Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 52. Yori Marah


__ADS_3

Semalaman setelah buka puasa bersama itu aku tidak menghubungi Yori sama sekali. Karna aku yakin dia sedang me time dengan keluarganya. Karna hari ini hari libur, aku sengaja tidak menghubungi Yori sampai siang. Aku berharap Yori bisa bertemu dengan Kakaknya kemarin.


"Ri... Itu kamu udah nanyain Yori belum?" Tanya Mama saat aku sedang duduk di depan TV.


"Nanya apa Ma?" Tanyaku heran.


"Lah ya nanya itu lauknya di makan atau gak... Sayang kalo kebuang kan." 


"Ohhh iyaaa.. Aku belum SMS dia Ma.."


"Yaudah tanyain lah.."


"Iyaaa.."


Akhirnya mau gak mau aku menghubungi Yori.


"Yor..."


Aku menunggu Yori membalas pesanku. Tapi dia tidak kunjung membalas pesanku sudah satu jam lebih. Lalu aku mengirimkan pesan lagi.


"Yor, semalem gimana? Sempet kan ketemu Ka Rika? Terus makanan dari eyang di makan gak?" 


Dan ternyata Yori masih belum membalas pesanku. 


Setelah aku menunggu tiga jam lebih, Yori baru membalas pesanku. 

__ADS_1


"Gue nyesel banget gak ketemu Kakak gue semalem." 


Jawaban Yori benar - benar membuatku kaget. 


"Yor... Maaf... Lo marah sama Gue?"


"Gak usah hubungi gue dulu."


Yori benar - benar marah karna dia tidak bisa mengantarkan kakaknya ke Bandara. Aku benar - benar bingung saat itu. Dia marah denganku atau marah karna terlalu lama di rumahku? Aku merasa bersalah tapi aku juga bingung harus bagaimana. 


"Ri.. Gimana udah nanya sama Yori?" Tanya Mama lagi.


"Oh iyaa udah Ma.. Tapi Yori daritadi lama balesnya." Jawabku seadanya.


"Oh yaudah tunggu bales aja." 


Beberapa menit kemudian Mama bertanya lagi apakah aku sudah menghubungi Yori lagi.


" RI, kamu nanya ke Yori gak sih? Masa sampe jam segini gak bales - bales."


"Udah kok maa.. cuma belum di bales aja sama Yori. Kan ini juga hari libur, mungkin Yori juga lagi kumpul sama keluarganya. Dia tuh gak suka main gadget kalo lagi kumpul sama keluarga." Jawabku dengan jelas ke Mama agar Mama tidak bertanya terus.


"Oh dia jarang buka HP ya?"


"I.... Iyaa Maa... Yori tuh jarang pegang HP kalo lagi kumpul sama keluarga."

__ADS_1


"Yaudah kalo gitu besok kamu tanya pas di sekolah yaa Ri... "


"Iyaa Ma.... "


Setelah itu Mama tidak bertanya lagi. Ah syukurlah, karna aku sudah tidak tau lagi harus menjelaskan apa ke Mama saat Yori marah padaku karna kejadian semalam.


***


Hari ini aku pasti bertemu Yori, apakah dia masih tidak mau bicara denganku? 


"Yor..." Aku memanggil Yori saat melihat dia jalan berdua dengan Bani.


Yori menoleh. "Apa?"


"Makanan kemarin di makan?" Aku berusaha bertanya agar aku benar - benar yakin bahwa makanannya tidak di buang.


"Iya Gue makan." Jawab Yori singkat. 


"Alhamdulillah.." Aku lega sekali.


"Yaudah gue mau ke ruang OSIS dulu sama Bani." Sahut Yori dengan sikap dingin kepadaku.


"Iyaa.." Jawabku


"Dah Riri..." Sahut Bani. 

__ADS_1


Lagi - lagi aku dan Yori diam. Mungkin aku harus bisa mengikhlaskan jika hubunganku dan Yori suatu saat nanti harus berakhir. Tapi untuk sekarang hatiku belum siap. Saat itu aku benar - benar merasa seperti perempuan yang bodoh dan polos. Karna aku selalu menahan Yori untuk pergi dari hatiku. Apalagi sampai saat ini Yori masih dekat dengan Lani. Berat rasanya, semakin hari aku melihat kedekatan mereka. Tapi aku masih tetap diam dan mau mempertahankan hubungan yang sudah tidak baik ini. Aku berharap Yori tidak marah terlalu lama kepadaku. 


__ADS_2