Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 16. Bulan Juni


__ADS_3

Minggu - minggu akhir aku menjadi murid kelas 1 SMA, banyak sekali yang harus aku lakukan. Dan ternyata akan ada event lagi untuk drumband. Kami mengisi acara di daerah cibubur. Tapi kali ini Yori tidak bisa ikut event karna dia pergi bersama om dan tantenya ke puncak. Sudah beberapa hari kami SMS-an lagi.


"Semoga eventnya lancar ya RI.. sedih yaa gue gak bisa ikut event..." Yori memang aktif sekali di drumband. Bahkan sepertinya rumah kedua dia adalah ruangan drumband. Karna walaupun hari itu tidak berlatih, dia akan stay sampai sore di ruangan drumband. Entah hanya sekedar duduk - duduk dan saling bercanda dengan senior - senior yang juga sering main disitu atau hanya sekedar tidur - tiduran saja. 


"Iya loh ini pertama kalinya lo gak ikut event drumband Yor. Kan hidup lo di drumband ya hehehe...." Aku sempat sedih karna nanti tidak bisa melihat wajah manisnya saat mengenakan seragam drumband. Ah.. aku suka sekali Yori saat memakai seragam drumband, begitu gagah dengan postur badannya yang tinggi dan besar.


"Kita mau pelantikan ketua baru kan?" Kata Yori di pesan singkatnya.


"Oh iyaa yaah, sebentar lagi sebelum kelulusan yaa.. Kira - kira siapa yaa ketua barunya yang gantiin Ka Gita dan Ka Titi?" Tanyaku sambil berdiskusi dengan Yori.


"Udah pasti Ka Romi sih ketuanya, kalo wakilnya paling Ka Oji." Jawab Yori seakan yakin karna mereka sudah terlihat akan mengganti posisi Ka Gita dan Ka Titi.


"Oh langsung berubah yaa gendernya, dari cewek - cewek jadi cowok - cowok hahahah.. Nanti pas ganti lagi perioe kita, lo deh kayaknya ketuanya.." 


"Terus lo wakilnya yaa Ri.." Yori langsung menjawab tanpa berfikir. Karna memang kami yang paling sering di ruangan drumband walaupun tidak ada latihan sama sekali. Bahkan aku sedikit bangga, karna aku, Yori, Bani, Lani dan di bantu dengan Ka Fero dan Ka Beno kita sudah mendapatkan beberapa banyak lagu untuk di tampilkan nanti di penutupan acara MOS untuk tahun ini. 


"HAHAHA iya kali yaa Yor.."


"Ciee sebentar lagi ada yang mau ulang tahun nih.." Tersentak aku terkejut saat Yori membalas pesanku.


"Ih Yori kok inget sih ulang tahun gue?" 


"Iyalahh.. masa gue lupa. Lo mau kado apa Ri?"


"Doa aja cukup kok Yor.." 


"Masa doa aja sih? Gak mau kado dari gue?"


"Ih masa mau kasih kado bilang - bilang sih. Kan surprise dong."


"Oh iya yah hahahha.... yaudah nanti gue diem - diem deh."


Benar - benar Yori sangat menyenangkan. Itulah yang membuat aku jatuh hati, dia humoris dan tidak pernah habis kata untuk berbicara denganku. Yaa seperti layaknya teman dekat. Walaupun kami saling suka, kami enjoy menjalani hari - hari walaupun sampai saat ini status kami masih belum berpacaran. 


***


"Sistaaa... Yori pergi ya?" Tiba - tiba saja Lani mengejutkanku dari belakang.


"Duh Lani, bisa gak sih lo gak ngagetin teruss... Bisa copot jantung gue kalo berkali - kali diginiin sama lo."


"Hahaha sorry sistaaa... Iyaa tadi pagi Yori bilang sama aku mau pergi tanggal 26 jadi gak bisa ikut event. Tapi dia masih aja tetep ikut latihan yaa.."


"Ya kan drumband rumah kedua buat dia Lan."


"Iyasih yaa... Calon - calon ketua drumand periode kita nih."


"Hmm.." Aku hanya menjawab singkat karna sedang malas menanggapi Lani yang semakin hari mencurigakan dengan Yori. 


"Ehhhh lo udah siap pelantikan drumband besok gak? Gila deg degan guee. Soalnya denger - denger bakal ada senior - senior yang udah alumni bakal ikut turun. Katanya galak - galak lagi." Lani masih saja terus mengoceh. Bikin pusing saja.


"Iyaaa.. udah siap kok gue. Yaudah hadapin ajalah senior - senior alumni mah Lan. Toh kan mereka cuma akting galaknya, nanti juga baik lagi. Yang bakal di galakkin kan pasti yang mau jadi ketua sama wakil nanti. Kita mah cuma lucu - lucuan aja." Jawabku tapi malas melihat wajah Lani.


"Hmm iya sih, Eh Yori mana sih?" Tiba - tiba saja tanpa salah dia mencari Yori di dengar oleh telingaku. 


"Gaktau." Aku menjawab kesal dan pergi.


Lani seperti tidak punya salah dan dosa dengan menanyakan Yori di depanku, aku sekarang semakin curiga dengan kedekatan mereka berdua. Apalagi Yori sekarang hampir setia hari berkunjung ke rumah Lani. 


Saat aku berjalan kearah lapangan, aku melihat Yori dengan Bani sedang mengobrol serius.


"Hai guys.. serius banget." Aku mengejutkan mereka berdua.


"Anjiirr lu Ri, ngagetin gue aja!" Kata Bani dengan wajah ketakutan.


"Ri.." Yori meresponku dengan gaya yang tidak biasa.


"Lo gak kaget kayak Bani Yor?" Tanyaku sambil menatapnya.


"Gue udah liat lo tadi dari samping mata, jadi gak kaget." Jawab Yori sambil mengelus kepalaku.


"Ahelah, gue jadi nyamuk nih. Gue cabut deh ah. Bye guys." Lalu Bani pergi meninggalkan kami berdua.


"Kenapa Ri? Kok tumben nyamperin gue?" Tanya Yori sambil memainkan stick drum.


"Gapapa, gue pengen ngobrol sama lo aja." Jawabku sambil tersenyum.


"Hmmm.. udah siap besok pelantikan drumband?" 


"Udah. Lo?"


"Belum, gue minta Lani aja nanti bikinin nametag deh."


"Kenapa gak minta tolong gue aja Yor?" Tanyaku sinis.


"Gak ah ngerepotin lo, biarin aja Lani haahhaa." Ternyata dia tidak mau membuatku susah.


"Hmm oke.." Aku hanya menjawab singkat dan merasa cemburu.

__ADS_1


Keesokan harinya, kami sudah bersiap - siap kumpul di lapangan untuk memulai pelantikan. Sudah beberapa senior alumni datang untk berpartisipasi. Suasana menegangkan dan mencekam saat aku melihat beberapa senior alumni yang bahkan aku belum mengenal mereka. Dan tiba - tiba saja Ka Gita, Ka Titi dan beberapa teman seangkatannya berubah menjadi layaknya senior yang tidak friendly. 


"SEMUAAAA KUMPULLLL DISINI!!" Teriak salah satu senior alumni yang aku tidak tau siapa namanya.


"BARIS SESUAI ALAT! CEPETTT!" Teriak Ka Titi kepada kami semua.


Dengan cepat kami mengatur barisan kami dengan rapih. Begitu menegangkan hari itu. Aku yang beberapa kali di suruh dengan senior dan membuatku hampir menangis karna benar - benar menyuruhku dengan hal yang tidak masuk akal. Seperti mengajak berbicara dengan pohon atau mendongeng sambil mempergakan memasak. Benar - benar senior ini menguji mental kita seharian full. Tapi setelah hari itu selesai kami makan - makan bersama dan tertawa lagi. Dan yes benar kata Yori, ketua terbaru drumbandnya adalah Ka Romi, dan wakilnya Ka Oji. 


"Gimana gimana, hari ini seru kan?" Tanya Ka Fero sambil mencolekku.


"Capek ih Ka... Parah sih ih hah." Jawabku sambil menghela nafas.


"Yaelah baru gitu doang lu, nanti kalo pelantikan lo naik jabatan tuh kayak si Romi sama Oji baru lebih capek." Ledek Ka Fero lagi kepadaku.


Aku tidak menjawab, dan hanya menghela nafas panjang dan menyenderkan tubuhku ke dinding.


"Nih gue bawain lo minum." Tiba - tiba Yori datang menghampiriku dengan membawakan 3 botol air mineral. Yang satu dia memberikannya untukku, yang satunya dia sudah meminumnya. Lalu yang satunya?


"Ini buat Lani, kemana Lani?" Tanya Yori kepadaku.


Aku hanya menggelengkan kepala dan diam tanpa mengucapkan terima kasih, karna setelah Yori memberikan air mineral itu, dia langsung berlalu pergi meninggalkanku. 


Terlihat jelas Yori semakin peduli dengan Lani belakangan ini, aku semakin menyadari itu. Perasaanku sebagai perempuan yang memiliki hati kepadanya semakin kuat bahwa mereka ada sesuatu. Apalagi Lani pernah mengakui bahwa dia sudah mulai terbawa perasaan dengan Yori. 


***


Tepat hari Kamis pagi, aku datang dengan keadaan senang dan berdebar. Karna hari itu adalah hari ulang tahunku. Yang di pikirkan saat itu adalah Yori memberikan hadiah spesial untukku. Ah semoga.


"Pagi Riri...." Sapa Pipit di depan pintu kelas.


"Pagi Pit." Jawabku dengan penuh senyuman.


"Ih cerah banget kayaknya nih Riri." Kata Pipit sambil memelukku.


"Hmmm gituuu dehh." Jawabku sambil membalas pelukkan Pipit.


"Pagi Sistaaa..." Sambut Lani yang datang tiba - tiba.


"Pagiii Lani.." Jawabku dengan senyuman.


"Hmm Sist, ada yang mau gue omongin. Tapi nanti yaa pas pulang sekolah. Okee." Aku merasa akan ada sesuatu yang bersar hari ini, Lani akan mengatakan sesuatu yang akan membuatku lega sekaligus sakit. 


Saat pulang sekolah tiba, Yori tiba - tiba menghampiriku dan Lani.


"Mau ngobrol disini?" Tanya Lani kepada Yori.


"Mau ngobrol apa ya?" Tanyaku heran kepada mereka berdua.


"Guys... Gue duluan yaa ke ruang drumband. Jangan sampai telat latihan loh, 2 hari lagi kita event." Timpal Pipit sambil membawa tas gendongnya.


"IYAAA..." Jawabku, Lani dan Yori serempak.


"Oke. Gue duduk dimana nih?" Tanya Yori.


"Udah lo di belakang ajaa." Jawab Lani.


"Yaudah oke. Udah Lan ngomong." Kata Yori dengan senyuman.


Aku hanya terdiam dan menunggu Lani berbicara.


"Ri. Gue mau jujur sama lo." Lani sambil memegang tanganku erat.


"Apa? Soal perasaan lo sama Yori?" Aku langsung menanyakan tanpa basa basi.


"Hmmm gini..." Lani melanjutkan pembicaraan sambil mengehela nafas yang panjang, lalu dia melanjutkannya "Gue sayang sama kalian berdua, lo berdua sahabat gue sekarang. Gue gak mau kehilangan kalian berdua. Kita udah lama kenal, udah susah, seneng, sedih kita bareng - bareng satu kelas, satu ekskul..."


Aku masih diam ingin segera mendengar pembicaraan Lani sampai benar - benar selesai. 


"Gue rela dan ikhlas kalian sama - sama. Gue ngalah." Lani melanjutkan pembicaraan.


"Gimana maksudnya ya Lan?" Tanyaku dengan menatap matanya yang seakan berlari. Seperti menutupi sesuatu.


"Lo gapapa Lan?" Tanya Yori tiba - tiba.


Aku menatap mata Lani yang berlari dan berkaca - kaca. Dan aku juga menoleh kearah Yori yang sepertinya khawatir dengan Lani.


"Intinya gue gapapa kalo kalian jadian yaa.. Udah buruan jadian deh jangan lama - lama yaa guys. Gue sayang sama kalian." Lani sambil menarik tangan Yori dan menyatukan tanganku dan tangan Yori.


"Udah, itu aja yang mau gue omongin. Gue duluan ke ruang drumband ya.. Kalian jangan lama - lama ngobrolnya di kelas. Nanti telat kalian di hukum lo. Oke guys. Byee.." Lani lalu berdiri dan berlalu pergi meninggalkan kami di dalam kelas hanya berdua saja.


Aku seperti masih mengganjal, kenapa Lani seperti memakai topeng? Bibir berkata baik - baik saja, tapi hati berkata tidak baik - baik saja. 


"Hmmm Ri... Gue pindah ke sebelah lo ya.." Kata Yori sambil memegang tanganku.


"Ah? Oh. I iya.." Aku seperti belum mengerti maksud kejadian beberapa menit yang lalu.


"Main tebak - tebakan dulu yuk." Ajak Yori.

__ADS_1


"Tebak - tebakan apa? Gue mana bisa bikin tebak - tebakan sih." 


"Gue aja yang kasih pertanyaan."


"Ahh pasti lo jayus sih."


"Loh.. anda meremehkan saya?"


"Hahahaha apasih Yor." Tiba - tiba handphone ku berdering kencang. 


"WOIII LATIHAN! DIMANA LO? SAMA YORI YAA?" Ternyata Ka Fero yang menelponku.


"Eh iyaaa Kaaa siappp segera kesanaa."


"YAUDAH BURUAN! KALO TELAT, LO SAMA YORI LARI MUTERIN LAPANGAN 5 KALI!"


"IYAAA KAAAA SIAP." 


Setelah itu Ka Fero langsung mematikan telponnya.


"Yor, latihan. Udah di telpon." Jawabku dengan wajah panik.


"Hahahaa santai... santai... jangan panik gitu dong sayang.." Ledek Yori. 


"Ih genit Lo." Aku berusaha tenang disaat dia mengatakan sayang kepadaku, aku merasa pipi ini mungkin sudah merah merona.


Lalu kami berjalan sambil saling menatap satu sama lain dan saling melemparkan senyum. Dan saat hampir tiba di depan ruang drumband....


"INI DIAAA PASANGAN BARU KITA NIH!" Teriak Ka Fero dari jauh.


Semua sudah bersiap untuk apel persiapan latihan hari ini, hanya kami berdua yang baru datang. Dan semua menatap kami berdua sambil berbisik senang. 


"Cieelaaahhh pacaran nih sekarang?" Tanya Ka Titi.


"Apasih ih kakak berisik." Kataku dengan wajah malu.


"Dih merah tuh muka lo Ri. Hahahaha.. Peje doong." Ledek Ka Titi lagi.


"Peje apaansih kaaa?" Tanyaku lagi.


"Ih lo gaktau Peje? PAJAK JADIAN nonnn." Ka Titi ini memang benar - benar berisik sekali. Bahkan aku bertanya bukan arti dari peje tapi peje untuk apa? Jadian aja belum. Ini pasti Lani yang udah menyebarkan berita.


"Bukan itu ih Kaaaa..." Kataku langsung bersiap ikut barisan untuk apel.


"Udah udaahh ini mau mulai apel nih ketua sama wakil baru." Timpal Ka Beno.


Setelah kami semua selesai apel, lalu kami latihan untuk event 2 hari lagi. Lalu setelah latihan selesai, tiba - tiba...


"HAPPY BIRTHDAY TO YOU!!! HAPPY BIRTHDAY TO YOU!!! HAPPY BIRTHDAY....HAPPY BIRTHDAY...HAPPY BIRTHDAY TO YOU!!!" Serentak semua menyanyikan lagu itu dan membawa 1 buah kue jajanan pasar beserta lilin mati lampu. Mereka masih ingat ulang tahunku.


Tersadar aku meneteskan air mata karna bahagia sekaligus terharu.


"AAAA terimakasih yaa kakak - kakak dan temen - temen semuaa.. AAAA terharu banget." Aku tidak bisa menahan air mata, aku meniup lilin sambil mengusap air mata di pipi.


"UUUUUTAYAAANG... jangan nangis dong." Kata Ka Titi sambil memelukku.


"Sini sayang jangan nangis dong." Timpal Ka Gita.


"Happy Birthday My Sistaa..." Lani pun ikut memelukku. 


Hari itu begitu indah.. Sangat indah sampai rasanya tidak mau berganti hari. Umurku sudah menginjak 16 tahun, tahun depan aku sudah memasuki umur 17 tahun. Di umurku ini adalah batas aku menjadi anak - anak yang sebentar lagi akan tumbuh menjadi remaja dan menjadi dewasa. Hari ulang tahun yang akan selalu kuingat. Mereka yang mengingat dan memberikan kejutan, membuatku berharap ke depannya akan baik - baik terus. 


"Gue anterin ya..." Kata Yori menghampiriku.


"Oh iya..." Jawab ku sambil tersenyum lebar.


"Duluan yaa semuaaa..." Pamit Yori kepada semua orang di ruang drumband.


"Hati - hati yaa Yor, Ri..." Jawab mereka yang ada di dalam ruangan.


Lalu selama perjalanan Yori membiarkanku memeluknya erat, benar - benar terasa hangat dan menyenangkan. Walaupun sampai saat ini status kami masih belum jelas, tapi aku sudah merasa cukup.


"Ri. Nanti ada yang mau gue omongin ya.." Kata Yori saat sampai dan menurunkanku.


"Hmm kenapa gak sekarang aja Yor?" 


"Gak deh.. Nanti aja di SMS yaa.. Dan sorry yaa gue belum bisa anterin lo ke rumah."


"Hmmm Okedeh.Gapapa kok.. Hati - hati ya Yor."


"Iyaaa. Kado buat lo nyusul ya nanti. Daah." Yori berlalu pergi meninggalkanku dengan motor maticnya.


Dan benar saja, setibanya aku di rumah Yori langsung saja mengirimkan pesan kepadaku.


"Ri... Gue malu tadi mau ngomong langsung sama lo. Jadi gue lewat SMS aja ya... Karna ini hari spesial lo kan, jadi.. Lo mau gak jadi pacar gue?"


Iyaa... benar sekali hatiku semakin berbunga - bunga hari itu. Akhirnya setelah sekian lama aku dan Yori pendekatan, hari ini di hari spesialku dia menyatakan perasaannya kepadaku..

__ADS_1


Dan mungkinkah aku langsung menjawabnya IYA? Atau bahkan menggantungnya?


__ADS_2