
Dua hari setelah aku membicarakan hubunganku dan Yori kepada Rizky, mungkin hari ini waktunya tiba untuk aku membicarakannya dengan Yori. Walaupun aku belum ada keberanian untuk menatap matanya, tapi aku benar - benar harus bicara.
Aku melihat Yori di kelas bersama teman - temannya, tapi mau tidak mau aku harus menghampirinya dan bicara.
"Yor.." Aku menepuk pundaknya dari belakang.
Yori menoleh kearah Ku. "Kenapa Ri?"
"Bisa ngomong sebentar gak?" Jawabku berbisik.
"Ehhh Riri..."Sahut Bani saat melihatku.
"Udah lama nih gak liat Yori sama Riri berdua..." Ledek Rina.
"Heh lu berisik aja berdua...udah yuk main lagi kitaaa..." Sahut Rizky yang juga ada disitu.
Yori pun mengiyakan dan keluar kelas bersamaku.
"Ngobrolnya di kelas kosong aja Ri, biar gak diliat orang.." Kata Yori sambil terus berjalan.
Aku pun mengikut langkah Yori.
"Udah disini aja... Kenapa Ri?" Kata Yori sambil duduk.
"Sebelumnya gue mau minta maaf sama lo yaa Yor soal kejadian buka puasa waktu itu."
"Iyaa udah Ri, gue juga udah komunikasi sama Kakak gue di Qatar kok. Nanti akhir tahun katanya ke Jakarta lagi."
"Alhamdulillah kalo gitu, gue lega dengernya Yor. "
"Iyaa.. udah mau ngomong itu aja?"
"Hmmm ada lagi sih.... Hubungan kita makin jauh yaa Yor. Mau gimana ya?"
"Sori yaa Ri, karna masalah kemarin gue jadi jauhin lo."
"Iyaa tapi sekarang?"
"Yaudah kan udah gue maafin dan udah baikkan."
__ADS_1
"Yaudah kita balik lagi yaa kayak biasa Yor?"
"Iyaa Ri..."
Setelah bicara berdua dengan Yori aku merasa hatiku lega sekali. Dan hubungan kami kembali membaik. Aku berubah pikiran untuk mengakhiri hubungan, aku mau terus baik - baik saja dengan Yori sebelum akhirnya aku pindah sekolah.
***
"Ri, lo udah ngobrol sama Yori?" Saat aku jalan masuk ke kelas ternyata Rizky sudah menungguku di depan pintu kelasku.
"Astaghfirullah Ky, lo ngagetin gue ajasih."
"Gimana lo sama Yori?" Tanya Rizky ketus.
"Sabarr ih.. yaudah gue sama dia udah baikkan kok. Lo tenang aja..."
"Terus?"
"Yaudah selesai kan?"
"Lagi?"
"Lagi apasih Ky?"
"Yaa ngerti, di selesaikan dan bicara jangan ribut terus."
"Setelah itu ya se-le-sai. Ngerti??"
"Gak segampang itu lah Ky. Ya minimal gue udah baik - baik dulu sama dia."
"Udah lah Ri, capek gue ngasih tau lo." Lalu Rizky pergi meninggalkanku.
"Eh lo ada masalah apasih itu Rizky kayak ngomel - ngomel gitu." Sahut Mytha yang tiba - tiba datang.
"Oh.. gak kok Myth, biasa dia mah suka gitu emang. Nanti juga baik lagi kok dia."
"Lo tuh lumayan cepet akrab yaa Ri sama anak baru."
"Yaa lo tau kan Myth gue nih sebenarnya sksd orangnya hahaha..."
__ADS_1
"Hahaha dasar... Yaudah ah gue mau masuk kelas. Sebentar lagi bel nih."
Aku dan Mytha masuk kelas dan bersiap untuk belajar lagi. Hatiku sudah mulai tenang sekarang setelah bicara dengan Yori, ini awal mula yang baik jika aku terus baik - baik dengan Yori.
***
Bel menandakan pulang. Aku keluar dari kelas dan mencari Yori, tapi saat aku mencari Yori aku malah bertemu dengan Lani. Dia menatapku tajam saat kami saling eye to eye. Sampai hari ini aku terlihat jelas sekali menghindari Lani, rasanya untuk melihat wajahnya saja aku tidak sanggup. Apalagi untuk saling sapa dan bicara, tidak akan mungkin lagi. Beberapa kali pun Yori memintaku untuk baik - baik dengan Lani, aku tetap tidak bisa. Setelah aku dan Lani lama saling tatap, tiba - tiba Yori keluar dari kelas dan menghampiriku. Lani melihatnya dan dia sepertinya tidak suka saat aku dan Yori jalan menghampiriku.
"Ri... Mau balik atau mau nongkrong dulu di ruang dumband."
"Mau pulang aja deh Yor."
"Yaudah gue anterin ke depan ya.."
"Hmmm..."
"Gue gak bisa anterin lo sampe rumah ya Ri, itu motor om gue soalnya. Yang beli bensin om gue, gak enak gue kalo tiap hari pergi jauh."
"Iya gapapa kok, yang penting lo anterin gue sampe depan komplek aja udah seneng."
"Yaudah yuk."
Saat aku berjalan bersama Yori di lorong kelas, aku sudah tidak melihat Lani. Mungkin dia sudah pergi. Ya baguslah.. Tapi aku dan Yori berpapasan dengan Rizky.
"Eh Bro..." Sapa RIzky ke Yori.
"Yooo.." Sahut Yori.
Aku hanya diam menatap Rizky yang tidak mau melihatku.
"Balik Lo?" Tanya Rizky.
"Mau anterin cewek gue dulu yaa ke depan.." Jawab Yori.
"Ohhhhh okee... jangan lupa habis ini kita ngumpul di warba yaa."
Warba temap tongkrongan anak - anak sekolahku, namanya Warba kepanjangannya Warung Bawah karna warungnya di bawah dekat jembatan.
"Yooo ntar gue nyusul yaa Ky." Jawab Yori.
__ADS_1
"Yaudah gue jalan duluan Bro." Kata Rizky sambil menepuk punggung Yori dan Rizky hanya tersenyum sinis kepadaku.
Sepertinya Rizky memang marah denganku karna aku tetap mempertahankan hubunganku dengan Yori. Apa dia benar - benar sekhawatir itu denganku?