Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 36. Ujian Penentuan


__ADS_3

Hari ini tiba aku dan beberapa teman - temanku ujian untuk masuk memperebutkan 2 bangku kosong di kelas IPA. Sejak pagi tadi aku sudah repot membolak balik soal dan membaca doa dalam hati agar aku dapat mengerjakannya dan lulus masuk kelas IPA. 


"Lo udah siap Ri?" Tanya Yori.


"InsyaAllah."


"Lo harus lulus yah, gue bakal isi yang salah kok jawabannya. Supaya berkurang satu saingan lo."


"Yor, lo yakin gak mau masuk IPA? Lo kan juga pinter."


"Gak Ri, gue di IPS aja. Lebih santai, bisa main. Kalo di IPA gue belajar terus pusing." Jelas Yori sambil menggaruk - garuk kepalanya. 


"Terimakasih yaa sayang..." Aku menjawab sambil mengelus pipinya dan menatap matanya. Rasanya hati ini tenang saat melihat wajahnya. 


"Ayo anak - anak yang mau ujian silahkan ke ruang guru." Kata salah satu guruku yang masuk ke kelas.


Aku dan Yori segera bergegas keluar kelas dan menuju ruang guru, total kami yang akan ujian ada 5 orang. 3 orang terdiri dari kelasku dan Yori, dan 2 orang dari kelas IPS 2. 


"Ri, mudah - mudahan kita yang lulus yaa.." Kata Ratna yang tiba - tiba berjalan di sebelahku. 


"Amiiiinnn... Lo juga ternyata ya hahaha.."


"Iya soalnya yaa setau gue ini kita doang yang ambis, yang lain cuma formalitas aja mau ikut. Mereka tetep mau di IPS katanya. Si Yori juga kan tuh." Jelas Ratna.


"Oh iya?" 


"Iyaa Ri. Mudah - mudahan yaa... Gue gak ngerti deh pelajaran IPS. Selama beberapa hari di IPS gue gak nyambung." 


"Iya sama Na." 

__ADS_1


"Ayo semua duduk yaa......Duduknya berjauhan... jangan dekat - dekat." Kata Guru pengawas.


Kami duduk di tempat masing - masing yang sudah di posisikan. Diatas meja sudah ada soal dan kertas jawaban.


"Itu udah ada Soalnya yaa, total soal ada 5. Soal hanya matematika saja, karna kalian semua kan hanya matematika saja yang kurang nilainya. Pake pulpen yaaa ngerjainnya." Lanjut Guru Pengawas.


"Bu... ini boleh di coret gak kalo salah?" Tanya Yori.


"Boleh.. Jangan di Tipe-X yaa anak - anak. Oke.. Ujian dimulai. Ibu kasih waktu 1 jam untuk mengerjakan."


Semua fokus untuk mengerjakan ujian, dan aku berharap aku dapat mengerjakannya dengan baik dan benar. Ini benar - benar penentuanku untuk masuk kelas IPA. 


***


"Gimana Ri? Bisa?" Tanya Ratna setelah kita semua selesai ujian.


"Alhamdulillah bisa Na.. Mudah - mudahan lulus yaa..."Jawabku sambil menggandeng tangan Ratna.


"Okee..."Jawabku yang sambil melihat kanan dan kiri.


Aku mencari Yori, sejak ujian tadi hanya 30 menit saja Yori keluar. Aku tidak tau kenapa Yori langsung menyerah saat ujian berlangsung. 


Dan ternyata Yori ada di dalam ruang drumband. Sedang duduk memainkan stik drumm.


"Hei...." Sapaku.


"Eh udah ujiannya Ri?" Tanya Yori lalu berhenti memainkan stik drum dan berdiri.


"Udah... Gue kira lo dimana." 

__ADS_1


"Hmm...Gue kan udah bilang, gue bukan pesaing Lo." Jawab Yori berjalan kearahku dan yang tiba - tiba memelukku.


Aku dan Yori hanya berpelukan beberapa detik tanpa membahas lagi ujian tadi.


"Gue sayang sama Lo Yor..." Saat melepaskan pelukan.


"Sama.." Yori membalasnya dengan senyuman.


"Mau makan gak?" 


"Mau..."


"Yuk.."


"Mana?"


"Apanya?"


"Lo ngajak makan."


"Ihhh makan ke kantin lah."


"Ah kirain mau ngajak makan yang lain..."


"Yoriii ngomong apasih ih."


"Hahahahahahaha gak kok gue lagi ngejokes aja."


Aku hanya diam dan tidak mengerti apa yag Yori bicarakan. Lalu Yori menggandeng tanganku dan mengajakku keluar ruangan drumband dan menuju kantin. 

__ADS_1


Aku selalu berharap hubunganku dan Yori selalu baik - baik saja. Mungkin aku sudah cinta buta dengan Yori. Walaupun aku beberapa kali sering melihat dia ngobrol dekat dengan Lani tapi aku berusaha tutup mata dan telinga. 


__ADS_2