Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 60. Hari Pertama di Sekolah Baru


__ADS_3

Biasanya hari - hariku selalu bersemangat, tapi kali ini hariku terasa lesu dan tidak bergairah. Aku merasa ini adalah hari terburukku, aku harus siap masuk ke lingkungan baru. Aku belum siap untuk menghadapi hari ini. 


"Ri... udah di bawa semua buku tulisnya? Kamu masuk kelas IPA 1 yaa.. Isinya muslim semua katanya." Sahut Mama saat sedang menyiapkan bekal makan untukku di dapur. 


"Iyaa udah Ma.." Jawabku singkat.


"Yaudah yuk kita berangkat, hari pertama sekolah gak boleh telat." 


"Iya Maa.." Sahutku sambil memakai sepatu." 


Mama dan Bapak mengantarkan ke sekolah baru pagi ini. Aku senang mereka selalu mensupportku dalam hal apapun di saat aku sedang terpuruk pun. Aku sangat bersyukur punya orang tua seperti mereka. 


"Ri, udah sampai. Kita anterin Riri sampe gerbang aja yaa.. Riri kan udah gede yaa.. Pasti bisa sendiri." Kata Mama sambil menoleh kearahku.


"Hmm iya ma..." Jawabku pelan.


"Yaudah ini uang jajan untuk Riri, cukup?" Tanya Bapak.


"Cukup Pak."


"Nanti pulang sekolah coba naik angkot yaa nak." Sahut Mama.


"Iya Ma... Yaudah aku turun yaa.. Assalamualaikum." Kata ku sambil salim ke Mama dan Bapak.


Aku pun turun dari mobil dan melangkah masuk melewati gerbang sekolah baruku. Banyak siswa - siswi melihat kearahku seperti masuk ke dunia lain rasanya. Aku berjalan menuju ruang kepala sekolah.


"Halo Riri.. Udah siap masuk sekolah disini?" Tanya Kepala Sekolah sambil merangkulku.


"Hmm InsyaAllah Pak." Jawabku singkat. 


"Yaudah kamu tunggu wali kelas mu dulu yaa.. Nanti kamu masuk sama beliau."


"Baik Pak." 


Saat aku menunggu wali kelasku, tidak lama aku melihat salah satu guruku yang mengajar di sekolahku yang lama.


"Loh Pak.. Ngajar disini juga selain di Halim?" Tanyaku mengejutkan dia.


"Lohh Kamu kok disini? Pindah sekolah?"


"Iyaa Pak..." Jawabku sambil salim dengan beliau.


"Yah ketemu - ketemu sama saya lagi belajar komputer disini." 


"Disini Bapak ngajar Komputer juga?" 


"Iyalaahh.. Kamu kelas berapa?"


"Saya kelas 2 IPA 1 Pak."


"Oke deh betah - betah disini ya.. Saya duluan."


"Riri Saputri?" Tanya salah satu guru yang menghampiriku.


"I... Iya Bu..." Jawabku gugup.


"Saya wali kelas kamu, yuk ikut saya ke kelas." 

__ADS_1


"Baik Bu."


Kelasku di lantai 2, aku menaiki tangga yang tinggi. Di sekolahku yang dulu tidak ada tingkat, tapi sekolahku dulu lebar sampai ke belakang kelasnya. Benar - benar suasana yang berbeda dengan sekolah lama ku. 


"Assalamualaikum.. Pagi anak - anak." 


"Walaikumsalam Bu... Selamat Pagi Buuu..."


"Pagi ini kita kedatangan murid baru yaa. Ayo silahkan perkenalkan diri kamu Ri."


"Baik Bu. Perkenalkan nama saya Riri Saputri, saya pindahan dari sekolah di Halim. Salam kenal semua... Mohon bantuannya.." 


"Halo Riri...." Sahut semua teman - teman baruku di kelas IPA.


"Yaudah Riri silahkan duduk di tempat yang kosong yaa..." Sahut wali kelasku.


"Baik.. Terimakasih Bu." Aku pun duduk 3 dari belakang. 


"Sini Ri.." Kata salah satu teman yang akan jadi teman sebangku ku.


"Iyaa makasih yahh.." Jawabku pelan.


"Kenalin.. Nama ku Tami." Jawab Tami sambil menjabat tanganku.


"Riri..."


"Iya tadi kan lo udah kenalan di depan hahaha.."


"Iyaa hehehe.."


"Anak - anak kita mulai belajar yaa, kalo mau kenalan sama Riri nanti aja pas istirahat."


"Iyaa nanti yaa To kenalannya..." Jawab wali kelasku. 


Seharian aku benar - benar di paksa untuk belajar materi baru, karna ternyata di sekolahku yang lama materinya sudah lumayan jauh ketinggalan. Ternyata aku masih harus terus bekerja keras di kelas IPA ini. 


***


Saat istirahat tiba aku hanya mau di dalam kelas saja, belum siap untuk bertemu dengan murid - murid kelas lain yang jumlahnya lebih banyak dari teman - teman sekolahku yang dulu. 


"Hai Ri..." Sahut teman sebrang dari bangku ku. 


"Heh jangan genit lo To." Ledek Tami.


"Eh jangan gitu dong Tam, Anto lagi usaha nih kenal sama cewek lagi." Sahut salah satu temanku yang masih belum aku tau namanya siapa. Daritadi dia selalu usil menggangguku dengan kata - katanya.


"Gue Anto. Lo dari Halim ya?" Tanya Anto dan dia memperkenalkan diri sambil menjabat tanganku.


"Oh iyaa Riri. Iyaa To. Salam kenal. Kenapa emangnya?" Tanya Ku heran.


"Kenal sama Sasa dan Timo dong?" Tanya Anto serius.


"Timo sohib gue di kelas. Kalo Sasa dulu temen sekelas gue pas kelas satu. Lo kok kenal?"


"Ohh sohib lo ya hahahaha..." Jawab Anto sambil tertawa sinis.


"Kenalin gue Rendy. Lahhh itu mantannya si Anto tuh." Sahut Randy yang sejak tadi memang sudah usil mengganggu Anto dan aku. 

__ADS_1


"Oh nama lo Rendy. Iyaa gue Riri." Jawabku.


"Iyaa gue Rendy hahaha sebel yaa daritadi gue nyaut terus? Sori yaa.. Gue emang gini orangnya ceplas - ceplos. Emang si Anto aja malu - malu mau kenalan sama lo. Katanya lo cantik." Sahut Rendy dengan panjang.


"Apasih lu Ren." Jawab Anto dengan malu.


"Dihh muka lo merah.. Eh lo tuh ketauan To kalo suka sama orang. Udah kali ah jaim banget lo."


"Jangan dengerin Rendy yaa Ri." Jawab Anto.


"Hmm gapapa kok, namanya juga bercanda." Jawabku.


"Tapi serius lo kenal sama mereka ya?" Tanya Anto lagi.


"Hmm iyaa... Gue pernah tau lo kok di ceritain sama Timo, dulul lo berantem kan? Si Sasa selingkuh sama Timo dari lo. Oh ternyata lo toh orangnya.... Padahal si Timo baik banget sama gue, dia gak mau kalo gue di selingkuhin sama cowok gue. Eh taunya dia perebut cewek orang ya hahaha..." 


"Oh si Timo cerita ya sama lo?" 


"Iya cerita kok, dia sering curhat sama gue dulu. Tapi sampe sekarang mereka langgeng tuh."


"Yaaah kan baru pacaran setahun Ri." Jawab Anto kesal.


"Yaa setahun lumayan lama dong To."


"Yaah sama gue udah tiga tahun." 


"Yaudah bukan jodoh lo Ti, mungkin ada yang lebih baik nanti. Ikhlasin aja.."


"Iyaa Amiiiinnnn... Eh btw lo kenapa pindah Ri?"


"Hmmm karna gue emang mau negeri dulu. Tapi yaa baru sempet pindah sekarang." Jawabku berbohong. Aku tidak mau banyak orang tau aku pindah karna seseorang itu, cukup aku bercerita ke Yori saja pacarku.


"Ohh gitu, nanggung banget udah semester dua baru pindah. Udah gitu deket lagi sama sekolah lamanya yaah." Jawab. Anto.


"Iyaa gapapalah hehehe..." Jawabku singkat yang sambil membereskan buku - buku ku. 


"Lo gak ke kantin Ri?" Tanya Anto lagi.


"Ih Anto nih dari tadi yaaa genit banget nanya - nanya Riri mulu yaa..." Ledek Tami yang juga tidak keluar dari kelas. 


"Apasih lo Tam. Berisik banget. Makan lo biar gede." Ledek Anto.


"Ihhhhh Anto nih." Jawab Tami merengek.


"Lo gak ke kantin Tam? Gue bawa bekal jadi gue gak ke kantin." Kata Ku.


"Ohhh lo bawa bekal. Gue belum laper Ri, nanti aja deh jam istirahat kedua gue ke kantin." Jawab Tami sambil menyenderkan badannya ke tembok.


"Lo gapapa kan yaa Tam duduk di pojok karna gue gini?" Tanyaku.


"Eh gapapa, nanti kalo lo yang di dalem lo susah keluarnya." 


"Yaudah makasih yaa Tam."


"Iyaa sama - sama Ri, nanti kalo ada pelajaran yang lo gak ngerti lo bisa nanya gue atau temen - temen lainnya ya Ri." 


"Makasih yaa Tam." 

__ADS_1


Ternyata hari pertamaku di sekolah baru tidak seburuk yang aku bayangkan. Tapi aku belum bisa menerima beberapa pelajaran. Aku benar - benar harus belajar dengan benar disini. 


__ADS_2