Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 33. Kelas Dua


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertamaku menjadi anak kelas 2. Tapi kali ini aku masih di kelas IPS, dan ternyata aku di kelas IPS 1, dan sekelas dengan Yori. Dan yes, Lani dan Yori tidak sekelas. Lani kelas IPS 3. Aku senang sekali akhirnya aku dan Yori terpisah dengan Lani.


"Lo di IPS 1 Ri?" Tanya Yori yang baru saja masuk dan menghampiriku.


"Iyaaa..." Aku menjawab dengan nada senang.


"Yaudah gue ke ruang OSIS dulu ya. Mau ospek siswa - siswi baru." Jelas Yori.


Lalu Yori mengambil alamamaternya di dalam tas dan memakainya. Dengan gagah Yori berjalan menuju ruang OSIS.


"Gilaa Yori kenapa jadi ganteng gitu Ri? Lo apain sih dia? Pacaran sama lo makin cakep aja dia." Rina tiba - tiba saja mengejutkanku.


"Ihh kaget gue ah."


"Lah itu laki lo keren banget gilaa. Hati - hati jadi incaran adek kelas tuh nanti." Ledek Rina.


"Hahaha bagus dong, dia berarti populer nanti." Jawabku santai.


"Ih lo gak takut Ri? Junior sekarang ngeri - ngeri loh."


"Tau darimana? Kalo Yori nya cuma sayang sama aku mah gak bakal kepincut."


"Ih Riri mah santai banget sih, Yori tuh genit tau sama cewek. Itu dia pasti mau genit sama adek - adek kelas tuh."


Aku tidak menjawab lagi ledekan Rina, aku hanya menjawabnya dengan senyuman. Aku percaya pada Yori. Dia saja bisa bertahan tidak berpaling ke Lani. Aku percaya Yori.


"Riiii!" Tiba - tiba saja Bani memanggilku dari jendela kelas.


"Astaghfirullah Ban. Lo tuh jangan ngagetin gue gitu dong, bisa jantungan gue!" Jawabku dengan sedikit membentak Bani.


"Hahahaha sori - sori yaAllah. Ini gue nyari si Yori kemana dia ya? Gue telat."


"Yori udah duluan ke ruang OSIS tadi."


"Ahelah gue ditinggalin lagi. Oke makasi yaa Ri."


"Hmm.."


Lalu Bani berlalu mencari Yori sambil berlari - lari dan menengok kanan dan kiri.


"Lo kok masuk IPS Ri? Bukannya lo mau IPA?" Tanya Rina yang tiba - tiba duduk di sebelahku.

__ADS_1


"Iyaaa gue sementara di kelas IPS dulu Rin, ini minggu depan gue ujian."


"Ihhh seriussan? Udah di IPS ajaa Ri bareng kita hahahaha..." Ledek Rina.


"Maunyaa..... tapi jujur Rin, gue gak ngerti pelajaran IPS."


"Ah serius lo? Yakali IPS tuh santai kali malahan. Lo di IPA malah stress belajar muluuu."


"Gue kayaknya mending stress di IPA deh kayaknya daripada IPS haahhahaha..."


"Hahahah yee kocak juga lo ya Ri. Eh si Yori juga loh katanya dia bisa masuk IPA. Tapi dia kayaknya lebih pilih IPS deh."


"Iyaa dia udah cerita sama gue Rin."


"Yaa makanyaa, modelan kayak Yori mau masuk IPA mah mustahilll." Ledek Rina lagi.


Tak lama bel sekolah berbunyi, menandakan bahwa kita harus upacara. Dan seperti biasa aku ke ruang drumband untuk mengambil alat - alat.


"Ehhh ini sepi banget. Kemana yang lain?" Tanyaku di dalam ruang drumband.


"Ri, ini kan rata - rata anak drumband jadi OSIS juga. Jadi ini kita aja yang main yaa, mereka ikut upacara di lapangan di samping anak kelas 1." Jelas Ka Romi.


"YaAllah iya ya lupa aku."


"Ini barisan anak drumband sepi banget dong Ka???" Tanya Pipit.


"Yaaa mau gimana lagi. Nanti mainnya yang keras yaa. Ini aja gue jadinya pegang trio Ri. Karna yang pegang trio kan cuma cowok lo sekarang."


"Sedihnyaa... Senior angkatan Ka Titi udah pada lulus semua sih yaa.. Mudah - mudahan nanti junior banyak yang masuk drumband yaa Ka.." Jawabku ke Ka Romi.


"Amiiin. Yaudah yuk yukk ke lapangan."


Setelah itu kita kumpul di lapangan untuk bersiap upacara bendera. Aku sudah melihat Yori dari kejauhan. Dia terlihat begitu tampan, dengan setelan almamater sekolah yang lengannya panjang dengan postur badan yang tinggi, yang kurang lebih tingginya 178cm. Badan yang besar, dengan seragam sekolah yang celana panjangnya putih, lalu memakai sepatu sport yang besar. Berdiri tegap di posisi barisan paling depan. Ya.. dan itu adalah pacarku.


***


"Ri, ke kantin yuk." Ajak Rina saat bel istirahat.


Dari tadi aku tidak melihat Yori, dia pasti sedang sibuk mengurusi kegiatan anak kelas 1. Karna pasti anak OSIS sibuk dari pagi hingga sore dengan kegiatan yang mereka buat.


Lalu aku mengiyakan ajakan Rina ke kantin. Di kantin aku bertemu Pipit dan Lani, mereka sekelas ternyata. Dan saat aku ingin membeli minum ternyata ada Yori menghampiriku.

__ADS_1


"Ri." Sapa Yori.


"Sayang, capek banget kayaknya ini." Jawabku sambil mengelus wajahnya.


"Iyaa capek." Dengan wajah yang manyun dan sedikit manja.


"Uuuutayaaang ahhh manja bener Yori nih sama Riri." Ledek Rina sambil mencubit perut Yori.


"Ehhh sakit Rin. Ganggu aja lo ih lagi di manja - manja pacar juga." 


"Ihh......Yori kenapa jadi bucinnnnnn." Rina meledek Yori lagi.


"Baaacot hahahahaha...."Jawab Yori sambil tertawa.    


"Gue mau makan Ri." 


"Yaudah mau makan apa?" 


"Mau makan disana, temenin yuk." Ajak Yori sambil menggandengku.


"Yaudah sebentar, gue beli minum dulu ya.." 


"Iyaa.."


Aku bergegas mengambil minum yang sudah ku beli dan meninggalkan Rina yang sedang asik ngobrol dengan Bani setelah itu. Ya mereka sekarang berpacaran, entah sejak kapan tiba - tiba mereka sudah menjadi pasangan.


"Sini duduk sebelah gue." Kata Yori yang sejak tadi sudah menungguku duduk di ujung kantin.


"Itu almet lo jangan diletakkan disitu Yor, nanti kotor loh. Sini gue pegangin."


Yori langsung memberikannya padaku sambil memakan makanan yang sudah dia pesan.


"Junior ceweknya cantik - cantik gak?" Tanyaku dengan nada meledek.


Yori tidak menjawab hanya menggeleng - gelengkan kepala dan tertawa kecil.


"Masa sihh?" 


Yori masih tidak menjawab dengan kata, hanya mengangguk.


"Makan yang banyak ya sayang. Kasihan capek." Aku sambil mengelus kepalanya dan memandangi wajah tampannya.

__ADS_1


Rasanya aku benar - benar mulai mencitainya, bukan hanya sekedar menayanginya lagi. Bahkan aku tanpa jijik mengelap keringatnya dan aku suka aroma tubuhnya walaupun sedang berkeringat. Walaupun dia sedang lusuh pun aku tidak peduli. Dia tetap tampan di mataku.  


__ADS_2