
Aku masih terlalu senang karna akhirnya Yori kemarin main ke rumah, bahkan dia menikmati berlama - lama di rumahku. Ada kepuasan batin saat seseorang yang aku sayangi bisa berkunjung ke rumahku. Semoga setelah ini Yori akan berkunjung lagi ke rumah ku sendirian.
"Hari ini kita latihan yaa..." Sahut Yori saat kita duduk di depan kelas.
"Hmmm.." Jawabku.
"Lo lemes banget Ri? Kenapa?" Tanya Yori sambil memandangi wajahku.
"Gak tau nih, kepala gue pusing Yor."
"Lo udah makan?"
"Udah kok, gue mau merem dulu sebentar yaa Yor."
"Mau ke UKS aja gak Ri?"
Yori tampak khawatir saat mengetahui aku sakit.
"Yor, gue mau disini aja. Senderan sama lo ya.."
"Serius?"
"Hmm.."
"Yaudah lo meremin aja ya Ri."
Untuk beberapa menit aku memejamkan mata di pundak Yori, rasanya nyaman sekali dan tenang.
"Yor, si Riri kenapa?" Tanya Pipit yang sedang lewat.
"Kepalanya pusing katanya Pit." Jawab Yori.
"Ih kenapa gak ke UKS aja sih?"
"Gak mau katanya disini aja."
"Ih seriussan? Riii...Riiii...Riri gapapa?" Pipit sambil mengguncang - guncangkan tubuhku.
"Hmmm duhh.. jangan digoyang - goyang. Gue makin pusing nanti." Jawabku masih sambil memejamkan mata.
"Pit... Lu ya.." Sahut Yori sambil mencubit tangan Pipit.
"Aww sakitt Yorrr.." Jawab Pipit dengan kesal.
__ADS_1
"Ya lagian lo yaa, cewek gue lagi sakit digituin."
"Ihhh Gue panik Yor liat Riri giniii. Biasanya kan dia ceria banget gak ada sakitnya."
"Yor, gue kayaknya gak kuat deh. Please temenin gue ke UKS." Jawabku.
"Yuk, mau gue gendong aja?" Tanya Yori sambil memegang tanganku.
"Gak usah Yor, di tuntun aja gue ya.."
Yori berusaha menjaga badanku agar tidak terjatuh saat berjalan menuju UKS, dia benar - benar sangat khawatir saat aku sakit. Pipit yang juga sambil menuntunku berjalan dengan terus memegang tanganku.
***
"Hari ini kita latihan yaa... udah lama kita gak latihan kan." Ka Beno yang saat itu datang.
"Ka.. Si Riri sakit" Sahut Pipit.
"Kenapa? Yor, lo udah kasih obat?" Kata Ka Beno.
"Udah kok tadi di kasih obat pusing, udah enakan katanya. Tapi ini masih lemes aja."
"Gue udah mendingan kok Ka."
"Gapapa Ka, ini udah lumayan kok. Kayaknya karna mau datang bulan deh makanya pusing."
"Ri, temenin gue bisa gak?" Tanya Nana.
"Temenin kemana? Ini anaknya lagi gak enak badan gini Na." Sahut Ka Beno.
"Gapapa Ka. Udah gapapa kok aku." Jawabku.
"Serius lo?" Tanya Yori.
"Ini gue bingung mau minta temenin siapa soalnya mau ambil bendera yang baru di tukang jahitnya." Jawab Nana.
"Emang yang lain gak ada ya Na?" Tanya Ka Beno.
"Ini pada gak bisa Ka masalahnya." Jawab Nana.
"Udah sih.. gapapa Ka. Aku udah gapapa yaa tenang." Jawabku sambil menenangkan Ka Beno.
"Yaudah deh sana buruan jangan lama - lama." Kata Ka Beno sambil mendorong - dorongku.
__ADS_1
"Ri, kabarin gue yaa kalo lemes nanti. Biar gue susul." Jawab Yori sambil mengelus kepalaku.
"Iyaa sayang."
Aku dan Nana pergi untuk mengambil bendera baru. Aku di gonceng Nana.
"Lo pegangan yang bener ya Ri. Gue mau agak ngebut, udah mendung gini ngeri hujan." Kata Nana.
"Iyaaa..." Jawabku sambil berpegangan kencang.
Setelah kami mengambil bendera, Nana langsung menyuruhku untuk cepat naik ke motor. Karna keadaannya cuaca mulai gerimis.
"Ri.. Gue harus ngebut. Pegangan."
"Iyaa.."
Saat Nana sudah mulai tidak fokus karna gerimis sudah berubah menjadi hujan. Akhirnya Nana menyalip angkot dari kiri yang susah untuk disalip saat Nana sedang kencang.
"Naa... Naaaa...."
BRAAKKK!!!!!
Aku dan Nana jatuh dari motor karna licin. Nana tidak sadarkan diri dan pingsan, aku masih sadar tapi aku lrmas dan kesakitan. Lalu aku berteriak minta tolong "TOLOOOONG."
Banyak orang ramai datang menghampiriku dan Nana dan membantu kami untuk berdiri. Nana di gotong untuk di bawa ke pinggir, aku di agkat untuk di tuntun juga ke pinggir.
"Ehhh ini si Nana ya?" Kata salah satu tukang ojek yang membantu kami.
"Iyaa Pak..."Jawabku sambil meringis kesakitan.
"Ini tetangga saya neng, sebentar saya hubungin orang tuanya dulu ya. Neng hubungin temennya aja biar jemput kesini." Jawab tukang ojek itu.
"Iyaa Pak.. Ini saya mau telpon temen saya..."
Aku mencoba menelpon Yori, tapi Yori tidak mengangkat telpon sama sekali. Akhirnya aku menelpon Pipit dan akhirnya diangkat.
"Assalamualaikum..Kenapa Ri?" Jawab Pipit dari telpon.
"Walaikumsalam.... Pit, tolong Gue sama Nana jatuh, kecelakaan. Tolong siapapun jemput kita kesini."
"HAHHH????!!! KOK BISAAA? YaAllah. Iya iyaa sebentar yaaa gue kasih tau Ka Beno dulu." Sontak Pipit terkejut.
Lalu Pipit langsung mematikan telponku. Dan aku menunggu di jemput oleh mereka. Nana masih pingsan, dan lumayan banyak lukanya di kaki. Aku berharap Nana cepat sadar.
__ADS_1