
"Hari ini main ke rumah Riri yuk..." Sahut Rina
"Ayuuukkk laahh bolehh." Jawabku.
"Temenin si Yori nih yang gak pernah main ke rumah pacarnya sendiri, Parah banget emang si Yori." Ledek Rina.
"Iyaa kita temenin deh." Sahut Bani.
"Hari ini kan gak ada latihan drumband Yor... Yuklah gas." Sahut Pipit.
"Bolehh laahh kalo ramean" Jawab Yori.
"Si Yori giliran rame - rame mau dia." Bisik Pipit kepadaku.
Aku tidak merespon Pipit, aku hanya tersenyum dan bersyukur. Akhirnya Yori mau ke rumahku, pastinya aku akan mengenalkan dia ke Mama, Eyang Putri dan mungkin kalau Bapak di rumah aku akan mengenalkannya.
***
"Yori sama Bani yaa, kita cewek - cewek biar naik angkot ajah. Okey..." Sahut ku saat kita jalan pulang.
"SIAP!" Jawab Bani dan Yori serentak.
Aku, Pipit dan Rani menaiki angkot sedangkan Bani dan Yori berboncengan motor. Mereka selalu mengikuti kami dari belakang. Dan aku melihat tatapan Yori kepadaku, dia terus saja menatapku saat itu. Aku benar - benar senang dibuatnya.
"Caelah ada yang curi - curi pandang nih.." Ledek Rina saat tau aku dan Yori saling melempar senyum.
"Ih Rina apasih.. Malu tau..." Jawabku sambil mencubit tangannya.
"Hahahaha ciee.. Iyaa Aku juga lihat kok mereka saling pandang." Ledek Pipit.
"Ih udah ah kalian ngeledek terus.."
Masa muda, masa SMA itulah yang aku rasakan saat bersama dengan Yori. Aku menikmati setiap harinya walaupun terkadang aku dan Yori suka bertengkar ataupun aku sering mencurigai dia dengan Lani, tapi dia selalu membuatku berdebar saat melihat senyumnya.
"Yeayy akhirnya setelah perjalanan panjang yaahh... sampai juga di rumah Riri..." Teriak Rina di depan pagar rumahku.
"Iyaaa hahaha ih tapi ini mah deket sama rumahku Rin." Sahut Pipit.
"Iyaaa gak deket sama rumah gue tapi bocil." Jawab Rina.
__ADS_1
"Hahaha iyaaa kalo sama Pipit mah deket, udah yuk kita masuk. Mama lagi keluar sebentar kayaknya."
Aku mengajak mereka masuk, Yori dan Bani saat awal datang mereka masih malu - malu dan diam. Yori terus saja memandangi setiap sudut rumahku.
"Hehh.. Lo orang dari desa ya? Ngeliatin rumah Riri sampe kayak gitu banget." Ledek Rina kepada Yori.
"Iyaa gue mah emang dari kampung hahahaha.." Jawab Yori seperti sedang melucu.
"Yahh hahaahah.." Kami semua tertawa medengar celotehan Yori.
"Ri.. kamar mandi dimana ya?" Tanya Yori.
"Dih si Yori baru sampe rumah Riri udah pengen mandi aja lo." Ledek Pipit.
"Hahahaha ya masa gue mau mandi. Gue mau pipis Piit." Jawab Yori sambil tertawa.
"Iya iya sini gue anterin." Jawabku sambil menarik tangan Yori.
"Nah kalo Yori udah kesini kan enak, jadinya besok - besok bisa ya main sendiri kesini Yor." Ledek Bani sambil berteriak agar Yori mendengar.
"Oiya kalian mau minum apa? Nanti kita makan yaa, nyokap udah masak." Sahutku.
"Mau yang seger - seger dan berwarna dong pastinya Ri.. Asik kita makan - makan cuyy.." Jawab RIna.
"Eh ngapain ke dapur? Sana - sana.. Lo kan tamu. Harusnya tamu duduk aja sana." Sahutku saat melhat Yori menghampiriku.
"Ri.. rumah lo mirip rumah gue yang di Jambi. Gue jadi kangen deh." Jawab Yori dengan wajah sedih.
"Oh iya? Yaampun pasti kangen banget yaa udah setahun gak pulang ke Jambi?" Tanyaku sambil mengelus kepalanya.
"Kangen banget." Jawab Yori sambil tertunduk.
"Assalamualaikum..." Tiba - tiba ada yang datang, ternyata eyang putri.
"Walaikumsalam..." Jawab kami semua.
"Mana yang namanya Yori?" Tanya eyangku.
"Saya..." Jawab Yori sambil mengacungkan tangan.
__ADS_1
Sontak kami tertawa semua "HAHAHAHHA"
"Lo kayak lagi ditanya sama guru di kelas Yor." Ledek Rina.
"Eh lucu yaa anaknya, ini pacarnya cucu saya ya?" Tanya eyang sambil menepuk - nempuk pundak Yori.
"Ehh iya eyang.." Jawab Yori sambil salim dengan eyang.
"Akhirnya aku liat juga yang namanya Yori main ke rumah Riri." Eyang sepertinya meledek.
Kebetulan eyang putri rumahnya di sebelah rumahku, jadi kami tetanggaan. Makanya eyang bisa langsung main ke rumah.
"Iya eyang baru sempet main." Jawab Yori sambil tersenyum.
"Yaudah silahkan.... silahkan... Itu mamanya Riri udah masakkin kalian gulai kambing. Eyang pulang dulu ya." Jawab eyang lalu pamit.
"Iyaa eyang....daahhh eyang...." Jawab Rina, Pipit dan Bani.
Yori hanya tersenyum.
"Ri.. Nyokap lo masak gulai kambing?" Tanya Yori.
"Iyaa. Kenapa?"
"Ri.. Gue gak suka kambing, bau. Gue gak makan ya.."
"Yaampun gue gaktau kalo lo gak suka sama kambing. Terus gimana dong? Masa gak makan? Atau mau gue bikinin telur ya?"
"Gak usah Ri, gue makan kue yang di ruang tamu aja. Jam segini gue belum laper kok." Jawab Yori sambil mengelus kepalaku.
"Ih Yori payah, kambing kan enak bikin kuat." Ledek Bani.
"Kuat apaan?" Tanya Yori.
"Yahh bikin bertenaga laah pokoknya." Jawab Bani.
"Ehhh kamu nih, gak usah ngajarin Yori. Biarin aja Yori gak suka kambing, yang penting kamu suka kambing yaa sayang..." Sahut Rani ke Bani.
"Duhhh aku disini udah kayak setan deh. Dua orang pacaran, aku ngapain?" Sahut Pipit.
__ADS_1
"HAHAHAHHAHA.." Kami hanya meresponnya dengan tertawa.
Hari itu benar - benar indah, saat Yori berkunjung ke rumah, sayangnya Mama dan Bapak sedang tidak ada di rumah karna Mama ternyata pergi dengan teman - temannya dan Bapak hari itu praktek. Jadi Yori hanya bertemu dengan Eyang Putri saja.