
Hari kedua MOS, Kami belum memulai belajar sampai MOS selesai. Karna semua anak OSIS diberikan dispensasi untuk ospek adik - adik kelas yang baru masuk. Jadi aku di kelas hanya sibuk baca - baca soal untuk ujian dan mendengarkan musik. Sampai jam istirahat tiba, aku keluar kelas untuk sekedar duduk di taman sekolah untuk menghirup sejuknya udara di sekolahku. Dan aku melihat Yori dan Bani berjalan di tengah lapangan dengan gagah dan seperti kakak kelas charming. Aku begitu terpanah melihat kekasihku sendiri, seperti orang yang sedang jatuh cinta berkali - kali dengan seseorang. Tanpa sadar Yori dan Bani melihatku dan menghampiriku.
"Ri, ngapain sih disini sendirian?" Tanya Yori yang langsung duduk di sebelahku.
"Gapapa, lagi pengen sendiri aja."
"Yaudah Gue kesana dulu ya bentar." Kata Yori sambil menunjuk kearah kelas IPS, yang entah kelas IPS 2 atau 3.
Karna untuk total angkatan aku ada 4 kelas, yang terdiri dari 1 kelas IPA, dan 3 kelas IPS.
"Ri, si Yori banyak yang naksir tuh kelas 1 nya." Kata Bani sambil berbisik.
"Masa?"
"Iyaa, kemarin kan kita suruh mereka bikin surat gitu. Yang cewek kasih ke cowok, yang cowok kasih ke cewek. Bikin surat cinta. Nah itu si Yori paling banyak suratnya Ri. Gue aja kalah hahahahaha..."Kata Bani dengan jelas.
"Hahahahahaha seriussan? Kok bisa sih dia jadi banyak fansnya gitu Ban?"
"Iyaaa, katanya mereka sih Yori ganteng. Ah padahal juga gantengan gue daripada dia Ri." Ledek Bani.
"Gantengan cowok gue lahh."
"Ihhhh di belainnnnn."
"Yaiyalaah.. Kecuali lo pacar gue Ban, baru gue bilang gantengan lo daripada Yori."
"Ihhh Gue kan punya Rina weee."
"Tuh si Rina kayaknya lagi bete deh gak tau deh kenapa."
"Ih kenapa? Sok tau lo Ri."
"Yeee benerann. Lo samperin aja ke kelasnya."
Wajah Bani sepertinya ketakutan dan langsung masuk mencari RIna. Yaa sebenarnya aku cuma ledekkin Bani doang sih. Biar dia gak gangguin aku yang lagi pengen sendiri disini.
__ADS_1
Dan tidak lama Yori datang lagi menghampiriku.
"Bani mana Ri?" Tanya Yori yang sambil mengikat tali sepatunya yang lepas.
"Masuk ke kelas kita tuh nyari pacarnya."
"Yaelah udah mau selesai ini istirahat, harus masuk lagi ke kelas 1." Kata Yori yang langsung pergi dan masuk ke kelas IPS 1.
"Baniiiiii!!!" Yori berteriak denan kencangnya.
"APASIHH YORR." Yang menjawab bukan Bani tapi Rina.
"Rin, ini kita mau masuk lagi ke kelas 1. Jangan pacaran dulu kek."
"Heh lo berdua jangan ganjen - ganjen yaa. Inget lo berdua punya pacar! Kalo junior ada yang berani genit - genit sama kalian, gue tamparr!!!" Teriak Rina di dalam kelas.
Aku yang mendengar Rina dengan nada tinggi, langsung masuk ke dalam kelas melihat keadaan apa yang sebenarnya terjadi.
"Ini ada apa sih Rin? Kok sampe kedengeran keluar?" Tanyaku heran.
"Iyaa sayang gak kok gak, itu kan cuma buat seru - seruan aja. Lagian yang banyak fansnya tuh si Yori." Kata Bani dengan ketakutan.
"Udah...udah lo berdua sana balik ke kelas 1. Kan ada kegiatan lagi habis ini. Nanti lo di cari Ka Sinta." Kebetulan Ka Sinta sekarang ketua OSISnya.
Setelah aku menenankan Rina yang emosi, aku berusaha membuat Bani dan Yori untuk tidak ngobrol terlalu lama di kelas. Karna aku rasa Rina butuh tenang dulu.
Lalu setelah Bani dan Yori pergi, aku duduk dan merangkul Rina yang masih diam dan menekuk wajahnya yang benar - benar kesal. Dia juga melipat tangannya di dada.
"Pokoknya ya Ri, kalo mereka genit - genit gue hajar mereka. Gue tampar cewek - cewek yang gatel." Ternyata Rina masih emosi, bahkan dia hampir mengeluarkan kata kasar tadi.
"Gak kok, gue tau Bani sama Yori gak kayak gitu Rin. Lo tenang aja yaa.." Aku berusaha menenangkan Rina yang sudah emosi.
Rina tidak merespon perkataanku, dia hanya diam dan masih dengan wajah kesalnya. Aku hanya berusaha mengelus - ngelus punggungnya agar dia tenang.
***
__ADS_1
"Ri... Si Yori genit nih sama junior cewek namanya Cinta." Kata Ka Joe yang tiba - tiba di depan ruang drumband.
"Apasih Kaaa.." Jawabku sambil membereskan isi tas.
"Ituu tadi si Yori diajak kenalan sama adek kelas. Namanya Cinta, terus dia mau lagi. Parahhh....."
"Woyyy! Manas - manasin cewek Gue lo yaa..." Tiba - tiba Yori datang dan mendorong Ka Joe dari belakang.
"Nih...nih orangnya nih Ri. Parahhh... Marahin aja Riiii. Ganjen!! WOOO!!" Ka Joe masih terus saja berteriak kearah Yori.
"Berisik lo Joe. Sana... sanaa.. ganggu aja.." Yori langsung mendorong Ka Joe keluar dari ruangan drumband.
"Ihhh lo jangan kayak gitu sama Ka Joe. Kasian tauuu Yor."
"Biarin. Rese banget sih."
"Emang bener kata Ka Joe?"
"Nanti Gue ceritain sama lo deh, sekarang mau makan dulu. Laper. Besok kita tampil nih, gue yakin hari ini kita balik malem." Jelas Yori.
"Mau makan dimana?" Tanyaku sambil menarik tangannya.
"Mau makan ke depan sama Bani, Bani masih di ruang OSIS. Gue samperin dia dulu, lo mau ikut gak Ri?"
"Gak. Gue disini aja deh."
Saat Yori keluar, aku pun keluar juga tapi ke belakang ruang drumband. Dan aku mendengar suara Lani.
"Yorii. Mau kemana?" Kata Lani dengan nada manja.
"Mau ke kantin nih."
"Ikuut dong." Lani masih dengan nada manja.
Ohh Lani tidak melihat gue disini yaaa, bener - bener yaaa ini orang kok makin manja dama Yori tanpa sepengetahuan ku. Kalo aku ada di depan matanya pasti dia gak berani.
__ADS_1