Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 37. Curiga


__ADS_3

Pagi ini Aku asik minum secangkir teh manis hangat buatan mama. Dan pisang goreng hangat yang mama goreng. Benar - benar menjadi hari libur yang menyenangkan. 


"Kita main ke rumah Bude Tari yuk Ri... Mumpung libur." Kata Mama yang baru selesai menggoreng pisang. 


"Yukkkk....."


Tanpa berfikir Aku langsung mengiyakan, karna ini akhir bulan jadi kami tidak keluar makan ataupun nonton bioskop.


"Bapak nanti pulang sore.. Biarin nanti istirahat, kita tinggal gapapa." 


Kebetulan Rumah Bude Tari tidak terlalu jauh dari rumahku. Hanya memakan waktu 5 menit saja untuk jalan ke rumahnya dengan sepeda motor. Aku juga dekat dengan anaknya Bude Tari, yaitu Wina. Bude Tari adalah Kakak Mama, anak eyang yang ke-3. 


Aku dan mama menuju rumah Bude Tari dengan sepeda motor. Dan yang pastinya aku yang nyetir yaa... 


Sampai rumah Bude Tari, ternyata ada Ka Amel yang duduk di depan teras.


"Assalamualaikum Kakak...." Sahutku dan Mama.


"Walaikumsalam... Masuk tante Lila, masuk Ri.." Jawab Ka Amel.


Tenyata Bude Tari lagi masak di dapur.


"Masuk Dek Ila." Kata Bude Tari.


Mama masuk ikut ke dapur, melihat Bude Tari sedang masak. Dan aku masuk ke kamar Wina yang sedang asik bermain di depan komputer. 


"Sibuk banget nih kayaknya." Ledekku Ke Wina yang sejak tadi tidak menghiraukanku datang.


"Ih tunggu Ri, lagi seru nih gue main games baru."


"Main apaan sih itu?"


"Zuma. Yahhh ahhh kalah dehhh..." 


"Ah yaudahlaahhhh.. Gue mau curhat nih."


"Yaelah curhat apasihh? Si Yori? Yori siapa nama lengkapnya?"


"Muhammad Yori Damara."


"Widih.. namanya cakep bener. Orangnya cakep gak?" Ledek Wina.


"Cakeplahh cowok gue mah."


"Iyaaa deh.. bawa kali ke rumah. Di kenalin gitu."


"Nanti deh kapan - kapan gue ajak dia ke rumah ya.." 


"Tapi gue lagi ngerasa gak enak nih Win."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Gue kan punya sahabat di sekolah dari gue kelas 1. Namanya Lani. Terus dia tuh yang commblangin gue kan sama Yori. Eh tiba - tiba dia ada rasa Win sama si Yori. Sebel banget gak sih."


"Ih serius lo?"


"Masa gue bercanda sih Win."


"Gak bener sih Ri, menurut gue. Kalo dia bener sahabat lo masa sih tega nusuk sahabatnya dari belakang." 


"Nah itu dia Win, makanya gue menghindar dari Lani. Terus si Lani ini malah makin nempel sama Yori di belakang gue akhir - akhir ini. Udah gitu dulu awal - awal sering dianter jemput si Lani nih sama Yori." 


"Ih ngaco banget si Lani. Terus lo diem aja?"


"Gue berusaha gak mau cari tau Win. Gue berusaha tutup mata sama tutup telinga."


"Lo jangan bodoh Ri, kalo mereka main belakang gimana?"


"Gue kepikiran itu sih sebenarnya Win. Gue takut kalo gue tau semuanya gue bakal putus sama Yori."


"Lo takut putus sama Yori? Terus lo mau digituiin terus sama Yori dan Lani?"


"Gue bingung Win."


"Ahelah sepupu gue ini dodol banget sih." 


"Apa gue SMS dia yaa Win."


"SMS apaan?"


"Yaa gue mau SMS dia aja hari minggu kemana, lagi ngapain. Gue curiga dia pergi sama Lani."


"Soalnya rumah mereka tuh deket Win, satu kompleks."


"Yahhh pantesss, udah deh fix."


"Eh tunggu, Handphone gue bunyi. Ada SMS."


"Dari?"


"Rogo. Ngapain dia ya SMS gue ya..."


Rogo adalah teman SMAku, dia satu sekolah denganku sejak SD dan SMP. 


"Lo mau nonton?" Tanya Rogo.


"Nonton apaan Go?" Balasku heran.


"Lah... Gue tadi di telpon Lani, dia mau ngajak nonton. Sama Yori juga Ri."


"Yori gak ada kasih tau apa - apa sama gue Go."


"Waduhhh... Gue gak tau deh ini ya... Mereka ngajak soalnya. Gue sih ayo aja... Gue kira dia ngajak lo."

__ADS_1


"Go... Lo temen gue.. Makasi yaa Go. Kalo gak dikasih tau gini gue gaktau kalo mereka mau jalan." 


"Okee okee.. Tapi Lo jangan bilang - bilang Yori yaa soal ini Ri. DIa temen gue soalnya. Bisa ribut gue sama dia." 


"Iyaa Go. Tenang aja.."


Setelah selesai berbalas pesan dengan Rogo, aku terdiam. Wina juga terdiam. Selang beberapa menit Wina berbicara.


"Gue kaget sih ya... Gue rasa nih mereka udah main api di belakang lo Ri. Duh gak habis pikir gue sama Yori."


"Gue harus apa sekarang? Emang udah lama sebenarnya gue curiga sama mereka Win, Tapi yang tadi gue bilang, gue berusaha tutup mata dan tutup telinga."


"Mau sampai kapan Ri????? Ihhh sebel banget gue." 


"Yaudah... yaudah sekarang gue harus apa?"


"Coba lo SMS Yori."


"Oke okee gue SMS dia yaa.." 


Akhirnya aku SMS Yori...


"Yor... Lagi apa?"


Ternyata Yori lama membalas pesan, aku tidak tau dia sedang apa sekarang sampai dia lama untuk membalas pesan dariku. 


"Lama banget si Yori balesnya. Lagi berduaan kali sama si Lani ya.." Ledekk Wina.


"Lo panas - panasin gue terus yaa Win." Jawabku kesal.


Tidak lama Yori membalas pesanku.


"Gue lagi tidur - tiduran Ri. Lo?" 


"Hari minggu gini gak jalan - jalan Yori?" Balasku langsung mengarah ke pertanyaan itu.


"Tadinya mau pergi, tapi gak jadi." 


Sepertinya Yori mengelak, dia tidak langsung menjelaskan mau pergi kemana dan dengan siapa.


"Pergi kemana Yor? Kok gak jadi?" 


"Iyaa sama om dan tante gue. Makanya gue tidur - tiduran aja sekarang." 


Yori berbohong? Dia tidak menjelaskan apa yang Rogo ceritakan kepadaku tadi.


"Ri, jelas dia bohongin lo yaa.. Duh sialan banget ini cowok."


"Win... Sabar dulu yaa please." 


Lalu aku melanjutkan membalas SMS dari Yori.

__ADS_1


"Yaudah, have a nice day yaa sayang.."


Dan Yori tidak membalas pesanku lagi setelah itu. Aku semakin punya kecurigaan yang besar terhadap mereka. Aku semakin yakin mereka ada sesuatu di belakangku. Apakah aku berani mengambil keputusan yang tepat untuk hubunganku dan Yori atau aku harus tetap diam agar aku tetap bisa bersama orang yang aku sayangi?


__ADS_2