Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 54. Semakin Jauh


__ADS_3

Sudah beberapa hari pikiran dan hatiku tidak karuan karna memikirkan aku harus pindah sekolah. Walau akhirnya aku harus bercerita dengan Mytha, aku beruntung sekali bisa kenal dekat dengan Mytha. 


"Hubungan lo sama Yori gimana Ri? Kok kayaknya makin dingin aja gue liat." Tanya Mytha saat aku dan dia hanya duduk berdua saja di kelas. 


"Gue udah gak tau lagi nih hubungan gue mau di bawa kemana Myth. Capek banget sebenarnya kayak gini. Tapi gue udah sayang banget sama Yori." 


"Terus kalo lo mau pertahanin terus kayak gini gimana? Lo hak kasihan sama diri lo sendiri?"


"Gue bodoh ya Myth?" 


"Bukan bodoh Ri, tapi buta.. Cinta lo udah buta. Lebih baik lepasin kalo udah gak seimbang, jangan bikin hati lo makin sakit lagi." 


"Gue juga lagi ada pikiran lain Myth..."


"Apa?"


"Tapi janji yaa lo jangan bilang siapa - siapa.." Bisikku ke Mytha.


"Apaansih??"


"Gue mau pindah sekolah." Jawabku sambil berbisik dan melihat kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada yang mendengarnya.


Mytha terdiam sejenak dan menghela nafas. "Lo serius?"


"Iyaa Myth... Ceritanya panjang."


"Yaudah mending cerita sekarang."


"Nanti aja yaa.. Takut pada denger. Gue cerita nanti di BBM..."


"Yaudah nanti lo harus cerita yaa..."


"Iyaa... karna belum ada yang tau juga gue mau pindah Myth."

__ADS_1


"Iyaa iyaa yaudah okee..."


***


Aku berjalan melewati lorong kelas Yori, aku hanya tertunduk diam tanpa mencari dimana Yori berada. Rasanya aku sudah mulai bingung mau mengakhiri dengan cara apa. Hubunganku dan Yori seperti sudah diujung tanduk, antara harus melepas atau dilepas. Mungkin sekarang aku mengutamakan pendidikanku karna aku lebih sedih harus pergi dari sekolah ini, drumband dan juga.. Yori. 


"Ri...mau kemana?" Tiba - tiba Rizky memanggilku.


"Eh Ky, gue mau hmm jalan - jalan aja. Kenapa?"


"Duduk di taman aja yuk." Jawab Rizky sambil menarik tanganku. 


"Duh.. Pelan - pelan Ky."


"Sini duduk Ri. Gue liat kayaknya lo lagi sedih Ri, kita nyanyi - nyanyi aja yaa.." 


"Lo kok peka banget yaa Ky sama gue.." 


"Ya karna lo temen gue Ri." 


"Terus mau lo apa?"


"Sahabat?"


"Oh okee sahabat."


"Iyaa. Lo selalu ada pas gue lagi bener - bener butuh Ky."


"Iyaa iyaa... Yaudah kita nyanyi aja yuk.."


Aku dan Rizky menyanyikan lagu Jason Mraz - Lucky. Rizky sangat menghayati lagu itu sambil menatapku dengan tajam.


Lalu saat aku dan Rizky sedang asik bernyanyi, aku melihat Yori berjalan di lorong kelas. Dia melihatku berdua bersama Rizky, tapi tidak lama dia memalingkan wajahnya dariku setelah kami eye to eye. 

__ADS_1


"Ri... Yori tadi liat kearah kita." Sahut Rizky setelah kami usai bernyanyi.


"Iyaa gue tau." Jawabku singkat.


"Lo berdua kenapa lagi sih? Gak capek ya berantem terus?"


"Gak taulah Ky, makin lama hubungan gue semakin jauh, semakin gak jelas, udah gak tau harus di perbaiki atau.... hahhhh..." Aku menjawab lalu menghela nafas. 


"Toxic lo berdua. Gak baik Ri."


"Iya gue tau, tapi gue juga bingung mau mulai dari mana dan mau selesai kayak gimana. Gue masih sayang dia Ky." 


"Terus kalo lo masih sayang sama dia, lo harus tetep mempertahankan hubungan lo terus? Terus lo mau sedih terus terusan? Lo bego Ri! Anjir!" Jawab Rizky dengan penuh emosi.


"Ssssttt Ky..Ky..Calm down.... hey.. Please...Enough yaa Ky.." Aku berusaha menenangkan Rizky.


"Lo yang enough Ri!!! Lo! Ah sialan." Rizky sambil memukul sandaran kursi yang kita duduki.


"Ky....Iyaa udah... Gue akan berusaha ya Ky... Sori gue udah bikin lo kesel."


"Apasih Ri.. Lo kenapa minta maaf sama gue sih? Gue tuh marah bukan karna lo, tapi karna Yori sialan itu! Lo tuh baik, ngapain sih masih mau bertahan sama dia. Udah mending udahan selesai!" 


"Iyaa iyaa tapi please jangan keras - keras suara lo yaa Ky, nanti kedengeran yang lainnya. Gue gak mau masalah gue sama Yori jadi pada tau satu sekolah." 


"Okee gue tunggu kabar baik dari lo yaa... Maksud gue juga baik kok Ri, Yori kalo untuk jadi temen dia oke. Tapi kalo dia nyakitin lo, gak ok Ri. Biar gue tonjok dia kalo makin bikin lo sedih."


"Hahaha hey... gak ah, jangan tonjok - tonjokkan ah, kalian berdua kan sekelas Ky. Udah deh jangan cari ribut."


"Iyaaa tapi lo janji sama gue."


"Iyaaa...udah jangan marah - marah terus yaa.. Gue bakal selesaiin urusan sama Yori nanti. Oke."


"Hmmm...."

__ADS_1


Benar kata Rizky dan Mytha, mungkin memang aku harus segera menyelesaikan urusanku dengan Yori. Aku capek jika harus terus semakin gak jelas seperti ini. 


__ADS_2