Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 29. Liburan


__ADS_3

"Besok kita ke Bandung yuk."


Malam itu Aku, Mama dan Bapak sedang berdiskusi dan saat berdiskusi santai tiba - tiba saja Mama mengajak kita ke Bandung. Karna disana kita masih ada saudara, sepupu - sepupu Mama. 


"Macet gak Ma?" Tanyaku sambil memainkan ponsel.


"Bapak besok libur kan?" Tanya Mama.


"Coba aku tanya besok ada gak dokternya."


"Yahhh yaudah Ri, kalo Bapak praktek kita di rumah aja yaaa..." Jawab Mama.


"Iyaaa Ma.. Aku belajar lagi. Lagian udah tinggal seminggu lagi kan aku libur." 


"Iya yaa masa selama kamu libur gak jalan - jalan sama sekali. Yaudah besok kalo emang gak ada yang praktek Bapak cari gantinya yaa..."


***


Setelah kami berdiskusi kemarin dan Bapak akhirnya bisa izin tidak praktek weekend ini, kami jadi pergi ke Bandung. Rasanya senang sekali akhirnya aku bisa berlibur setelah beberapa hari hanya di rumah saja. 


Mama banyak bercerita tentang keluarganya yang di Bandung, tepatnya rumah tinggal keluarga Mama ada di Jalan Ambon. Mama punya banyak sepupu disana, Om Mama adalah adik dari Papanya Mama alias Eyang Kung Aku. Beliau sudah meninggal lama sekali, jadi sekarang tinggal istri dan anak mantunya yang ada. Beberapa anaknya ada yang jadi artis dan model. Walaupun orang Jawa tapi karna sudah lama tinggal di Bandung logat mereka sudah Sunda. 


"Nanti disana pasti kita disediain banyak makanan, Tante Mama itu jago masak. Makanannya juga enak - enak loh Ri. Ih kamu terakhir ke Bandung masih SD kali ya.."


"SMP pernah kok Ma kesana."


"Oh iya waktu Eyang Kung masih ada yaa..." 


"Tantenya Mama itu dulu banyak usaha kuliner Ri, anaknya ada yang pengusaha juga."


"Bukannya ada jualan juga ya disitu Ma?"


"Adaaa.. Nanti cobain deh kita ya."


"Bapak dulu sering main kesana.." Sahut Bapak.


"Ah Bapak mah kalo Mama bawa ke keluarga Mama selalu jadi mantu kesayangan karna Bapak Dokter." Jawab Mama.

__ADS_1


"Cieelahh..." 


Sepanjang jalan kami tertawa dan bercerita tentang keluarga Mama. Benar - benar menyenangkan rasanya sehari tidak membahas tentang pendidikanku sehari itu. Dan akhirna kami sampai di Bandung. Kota Bandung terasa ramai sekali, walaupun panas tapi masih sedikit sejuk. Melewati jembatan setelah tidak jauh dari keluar tol. Dan melihat kanan kiri toko baju yang ramai, Kota Bandung dengan khasnya yaitu orang - orang yang stylish dengan gaya - gaya mereka yang selalu modis. Banyak jajanan dan makanan enak dan pedas. 


"Ih disini katanya ada batagor enak, dimana ya Mama lupa lagi."


"Mama nih yang di cari makanan dulu, ke rumah saudara Mama dulu dong." Sahutku.


"Hahahahaha...." Mama hanya tertawa, memang Mamaku ini senang sekali makan. Sedangkan aku terkadang suka makan, terkadang ya gak juga. Sesuai kemauan aku saja.


Setelah 30 menit kita keliling sekitar kota Bandung, akhirnya kami sampai di Jalan Ambon. 


"Ih tuhkan gerobak makanannya banyak." Kata Mama saat turun dari mobil.


"Ma... Ini ada orang gak di rumah? Kok sepi banget yaa... Mama gak bilang mau kesini?"


"Gak. Gapapa kita mah jangan bilang - bilang kalo mau ke Bandung mah. Yuk." Ajak Mama sambil terus berjalan masuk ke depan halaman. 


Rumahnya unik, tanpa pagar. Saat sampai benar - benar langsung masuk, di depannya ada beberapa bangunan bekas jualan makanan. Seperti mini cafe atau mini resto. Dan di sampingnya ada kantor kecil juga. Lalu kami masuk ke dalam, saat di dalam ternyata ramai. Dari luar terlihat sepi, di dalamnya ternyata tidak. 


"Lohhhh ehhhh Lila Ya ampunnn apa kabar kamu teh ih makin geulis nyak." Sambut salah satu tanteku, namanya Tante Mytha.


"Eh MasyaAllah ini teh si Riri. YaAllah geulis pisan ihhh lebih geulis dari Mamanya ini mah ah." Sapa Tante Mytha sambil menarik tanganku dan mencium pipiku. 


"Hehehe iya Tante..." 


"Mba...Mytha apa kabar?" Sapa Bapak yang berdiri di sampingku.


"YaAllah Mas Ardy. Duhh Monggo monggo masuk yukkk ah." 


Setelah dengan kehebohan di depan pintu kami masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu. Baru saja duduk sudah disuguhi begitu banyak kue kering yang berbagai macam. 


"Mau minum apa nih?" Tanya Tante Mytha.


"Gak usah repot - repot Myth. Mama mana?" Tanya Mamaku.


"Adaaa ada.. lagi sholat kayaknya di dalem, sebentar aku panggil yaaah." 

__ADS_1


Setelah itu Tante Mytha repot kesana kemari menyuruh asisten rumah tangga untuk menyiapkan minum untuk tamu dan menyiap - nyiapkan makanan untuk kta makan siang nanti. 


"YaAllah Lilaaa.. Ardy...." Eyang Sintia keluar dari kamarnya dengan baju panjang yang cantik, lehernya di balut dengan syal yang tebal.


"Tantee.. MasyaAllah.. Sehat tante?" Sambut Mama sambil berdiri dan memeluk Eyang Sintia.


"Alhamdulillah sehat sehat.. Ini Riri ya?" Ternyata Eyang Sintia masih mengingatku.


"Iya Eyang.." Aku menjawab dengan senyuman.


"Salim dong nak.." Sahut Mama.


Aku pun salim dan di ciumnya oleh Eyang Sintia. 


Eyang Sintia ini memang cantik, kulit yang masih halus dan kencang yang membuat aku kagum walaupun usia sudah tua. Benar - benar awet muda seperti artis kondang ternama Titiek Puspa. 


"Mamamu gak ikut ya La?" Tanya Eyang SIntia ke Mama.


"Mama lagi nginep ke rumah Mas Barry Tante..."


Mas Barry yang di maksud Mama adalah Kakak Laki - laki Mama nomer 2. 


"Oalaah.. Kalo Mamamu ikut rame banget ini kita yaa.."


Ya... Kami terus berbincang sampai bosan. Aku hanya duduk dan mendengarkan Mama, Bapak, Eyang Sintia dan Tante Mytha ngobrol. Saampai waktunya makan siang, kami disuguhkan dengan bakso kuah panas dan ada juga aneka pasta, lalu ada juga ayam bakar dan lalapan. Benar - benar aku sampai penuh isi perut karna memakan semuanya. 


Liburan ku kali ini memang adalah silahturahmi ke rumah saudara Mama. Walaupun tidak pyur berlibur tapi aku cukup senang. Lalu setelah kami selesai semuanya, kami pamit untuk pulang. Karna waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Sepertinya sudah cukup untuk kita banyak bicara dan bernostalgia cerita masa kecil Mama dulu jika main ke Bandung. 


***


"Kita muter - muter dulu yuk cari udara sejuk, jam segini kan sejuk." Kata Bapak sambil memutarkan arah mobil.


"Mau kemana Pak? Bapak gak capek?" Tanya Mama.


"Sekalian ini makanan biar turun dulu, kenyang banget Bapak." 


"Okeee....!!" Sahutku dengan senang. 

__ADS_1


Aku adalah anak yang simple, diajak muter - muter lihat - lihat saja sudah bahagia. Dan Bapak sepertinya paham itu. Kita keliling Kota Bandung, melewati ITB dan outlet - outlet baju. Sampai Maghrib. Sempat berhenti untuk membeli oleh - oleh. Lalu kami pulang kembali ke Jakarta. 


__ADS_2