepohonan saat sedang beristirahat latihan drumband. Menghirup udara yang sejuk saat itu dan menikmati angin yang berhembus lembut. Suara kicauan burung dan kupu - kupu yang berterbangan menenangkan hati. Saat aku menikmati lamunanku, tiba - tiba saja seseorang mengejutkanku.


"Riiiii. Duh capek yaah. Gilaa tiap hari begini gempor juga kaki gue nih nari sana sini." Tiba - tiba saja Lani mengejutkan ku dengan keluhannya.


"Ih Lani nih ngagetin ajaa. Lagi tenang - tenang juga ah." Jawabku sambil mendorong pelan tubuh Lani.


"Hahahah ngapain sih Ri. Bengong sendirian disini. Tuh lo dari tadi diliatin sama Yori dari jauh." Kata Lani sambil menunjuk kearah Yori.


"Lani. Jangan tunjuk - tunjuk lah ih. Malu tauuu." Bisikku perlahan kepada Lani.


"Hahahaha liat dong muka dia tuh. Senyum diaa... cieeee elahh. Ku rasa ku tlah jatuh cintaaa pada pandangan yang pertama.. sulit bagiku untuk bisaaa berhenti mengagumi dirinya.... " Tiba - tiba saja Lani bernyanyi dengan suara yang keras.


"Laniii ih ssttt berisik ah. Maluuu diliatin yang lainnn." Dengan segera aku menutup mulut Lani.

__ADS_1


Setelah akhirnya latihan drumband selesai, Yori tiba - tiba menghampiriku.


"Pulang naik apa Ri?" Tanyanya sambil mengelus kepalaku.


"Oh gue naik angkot biasa. Kenapa?" Tanyaku sambil tersenyum.


"Mau gue anterin ke depan? Gue kan masih baru di Jakarta, belum tau Jakarta. Jadi gue belum bisa anterin lo ke rumah yaa, gue anterin sampe depan dulu. Gapapa kan?"


Seketika aku kembali terdiam mendengar omongannya barusan. Ini sudah jelas sekali bukan dia mengincar ku secara terang - terangan?


"Jangan. Ini udah malam loh, gue anterin aja sampe depan gapapa. Yuk. Bawa jaket kan?" Jawaban Yori semakin yakin.


"Udah sih Ri. Mau ajaa dianterin, gue aja pengen dianterin hahahha." Lani lagi - lagi menyambar saja.

__ADS_1


"Yaudah gue anterin Lani dulu baru lo deh. Kasihan juga lo udah malam gini kan." Tiba - tiba saja Yori jadi serius.


"Eh. gak usah Yor. gue minya jemput ajaa, rumah gue kan deket sini. Aman kok, udah gue telpon orang rumah.Oke byeee.." Jawab Lani sambil menepuk - nepuk pundak Yori dan berlalu pergi.


"Hm Oke yaudah yuk kita jalan Ri, keburu malam banget. " Kata Yori sambil menarik tanganku.


"Ehhh iya iyaaa sabar Yor jangan cepet - cepet jalannya." Aku sambil agak berjalan cepat mengikuti langkah Yori yang panjang.


***


Saat di motor, Yori memintaku untuk pegangan yang erat. Tapi tidak, aku tidak mau. Karna kami belum punya status apapun. Terlalu cepat untukku dan Yori dengan semua itu. Karna kami masih terlalu sebentar pendekatan. Dan saat aku turun, Yori mengatakan "Besok gue anterin kesini lagi yaa Ri. Nanti kabarin kalo udah sampai rumah. Hati - hati di jalan yaa."


"I iyaa.. nanti gue kabarin. Terimakasih yaa Yori sudah anterin aku sampe sini. Hati - hati di jalan." Aku melambaikan tangan kearah Yori lalu berlalu pergi untuk naik angkutan umum.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan, aku hanya melamun memikirkan wajah Yori. Membayangkan senyumnya dan suaranya yang berat dan khas logat Jambi. Menyenangkan bisa mengenal laki - laki seperti Yori. Aku merasa dia adalah laki - laki yang tepat untuk ku saat ini. Dia seseorang yang humoris, baik, walaupun tidak seperti lelaki kebanyakan yang romantis saat mendekati perempuan, seperti memberikan bunga, coklat ataupun puisi. Tapi dia berbeda, begitu terang - terangan jika ia mendekatiku dan tidak seperti lelaki kebanyakan dengan modal rayuan maut. Ya.. Yori sangat berbeda.


Hari - hariku dan dia terus berjalan. Aku selalu dibuat tertawa olehnya. Dia selalu memberikan kebahagiaan yang berbeda. Dari dia melucu di depanku, perhatian yang berbeda dan sebenarnya dia adalah laki - laki yang cuek, tidak pernah mesra sama sekali. Tapii.. dia berusaha untuk menunjukkan rasa sukanya kepadaku. Dan kami masih berproses pendekatan. Aku tidak tau nantinya akan terus menjadi sepasang kekasih atau hanya sekedar saling suka. Karna saat ini hatiku sudah nyaman sekali dengannya. Hanya dengan seperti ini.


__ADS_2