Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 26. Bertengkar


__ADS_3

Saat aku sedang menunduk diam sendiri di ruang drumband, aku seperti mendengar langkah kaki dari luar kearah ruangan drumband. Tapi aku benar - benar tidak mau tau siapa yang datang. Aku hanya butuh kesunyian tanpa lihat siapapun.


"Ngapain lo disini?" Kata seseorang yang tiba - tiba masuk ke dalam ruang drumband.


Aku tidak merespon dan hanya diam, tapi sepertinya aku tau itu suara siapa. Lalu aku menoleh kearahnya dan membalas pertanyaannya.


"Gue lagi gak mood latihan gara - gara lo." Ya Yori yang masuk ternyata. 


"Gara - gara gue kenapa? Kan lo yang diemin gue selama ini?"


"Tiga hari yang lalu gue udah SMS lo ya Yor, Lo gak bales kan?" 


"Males." Jawab Yori singkat.


"Tuhkan lo sendiri yang gak mau komunikasi sama gue. Jadi kenapa lo masih tanya ya Yor?"


"Ya gara - gara masalah pensi. Capek gue jelasinnya sama lo Ri."


"Kita nih pacaran kan ya Yor? Tapi kayak gak jelas ya?" 


"Terus mau lo kayak gimana? Kan gue emang kayak gini sifatnya. Jadi jangan berharap gue bisa jadi laki - laki yang romantis." 


"Sejak kapan gue minta lo jadi cowok romantis ya Yor? Gue capek kalo diem - dieman gini. Lo malah makin deket sama Lani. Kalian tuh ada apasih?" Amarahku mulai tak terkendali. Aku mulai berdiri dan sedikit membentak Yori.


"Ya lo, dengan sikap lo kayak gini. Maksa minta antertin pulang ke rumah lah. Gue udah bilang kan gue gak bisa anterin lo pulang. Rumah lo jauh Ri, gue orang baru tinggal disini. Kalo gue kesasar kan ribet." Yori selalu membela diri seakan dia melakukan pembenaran. 


"Jawaban lo selalu itu, selalu itu. Tapi kalo anterin Lani bisa yaa?"


"Loh ya Lani deket rumahnya sama gue, bahkan gue bisa kapan aja main ke rumah dia." 


"Oh iyaaa yaahhh pembelaan lagi lo ya Yor, kenapa gak kalian aja yang pacaran?!!" Aku tanpa sadar membentak Yori lagi. 


"Ngomong apasih lo Ri?"


Aku sudah tidak sanggup menahan air mata, aku menangis dan menutup wajah dengan kedua tanganku tanpa melihat wajah Yori. Dia pun setelah melihatku ikut terdiam dan kami berdua diam selama beberapa menit. 

__ADS_1


"Oke.. gue minta maaf sama lo Ri." Yori menjulurkan tangannya kearahku. 


Aku memberikan tangan kananku untuk memafkan Yori dan tangan kiri untuk menyeka air mataku. 


"Lo ikhlas gak minta maafnya?" 


"Gue gak enak liat lo nangis gini Ri. Kalo orang liat kan nanti gimana gitu." 


Saat kami sedang saling bermaafan setelah aku menangis, Ka Fero masuk ke dalam ruang drumband. 


"Lah pantes gue cariin lo dimana Yor, taunya disini. Udah baikkan lo berdua?" 


Aku hanya mengangguk dan Yori hanya diam.


"Lo tuh berdua kalo ada masalah di bicarain baik - baik. Jangan malah bikin gak fokus latihan drumband gini. Ini kan masalahnya kalian pacaran ya. Terus satu ekskul, kalian tuh aktif disini. Kalo ada masalah dikit aja, ribet." Kata nasehat dari Ka Fero.


"Iya Ka, maaf yaa gara - gara aku jadi gak enak suasananya." Aku menjawab.


"Ya lo juga salah Yor, cewek lo kayak gini juga kan gara - gara dia sayang sama lo."


"Ih bener - bener lu ya." Ka Fero mencubit lengan Yori.


"Ahhhh sakit Ka, udah ah gue mau ke depan. Gak enak di cariin yang lain. Gue ke depan duluan ya Ri." 


Yori pergi dari ruang drumband meninggalkan aku dan Ka Fero, dia memang laki - laki yang tidak mau terlihat bahwa sedang ada masalah denganku sejak kita pacaran. Dia memang beda sekali tidak suka drama percintaan. 


"Udah lah Ri, lo tau kan sifat Yori kayak gimana. Lo harus banyak sabar sama dia, nah sekarang kita latihan yaa fokus dulu. Lo mau galau lagi nanti di rumah bebas deh." Kata Ka Fero sambil mengusap kepalaku.


"Iya Ka... Emang wataknya dia kayak gitu yaa, aku sampe capek nahan terus dan nangis mikirin hubungan aku sama dia."


"Yaudah, nanti yaa sabar selesai ini semua baru deh lo yaa ribut - ribut lagi sama Yori." 


"Udah maaf - maafan kok kita Ka. Mudah - mudahan setelah ini kita balik awal lagi ya Ka." 


"Amiiiinnnnn.. Yaudah yuk adikku, kita ke depan latihan lagi. Yuk yuk..." 

__ADS_1


Lalu setelah itu aku dan Ka Fero keluar dari ruang drumband dan kembali ke lapangan, tanpa menghiraukan Lani dan Yori aku berusaha fokus agar latihan kali ini tidak sia - sia. Aku ingin berusaha menampilkan yang terbaik untuk siswa baru yang masuk ke SMAku. 


***


"Okee latihan hari ini kita selesai yaa.. gue gak mau push kalian yaa.. Kita mulai latihan lagi H-2 sampai mau masuk yaa. Biar gak terlalu capek. Karna ini konsepnya kan udah pada tau juga, tinggal hafalin nada lagunya." Jelas Ka Beno.


"SIAPPP KAAA!!" Jawab kami serempak. 


Setelah itu aku bersiap untuk pulang dan tanpa berharap bahwa Yori akan mengajakku berbicara. Tapi ternyata tidak....


"Ri, gue mau anterin Lani pulang dulu. Lo tunggu sini dulu yaa." Yori izin denganku.


Aku tidak menjawabnya hanya sekedarr mengangguk dan diam. Bahkan Lani pun tidak menyapa atau sekedar pamit denganku. Sejak aku mulai menyadari kedekatan mereka, Lani menyadarinya dan dia jadi menjaga jarak denganku. 


Aku menunggu Yori di depan ruang drumband di temani Bani.


"Ri.. sabar yaaa. Yori kan emang gitu orangnya. Lo harus terima." Kata Bani sambil menepuk - nepuk pundakku. 


"Kenapa sih temen lo kayak gitu ya Ban?" 


"Ya gitu emang. Tapi yaa baik kok dia Ri." 


"Lo mah ngebelain dia karna dia temen lo Ban." 


"Lah yaa bener dia baik kok hahahaha."


"Iyaa terserah lo." 


Setelah beberapa menit aku menunggu Yori, Yori datang.


"Nah tuuh dateng dia, gue cabut duluan ya Ri. Dahhh..."Bani langsung pergi meninggalkanku dan Yori, dia juga berpamitan dengan Yori.


"Kita ngobrol sebentar ya Ri." Yori datang menghampiriku dan duduk di sebelahku.


Aku tidak tau Yori mau bicara apalagi, setelah kejadian tadi mungkin belum cukup terselesaikan. Apa dia ingin mengakhiri hubungan kami? Atau?

__ADS_1


__ADS_2