Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 27. Selesai


__ADS_3

Beberapa menit kami hanya diam sambil menghirup udara sejuk sore itu di bawah pohon dekat lapangan kami latihan tadi. Aku dan Yori sangat menikmati angin saat itu, begitu menenangkan hati sampai akhirnya kita saling bicara.


"Gue gak ada maksud bikin lo sedih. Gue masih sayang sama lo Ri." 


Aku masih diam dan menyimak pembicaraan Yori. Dan benar, dia masih melanjutkan kata - katanya..


"Gue sama Lani cuma sahabatan. Dia sedih karna lo sama dia jadi gak deket kayak dulu semenjak kita pacaran." 


"Gue belum bisa Yor." Aku hanya merespon pembicaraan dia yang terakhir.


"Belum bisa kenapa?" Tanya Yori sambil memegang - megang tanganku.


"Gue gak tau Yor, gue sama Lani kayaknya gak cocok sahabatan lagi." Jawabku dengan gemetar.


"Hey hey... Kenapa sih? Dulu kalian kan deket banget loh. Masa gara - gara gue lo jadi gak deket sama dia lagi?" Kata Yori sambil mengusap kepalaku dengan lembut.


"Gaktau Yor, Lani seperti membuat tembok aja." 


"Tembok apasih?"


"Ya gue sama dia kayak ada tembok aja, jadi kayak gak bisa deket lagi." 


"Tapi lo tau gak Lani sedih, dia suka curhat sama gue, kangen deket lagi sama lo. Emang lo gak mau deket lagi sama dia?"

__ADS_1


"Belum bisa Yor, kan tadi gue udah bilang." 


"Alasan lo kurang tepat aja menurut gue Ri." 


"Gue jujur ya sama lo Yor."


"Apa?"


"Gue cemburu kalo lo deket banget sama dia."


"Ri.. tadi kan gue udah bilang."


"Iya gue tau. Tapi ganjel aja hati gue Yor. Kasih gue waktu buat gue bisa terima lagi persahabatan ini yaa Yor." 


"Oke. Selesai yaa urusan ini. Sekarang gue mau bahas soal gue marah tadi."


"Gue minta maaf yaa. Gue lagi berusaha kok berani keluar dari Halim. Dan nganterin lo pulang ke rumah." Kata Yori sambil tersenyum.


"Makasih ya Yor. Gue tunggu kapan siapnya kok." Jawabku sambil mengusap pipinya.


"Iya sayang." Yori tersenyum lagi. 


Lalu Yori memelukku dengan erat setelah kami bicara serius hari itu. Aku sangat berharap setelah ini hubunganku dan Yori tidak saling diam lagi.

__ADS_1


"Yaudah yuk, gue anterin lo ke depan ya." 


"Iyaaa sayang yuk." 


Lalu Yori mengantarkanku dengan motor maticnya. Sudah lama sekali tidak memeluk Yori dari belakang saat naik motor dengannya. Rasanya senang sekali di boncengin dengan Yori lagi. Aku mau terus masa - masa ini. Aku tidak mau kita berakhir, semoga perasaan Lani memang sudah berubah dengan Yori. Sehingga aku bisa baik - baik lagi dengannya. 


***


Setelah aku sampai rumah aku benar - benar lega, tidak lagi menyimpan sedih memikirkan hubunganku dan Yori yang masih diam. 


"Eh anak mama udah pulang. Lama banget yaa latihannya. Jangan lupa belajar aja buat ujian nanti." 


"Mama nih, aku baru sampe udah di sindir aja sih." Jawabku sambil menggerutu.


"Mama gak ngelarang kamu latihan drumband Ri, cuma ini kan kamu lagi gak jelas penjurusannya. Jadi kamu juga harus fokus kesitu nak." Jelas mama.


"Iyaa.... maaa..." 


"Yaudah sana mandi, ganti baju terus makan."


"Iyaa maa.."


"Kalo capek istirahat, kalo sempet ya belajar. Besok gak latihan lagi kan?"

__ADS_1


"Iya maa. Gak kok besok aku di rumah."


Aku juga memikirkan pendidikanku, saat mama membahas itu aku sekejap mulai pusing dan berfikir. Jika aku tidak bisa masuk kelas IPA, bagaimana dengan cita - citaku? Jika tidak jadi dokter, aku mau jadi apa? Untuk memikirkan masuk ke kelas IPS saja aku tidak membayangkan. 


__ADS_2