Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 63. Setelah Putus


__ADS_3

Setelah aku putus dengan Yori, hidupku rasanya kacau. Aku yang berusaha untuk kuat saat aku bangkit move on dari Yori. Beberapa kali aku di kenalkan dan kenal dengan cowok, aku tidak bisa benar - benar mencintai mereka. Aku hanya bermain - main saja hanya untuk mengisi kekosongan hari - hariku agar aku tidak terus - terussan memikirkan Yori. 


Wisnu, pertama kali aku dekat dengan dia karna aku di kenalkan oleh pacar dari Mytha.. Yang kini Mytha menjadi sahabatku. Pacar Mytha kala itu bernama Boy, Boy adalah adik kelasku dan Mytha. Boy punya sahabat bernama Wisnu. Maksud Boy baik, karna dia tau sahabat pacarnya baru putus cinta akhirnya dia pun mencoba mengenalkan temannya kepadaku.


"Lo yang namanya Riri?" Tanya Wisnu yang menghampiriku. 


"Iyaa... Siapa ya?" Aku bingung karna dia tiba - tiba datang menghampiriku. 


"Kenalin nama gue Wisnu. Gue temennya Boy..." Jawab Wisnu sambil menjabat tanganku.


"Ohh okee Boy? Boy pacarnya Mytha?" Tanyaku masih bingung. 


"Hmm iyaa... Sori yaa Ri, gue langsung nodong lo gini. Boleh minta nomer lo?" 


"Nomer? Buat?" 


"Yaa buat komunikasi lah Ri hehehe... Boleh kan?" 


Aku benar - benar kaget dia bahkan tanpa basa basi terlebih dahulu langsung meminta nomer di depan ruang drumband. Walaupun akhirnya aku memberikan nomerku juga.


"Hai Ri, ini gue Wisnu." Wisnu langsung saja mengirimkan pesan singkat untukku. 


"Oh iyaa Wisnu yang tadi ya?"


"Iyaa.. Sori yaa Ri gue langsung to the point tadi. Gue mau langsung aja deket sama lo, sebenarnya gue udah lama merhatiin lo. Dari masuk sekolah, tapi sejak gue tau lo punya pacar bahkan pacarnya si Yori gue mundur. Terus tau kabar lo pindah gue sedih banget, tapi pas gue denger lo putus sama Yori gue langsung minta tolong Boy untuk minta kenalan sama lo." Balas Wisnu dengan panjang. 


"Okeee.. Gue cukup kaget yaaa lo langsung berani mengakui perasaan lo kayak gini. Apalagi lo junior gue kan. Jujur gue masih belum bisa move on dari Yori... Gue gak mau nantinya malah kasih harapan palsu buat lo.. Jadi mending gue ngomong apa adanya sama lo... Dannn gue gak tertarik deket sama cowok yang umurnya di bawah gue. Maaf yaa Nu." Jawabku tanpa basa basi. 


"Oh gitu ya Ri? Lo gak mau kasih gue kesempatan?" 


"Gue gak bisa Nu, daripada nanti lo sakit hati."

__ADS_1


"Ini mungkin karna lo belum move on aja kali yaa dari Yori, kalo udah juga bisa kan Ri?"


Wisnu sangat memaksa, aku bahkan tidak bisa merespon dia dengan baik jika aku tidak ada kemauan untuk pendekatan. Tapi dia benar - benar usaha, di saat aku baru 3 hari putus dengan Yori. Bahkan dia sampai memohon - mohon agar dia bisa menerima pernyataannya. Sempat aku memberikan kesempatan mengiyakan pernyataannya untuk jadi pacarnya, tapi tidak sampai 24 jam aku sudah memutuskan hubungan kami lewat SMS. Karna aku memang benar - benar tidak bisa untuk berpura - pura suka dengan Wisnu. Sampai akhirnya Wisnu menyerah dengan sendirinya di saat aku benar - benar acuh dengannya. 


Zayn, dia adalah anak baru di sekolah lamaku. Ya... Dia yang menggeser kedudukanku di kelas IPA 1 di sekolah lamaku. Berawal dari aku berkunjung ke kelas lamaku, dan aku bertemu dengan dia. 


"Riiii... Nih masa pas lo pindah dia masuk. Marahin Ri, dia menggeser lo!" Sahut Jerry saat aku masuk di depan pintu kelas.


"Ririiiii!!! Ih kangen banget!!"Teriak teman satu kelasku. "Ih lo ngapain sih pindah sekolah?" Tanya Ratna. "Tau lo ah pake pindah sekolah segalaa..." Kata Timo.


"Maaf yaa guys gue harus pindah karna nyokap mau pindahin gue ke sekolah negeri." Jawabku dengan penuh kebohongan. Padahal sebenarnya karna si Zayn kurang ajar ini. 


"Lo Riri?" Tanya Zayn yang langsung menghampiriku. 


"Iyaa... Lo yang namanya Zayn?" 


"Iya.. Kenalin..." Zayn langsung menjabat tanganku. 


"Oke..Iya salam kenal." Aku membalasnya dengan penuh basa - basi.


"Boleh minta nomer lo Ri? Buat diskusi aja..." Tanya Zayn dengan wajah sok gantengnya itu sambil memberikan HPnya ke aku. 


"Hati - hati Ri, dia kayaknya playboy." Bisik Mytha.


Aku punya niat jelek kali ini, aku mau mengerjai Zayn. 


"Okee, mana HP lo? Gue ketik langsung nomer gue ya Zayn."


"Okee, makasih yaa Ri. Lo pindah kemana?" 


Wow penuh basa - basi orang ini yaa... 

__ADS_1


"Gue pindah ke Cipinang. Ini nomer gue udah di save ya.." Jawabku sambil mengembalikan HPnya. 


"Okeedehh.." Jawab Zayn sambil tersenyum. Duh menggelikan sekali rasanya.


Setelah Zayn menyimpan nomerku, malamnya dia langsung mengirimkan pesan untukku.


"Hai Ri.. Ini gue Zayn. Masih inget?" 


Ya jelas gue masih inget dong sama manusia satu ini.


"Hai juga Zayn, iya masih inget kok."


"Lagi apa Ri?" 


Zayn mulai basa - basi, dia mulai aku jebak dan aku terus merespon SMSnya. Sampai akhirnya Zayn mulai protect denganku saat aku berkunjung ke sekolah lama dia langsung senang, bahkan dia menemaniku saat aku ke ruang drumband. Dan aku terkadang memanfaatkan Zayn hanya untuk menunjukkan di depan Lani dan Yori bahwa aku sudah dekat lagi dengan orang baru. Bahkan aku lihat wajah Yori yang kaget saat aku berdua dengan Zayn. 


Sampai akhirnya Zayn menyatakan perasaannya kepadaku, aku menolaknya. Yaa benar - benar menolaknya mentah - mentah. Dia merasa aku sudah perhatian dan care sama dia sampai akhirnya dia menyatakan perasaannya karna sudah yakin denganku tapi dia tidak tau bahwa aku hanya berpura - pura suka dengan dia karna mau membalas apa yang sudah dia lakukan kepadaku sampai aku harus pindah sekolah. 


Andre, dia adalah teman sekolah sepupuku yaitu Wina. Kami bertemu hanya 5 menit berpapasan di jalan. Sejak itu dia sering menanyakan tentangku ke Wina, sampai akhirnya aku memperbolehkan dia mendekatiku saat itu walaupun akhirnya hanya seminggu aku sudah tidak lagi meresponnya. Dan juga ada Jody, yang sama teman sekolah sepupuku. Dia mendekatiku, bahkan beberapa kali mengajakku bertemu tapi aku selalu beralasan tidak bisa atau sibuk, aku merespon SMSnya karna ingin memberikan dia harapan palsu saja saat itu. Sampai akhirnya aku bosan sendiri dan menghilang dari Jody.


Johan, dia dulu adalah teman seangkatanku di sekolah yang lama. Tapi dia hanya satu semester saja lalu pindah sekolah. Berawal dari facebook, dia sering mengirimkan pesan untukku melalui direct message. Yang awalnya aku menganggap dia teman, dia mulai beralih minta nomerku dan akhirnya kita saling mengirimkan pesan. Sampai akhirnya aku terlalu dalam merespon pesannya. Sampai akhirnya dia menyatakan perasaannya kepadaku karna sudah mulai nyaman denganku, bahkan dia berkali - kali mengajakku bertemu tapi aku selalu beralasan. Tapi aku merasa dia sering memaksaku untuk bertemu dengannya sampai akhirnya aku menghapus nomernya dari HPku dan menghilang darinya walaupun dia terus mengirimkan pesan untukku dan teruss saja menelponku tapi aku selalu tidak mau angkat. 


Anto, dia adalah teman sekelasku di sekolah yang baru. Yaa dia jelas sekali mendekatiku. Dia sangat baik kepadaku, bahkan dia adalah laki - laki yang paling baik dari semua beberapa laki - laki yang mendekatiku sejak aku putus dengan Yori. Dia berusaha sekali mendekatiku sampai - sampai aku selalu jadi inspirasi menggambarnya. Aku sangat tersanjung akan hal itu, tapi sayang sekali aku tidak bisa menerima pernyataan dia dan menanggapinya terus menerus. Karna memang aku masih belum bisa belajar mencintai orang lain di saat hatiku masih terluka.


"Ri.. Mau sampai kapan lo mikirin Yori terus? Gak ada kesempatan buat gue ya?" Tanya Anto saat dia mengirimkan pesan untukku.


"Maaf To, gue gak mau bikin lo malah sakit hati karna gue masih belum bisa move on. Daripada lo pacaran sama gue nantinya cuma dapet sedihnya aja karna gue cuekkin mending gak usah sama sekali yaa To."


Setelah itu Anto tidak lagi berusaha untuk mendekatiku walaupun dia bilang masih suka denganku sampai aku lulus sekolah. 


Yang terakhir. Bona, dia adalah teman sekolahku saat aku bersekolah di Halim. Tiba - tiba saja dia mendekatiku yang hanya berawal tanya kabar. Aku tau dia playboy sejak dulu jadi aku hanya menanggapi seadanya. Dan dia juga memang seperti bermain - main saat mendekatiku. Walaupun dia bilang dia suka denganku sejak lama tapi aku tidak percaya dengan omongan buaya. Aku meresponnya hanya karna butuh teman cerita saja waktu itu. Sampai akhirnya aku yang menghilang dan mendengar kabar dia sudah punya pacar. 

__ADS_1


Itulah setelah aku selesai hubunganku dengan Yori, kehidupanku sebagai perempuan menjadi kacau. Aku menerima mereka karna aku hanya ingin perhatian dan mengisi kekosongan agar aku tidak terus - terusan menangisi Yori. Tapi nyatanya tidak, aku masih susah move on dari Yori. Bahkan terus - terussan berharap aku bisa kembali dengannya dulu. Sampai aku terus mendoakan hubungan Yori dan Lani berakhir saja dan mereka kena karma atas apa yang sudah mereka lakukan kepadaku. 


__ADS_2