
Jam sudah menunjukkan Pukul 14.00 WIB, tandanya bel sekolah akan berbunyi. Dan Ka Putra sudah mengahakku bertemu di kantin saat pulang sekolah tiba. Aku gugup, aku bingung dan aku tidak tau harus bagaimana nanti saat bertemu. Yang pasti saat itu aku selalu melihat kearah Yori saat aku sedang melamunkan hal itu.
"Lan, nanti lo duluan aja ke ruang drumband ya. Gue mau ada urusan dulu." Kataku sambil menggendong tasku ke punggung.
"Mau kemana Ri?" Tanya Lani penasaran.
"Udah, nanti aja gue ceritain ya. Dahh.." Aku bergegas buru - buru pergi agar tidak terlalu lama mengobrol dengan Ka Putra.
Aku berjalan menuju kantin, dengan hati yang gelisah. Apa yang harus aku katakan saat pertama kali melihat Ka Putra? Hai kah? Halo kah? Atau ahhh sudahlah tidak perlu di pikirkan sekeras itu. Ini juga hanya pertemuan pertama.
Dan aku sudah sampai di kantin, aku sudah melihat beberapa kakak kelas yang ku lihat kemarin di masjid. Dan ada Ka Bara juga.
"Hai Ri.." Sapa Ka Bara menghampirku dan memberikanku tempat duduk layaknya seorang Putri.
"Makasih ka.." Jawabku dengan pelan.
"Ini temen gue namanya Putra.. Dia anaknya agak pemalu emang. Yaudah bro bro kita tinggalin mereka deh, biar mereka ngobrol berdua." Kata Ka Bara ke teman - temannya disitu yang menemani Ka Putra.
"Sorry ya Ri. Anak - anak emang gayanya nyeremin gitu, tapi mereka baik kok." Kata seseorang yang baru ku lihat wajahnya yaitu Ka Putra.
Wajah Ka Putra yang halus, kulitnya berwarna sawo matang, rambut yang tebal dan mata yang besar. Dia menatapku dan tersenyum.
"Gapapa ka.. Maaf ya ka. Udah nunggu lama ya?" Tanyaku untuk memulai basa - basi.
"Oh gak kok ini baru, kamu mau minum atau makan?" Tanya Ka Putra
"Aku minum aja deh ka.. Sebentar ya ka aku beli dulu." Aku langsung saja berdiri untuk membeli minum. Dan saat aku berjalan menuju jualan minuman. Aku melihat Yori dan Bani berjalan menuju kantin. Aku tidak bisa lagi bersembunyi atau berlari agar Yori tidak melihatku dan Ka Putra mengobrol berdua saja.
"Eh ada Riri toh disini... Kok sendirian? Gak sama Lani atau Pipit?" Tanya Bani sambil melhat kanan dan kiri untuk mencari - cari keberadaan Lani ataupun Pipit.
"Oh hmmm yaa hmm mereka udah duluan ke ruang drumband Ban. Nanti gue nyusul, mau ada yang gue beli soalnya." Jawabku terbata - bata.
"Lo sama Ka Putra?" Tanya Yori singkat.
"Eh? SIapa Ri? Hmmmm gak ikut - ikutan yaa guys..."Kata Bani lalu dia pergi mencari makanan yang akan dibelinya.
"Gue cuma ngobrol kok Yor." Jawabku berusaha tenang.
"Yaudah sana gih, dia udha nungguin lo tuh. Nanti jangan telat latihan drumband tapi ya Ri." Kata Yori lalu berpaling pergi dari hadapanku.
__ADS_1
Aku menunduk dan berjalan kearah Ka Putra lagi.
"Ka, maaf. Aku gak bisa lama - lama yaa.. Karna harus latihan drumband." Aku datang duduk lalu langsung mengatakan itu karna menghindarinya.
"Oh kamu ikut drumband ya? Bareng si Titi, Gita, Andra, terus si Ica, Beby, Rey, sama siapa lagi yaa. Banyak lah ya angkatan aku yang ikut drumband."
"Iyaa kaaa hehehehe banyak sih lumayan. Oh iya kakak gak makan?" Tanyaku tanpa fokus menatap matanya.
"Udah kok tadi pas nunggu kamu, eh kamu lagi cari siapa sih?" Tanya Ka Putra yang merasa aku tidak fokus ngobrol dengannya.
"Oh gak Ka, ini temen - temenku disana kan juga drumband. Nanti mau bareng ke ruang drumband bareng mereka. Takut di tinggal, makanya aku cari - cari hehehe."
"Kalo kamu di tinggal ya gapapa, nanti kamu sama aku aja. Aku temenin."
Ka Putra semakin memberikan pergerakan cepat untuk berusaha mengambil hatiku.
"Oh iya.. Kamu tiap hari sabtu latihan juga ya?" Tanyanya lagi.
"Hmm oh iyaa kaaa.. Kenapa?" Tanyaku sambil menyedot minuman yang ku beli tadi.
"Aku mau liat kamu latihan, gapapa kan?"
Aku lagi - lagi dibuat terdiam. Laki - laki ini yang dikatakan oleh ka Bara pemalu? Dimana sisi pemalunya? Dia bahkan terus saja berusaha mengambil hatiku secara terang - terangan.
"Okee.. Yaudah itu habisin minumnya."
"I i iya ka...oiya ka...aku boleh pergi? Udah jam segini. Takut telat ke ruangan drumband." Aku bergegas berdiri dan sambil melihat kearah Yori dan Bani.
"Oh oke, gak mau aku temenin?" Tanya Ka Putra masih berusaha.
"Gak ka, ada temen - temenku kok. Dahh Ka...." Aku berusaha cepat pergi darinya.
Lalu aku jalan menuju Bani dan Yori yang keluar dari kantin dan kearah ruang drumband.
"Tunggu Ban..Yor..." Teriakku sambil berlari.
Bani dan Yori menoleh kearahku dan terkejut karna melihatku mengejar mengikuti mereka.
"Loh.. Ri, lo ninggalin Ka Putra?" Tanya Yori serius.
__ADS_1
"Iyaa gue bilang mau latihan drumband, takut telat." Jawabku sambil terengah - engah.
"Eh si Yori cemburu tuh." Kata Bani sambil berbisik kearahku.
"Heh Ban.." Kata Yori sambil menendang kaki Bani.
"Hahahaha..."Bani sambil tertawa meledek Yori.
"Yor, jangan marah ya.. Gue cuma menghargai dia kok." Jawabku sambil memegang tangannya.
"Gapapa Ri, selagi lo masih single kan gak masalah." Kata Yori lalu tersenyum.
Aku bingung dengan sikap Yori, dia itu sebenarnya menyukaiku atau tidak sih? Kenapa dia cuek sekali? Kenapa dia tidak ada masalah jika ada yang mendekatiku lagi?
***
"Lo tadi ketemu Ka Putra ya?" Tanya Lani saat kami sedang istirahat latihan drumband.
"Hmmm.."
"Ngapain? Dia nembak lo?" Tanya Lani lagi.
"Ih udah gila lo ya, masa orang baru kenalan langsung nembak. Ngaco." Kataku terkejut.
"Hahaha gue kira dia langsung aja gitu nembak lo.. Terus terus? Tadi Yori kayaknya sedih deh tau lo janjian sama Ka Putra di kantin. Lo tuh gimana sih saa brother gue itu sist?" Berbagai banyak pertanyaan yang dia lontarkan.
"Tanya aja sendiri tuh sama Yori. Gue gaktau gimana lagi hubungan gue sama dia deh. Lo kan deket tuh sama dia. Ya lo tanya aja sendiri." Seketika aku kesal dan pergi meninggalkan Lani.
Yang jelas aku kesal saat Lani menanyakan hal itu, bagaimana tidak. Dia menanyakan hal yang menurutku memang menyebalkan. Karna Yori semakin hari semakin tidak jelas saja denganku, saat ini saja dia seperti tidak mau berjuang untuk segera menembakku agar Ka Putra tidak semakin jauh lagi berharap denganku.
"Ri.." Tiba - tiba saja ada suara yang memanggilku dari samping.
"Eh kaget aku.. Ka Fero." Aku menoleh kearahnya.
"Lo ngapain disini? Jangan bengong sendirian sih. Tuh liat Yori juga diem aja daritadi. Lo berdua ada apa sih?" Dan yaa.. yang pastinya semua orang - orang di drumband juga tau bahwa kami sedang pendekatan.
"Gapapa kok Ka... Lagi pengen sendiri aja disini." Kataku sambil menunduk.
"Eh, daripada gak jelas mending kita cari - cari nada yuk buat lagu baru, buat MOS nanti. Mau gak?" Kata Ka Fero sambil menarik tanganku.
__ADS_1
"Ihhh iyaaa Ka tunggu..." Akupun mengikuti langkah Ka Fero ke tengah lapangan untuk mencari lagu yang akan dimainkan di penutupan MOS nanti kenaikan kelas. Karna lagu - lagu kemarin sudah terlalu lama untuk dimainkan lagi.
Seketika, perasaanku mulai tenang. Memang musik adalah obat untukku, saat aku sedih, suntuk, galau, pusing. Musik selalu membuatku menjadi lebih damai dan tentram.