
"Kangen sama Yori..." Sambutku saat bertemu Yori.
"Kangen juga sama Riri." Jawab Yori.
"Ihhh kok Lo udah dateng sihh? Ini masih sepi loh, Lo nginep disini ya?" Jawabku sambil menggandeng tangannya.
"Gue udah dari pagi disini Ri, bosen di rumah. Sini... Sini.. Peluk dulu. Gue kangen. CIum cium sini.."
"Yor ah. Jangan gitu hahaha. Peluk ajaaa."
"Iyaa iyaa peluk."
Yori mulai berubah, dia lebih romantis dari biasanya. Biasanya dia cuek sekali.
"Hehhhhh lu berdua ngapain peluk - pelukkan disini????" TIba - tiba Ka Romi datang dan melihat kami sedang berpelukan.
"Ganggu aja orang pacaran nih." Jawab Yori sambil melepaskan pelukannya.
"Hahahaha sori...sori ah. Udah baikan ya? Jadi mesra - mesraan." Ledek Ka Romi.
"Ihhh Kamu kepo dehhh..." Jawab Yori sambil menarik tanganku mengajak keluar ruang drumband dan mencolek tangan Ka Romi.
"Yaampun iya iyaaa pacaran sana deh sebelum latihan, jangan berantem - berantem lagi yaa.." Sahut Ka Romi sambil berteriak dari ruang drumband.
Ternyata Yori mengajakku ke depan halaman sekolah, duduk di bawah pohon yang rindang dan sejuk. Dan disitu kami berbincang dengan serius.
"Lo masuk kelas IPA atau IPS Ri?" Tanya Yori sambil menatap kearah lapangan.
"Hmm? Gue masuk kelas IPS dulu kayaknya Yor. Katanya sih nanti minggu depannya kita ujian buat masuk IPA. Soalnya kata Wali Kelas kita ada beberapa siswa yang kayak Gue."
"Gue juga Ri." Jawab Yori singkat.
"Maksudnya? Lo juga kayak Gue? Tapi lo mau masuk IPA atau IPS?"
"Gue kayaknya IPS aja Ri, gue gak sanggup kalo masuk IPA. Pusing. Kalo IPS kan santai, gak perlu banyak belajar."
"Tapi lo tetep ikut ujian lagi kayak gue?"
"Gue tetep disuruh kok, katanya ada 5 orang yang nilai Matematikanya kurang dikit dan bisa masuk IPA. Cuma kuota kelas IPA tinggal 2 bangku lagi katanya. Jadi dari kita ber 5 nanti cuma 2 yang lulus." Ternyata Yori sudah lebih tau dari Aku.
"Lo tau siapa aja orangnya?" Tanyaku penasaran.
"Tau. Gue, Lo, dan tiga orang lagi... Nanti lo juga tau sendiri orang - orangnya. Gue gak mau bilang ah sama Lo."
__ADS_1
"Ih sebel, itu mah namanya Lo cuma ngasih tau gue sama Lo doang Yoriii."
"Hahahhaha... Yaudah sih. Lo mau jadi dokter ya Ri?" Tanya Yori lagi dengan nada rendah.
"Iyaa Yor, makanya gue harus masuk IPA."
"Kuota kelas IPA gue kasih ke Lo deh nanti. Gue rela kok buat Lo. Supaya lo jadi dokter nanti."
"Amiinnnn. Emang Lo gak mau sekelas sama Gue lagi?"
"Sekelas terus 3 tahun? Gak bisa Gue."
"Kenapa?"
"Lo tau gak kenapa Gue baru nembak Lo pas kenaikan kelas?"
"Kenapa emangnya?"
"Karna Gue gak mau sekelas sama pacar sendiri."
"Hah? Jadi itu alasan Lo sampe lama banget gitu lo baru nyatain perasaan Lo ke Gue?"
"Iyaa.. Gak bisa kangen - kangenan kalo sekelas terus."
"Hahah ada - ada aja Lo Yor, aneh banget."
"Tapi nanti kalo di IPS kita sekelas gimana?"
"Ya mau gimana lagi, tapi kan nanti lo bakal ke IPA."
"Amiiinn."
Beberapa detik kita diam sejenak dan aku baru ingat akan memberikan kado untuk Yori yang sudah di siapkan.
"Oh iyaaa, lo tunggu disini sebentar yaa."
"Mau kemana?" Tanya Yori sambil memegang tanganku.
"Sabar tunggu dulu disini yaa... Gue mau ke ruang drumband dulu ambil hadiah buat lo."
"Ohh oke oke, jangan lama - lama."
Setelah aku mengambil hadiah untuk Yori, Aku bergegas menuju Yori yang masih duduk sendiri di bawah pohon.
__ADS_1
"Hai...."
"Aduh kaget Gue Ri, lagi asik melamun juga."
"Hehehe... Maaf sayang. Ini Kado buat Lo."
"Ih apa nih??" Tanya Yori sambil membolak - balikkan Kado yang terbungkus rapih.
"Tebak."
"Gue buka aja yaa."
"Boleh dong..Buka aja."
Selagi Yori sibuk membuka kado dariku, Aku hanya melihat wajah senangnya. Memandangi terus wajahnya membuat hatiku terus berdebar.
"DOMPET?!" Yori berteriak saat tau apa isi hadiah dariku.
Aku tidak menjawab, hanya tersenyum.
Sontak Yori memelukku dan mencium pipiku. Dia senang kegirangan karna aku memberikan hadiah dompet.
"Lo tau aja gue butuh dompet baru."
"Tau dong."
"Makasi Riri Sayang." Jawab Yori sambil mengelus kepalaku.
"Iya sama - sama sayang."
Saat kami sedang asik bermesraan, Lani datang menghampiri kami.
"Ih Lo berdua ngapain disitu? Banyak semut merah tau." Katanya sambil menunjuk - nunjuk.
"Wehhh Lan.. Gue dapet kado dari Riri."
"Oh iyaa? Ih Oppa Aku ulang tahun yaaa 3 hari yang lalu?? Happy Birthday Yoriii."
"Udah basii." Ledek Yori.
"Ihhh gitu haahhaha, mau kado apa dari gue?" Tanya Lani.
"Eh gue mau sepatu dong... Beliin gue lahhh." Jawab Yori seperti anak kecil yang minta hadiah kepada kakaknya.
__ADS_1
"Ih liat cowok lo tuh Ri, masa minta beliin gue hadiah sepatu. Bener - bener lo ah. Udah ah gue masuk dulu yaa ini berat tas gue."
Aku hanya berusaha tersenyum merespon Lani yang kaku sekarang denganku. Aku masih belum bisa seperti dulu. Dan mungkin tidak akan bisa kembali seperti dulu.