
Hari ini adalah ulang tahun Yori, aku sibuk mencari hadiah yang cocok untuknya. Aku izin pergi keluar sama Mama karna aku harus membelikan hadiah untuknya. Aku memang bukan tipe cewek yang suka kasih kejutan romantis. Aku pun akan memberikan hadiah untuknya nanti saat latihan drumband H-2 sebelum masuk sekolah. Dan aku mencari kado sendirian tanpa mengajak siapapun, aku berkeliling mall dan mencari apa hadiah yang cocok untuk Yori.
Yori adalah lelaki yang sederhana, selama aku mengenalnya aku tidak pernah melihat dia memakai barang - barang mewah dan bermerek, bahkan tas sekolah yang dia pakai pun sudah lusuh dan kotor. Handphone pun tidak canggih seperti yang lainnya. Dia hanya memakai Handphone model lama yang tidak bisa internetan. Jika ingin buka internet dia pasti akan main ke warnet ataupun di ruangan komputer sekolah. Benar - benar lelaki yang sangat sederhana dan tidak pernah mengikuti trend. Dompet pun yang dia miliki hanya dompet bekas Omnya. Karna di Jakarta ini Dia tinggal bersama Om dan Tantenya di Halim. Omnya adalah seorang Angkatan Udara seingatku dia pernah bercerita. Oh dan akhirnya aku tau harus memberikan hadiah apa untuk Yori. Setelah aku berkeliling mencari dompet untuk Yori, akhirnya aku menemukan yang cocok untuknya. Lalu setelah aku dapat aku pulang untuk membungkusnya. Dan aku akan segera menelponnya untuk mengucapkan Selamat Ulang Tahun.
"Udah pulang nih dari pagi sampe sore banget loh yaah." Jawab Mama yang sedang menyapu halaman saat melihatku baru masuk pagar.
"Assalamualaikum Ma.."
"Walaikumsalam. Pinter ngucapin salam. Darimana aja?" Tanya Mama.
"Jalan - jalan aja sendirian." Jawabku sambil melepas sepatu.
"Ihhh kurang kerjaan banget kamu jalan - jalan sendirian begitu. Dari pagi sampe sore gini lagi baru pulang."
"Hehehe iyaa Maa.. Yaudah aku masuk dulu yaa mau mandi bersih - bersih."
"Iyaaa..... Jangan lupa belajarrrr lagi." Mama selalu mengingatkan.
"Iyaaa Mama cantiiik."
***
Segera aku membuka Handphoneku dan mengirimkan pesan kepada Yori.
"Yori..."
Selang beberapa menit Yori menjawab.
"Kenapa sayang?"
Tak butuh waktu 1 menit aku membalasnya.
"Lagi dimana?"
Hampir 10 menit Yori baru membalas pesanku.
__ADS_1
"Baru sampe rumah. Tadi habis diajak makan sama Om dan Tante."
"Gue mau telpon Lo boleh?"
"Sekarang?"
"30 menit lagi yaa, Gue mau bersih - bersih dulu."
"Gue juga baru sampe, mau rebahan dulu di kasur."
Setelah itu aku tidak menjawab lagi pesan dari Yori, aku bergegas langsung mandi dan bersiap - siap untuk menelpon Yori di kamar. Sip mengunci pintu kamar agar mama tidak mendengar percakapan orang pacaran hehehe.
Segera saja aku memencet nomer Yori dan menelponnya. Dan Yori mengangkat setelah 2 kali aku menelponnya.
"Halo Assalamualaikum."
"Walaikumsalam Sayang...Hey."
"Yaa.... Kenapa Ri?"
"Selamat Ulang Tahun Sayang, semoga panjang umur, sehat selalu, di mudahkan rejekinya, di lancarkan pendidikannya, makin ganteng, makin lucu, langgeng terus sama aku. Amiiinnnn."
"Gak dong, Maaf yaa Gue bukan cewek - cewek romantis yang suka kasih surprise gitu. Gue cuma ngucapin sekedar gini aja, apalagi kita masih liburan sekolah gini."
"Gapapa, kayak gini aja gue udah seneng kok Ri"
"Tapi gue udah siapin kado kok buat lo, nanti pas kita latihan drumband gue kasih yaa.."
"Hah? Serius? Makasih lohhh Sayang."
"Iyaaa hehehe... yaah hadiahnya gak seberapalah di bandingkan cewek - cewek lain kalo ngasih kado ke cowoknya."
"Gue tuh sebenarnya di doain aja juga gapapa loh. Ulang tahun lo aja kemarin gue gak ngasih lo apa - apa Ri."
"Dengan lo menyatakan perasaan lo aja di hari ulang tahun gue itu udah kado Yor."
__ADS_1
"Terus ini lo lagi ngapain?"
"Gue lagi telponan kan sama lo."
"Hahaha iya yaa... Terus selain itu maksud gue."
"Oh lagi tiduran kok ini."
"Sama dong. Udah makan belum Lo."
"Belom, nanti aja habis selesai telponan sama Lo."
"Gak laper emang?"
"Belum juga, Gue masih kangen sama Lo Yor."
"Sama dong."
"Gak sabar ketemu Lo pas latihan drumband nanti."
"Hahaha nanti bukannya latihan malah pacaran. Bisa diomelin kita."
"Hahaha iya yaa..."
"Ri, Gue di panggil sama Tante gue nih. Boleh gak di matiin telponnya?"
"Iyaaa. Gapapa. Gue juga mau makan. Nanti kita SMSan aja yah."
"Yaudah.. Assalamualaikum."
"Walaikumsalam."
Setelah aku mematikan telpon, aku bergegas merapihkan hadiah untuk Yori dan menyimpannya ke dalam tas sekolah. Agar tidak lupa saat aku bawa nanti. Tidak lama Mama memanggilku dari luar.
"Ri... Makan duluuu."
__ADS_1
"Iyaa Maaa..."
Dan aku tidak sabar untuk bertemu Yori...