
Hari ini aku sibuk mengurus segala mata pelajaran yang banyak ujian dan catatan. Aku harus benar - benar mengejar semua pelajaran yang ketinggalan saat di sekolahku yang lama. Tapi di sisi lain perasaanku sedang dilema karna hari ini masih saja Yori tidak menghubungiku. Sudah beberapa hari ini aku tidak main ke Halim karna aku memang belum ada waktu, tugasku banyak setelah sekolah disini. Berbeda sekali saat aku sekolah di swasta, di negeri tugas lebih menumpuk dan susah sekali. Belum lagi guru - guru yang ketus saat mengajar, jika aku tidak bisa seperti anak bodoh diantara yang lainnya. Tapi ini sudah bulan kedua tahun 2011, yang kata orang bulan penuh cinta tapi tidak untukku. Tapi sebelum hari kasih sayang itu tiba, aku sudah memesan cupcakes untuk nanti aku berikan ke Yori. Tapi ternyata...
"Yor, apa kabar?" Aku berusaha mengirimkan pesan untuknya.
"Kenapa Ri?" Balas Yori singkat.
"Gue nanya kabar lo kok gak di jawab sih?"
"Baik."
"Lo beda banget Yor."
"Gue minta maaf ya Ri, kayaknya gue gak bisa nih hubungan jarak jauh gini."
Yori... Ini bukan jarak jauhhh.... Emang lo aja yang gak ada usaha buat nyamperin gue ke sekolah yang baru!!! Aku menggerutu dalam hati sebelum aku membalas pesannya.
"Kita kan masih sering ketemu Yor, gue kan masih sering kesana."
"Iyaa tapi kan akhir - akhir ini jarang Ri. Gue mulai bosan."
"Lo bosen sama gue?"
__ADS_1
"Iya..."
"Terus lo mau apa? Putus?"
"Kayaknya udah deh Ri selesai aja."
Seketika saat aku membaca pesannya seperti ada bom atom yang siap untuk meledak. Dan aku tidak langsung membalas pesannya, aku diam terlebih dahulu dan bingung harus menjawab apa. Dia memutuskan hubungan kami melalui SMS? Bahkan dulu saat dia menembakku juga lewat SMS. Gila banget Yori.
"Oke. Kalo itu mau lo. Gue terima kali ini, karna kayaknya hubungan kita udah mulai gak sehat."
"Hmmm Oke Ri. Gue yakin nanti lo juga bakal dapet yang lebih baik dari gue kok Ri."
"Amin, makasih Yor. Tapi kita masih tetep berteman kan Yor? Gue gak gampang nih hilangin perasaan sayang gue ke lo. Bahkan gue udah pesen sesuatu buat hari kasih sayang nanti."
"Yaa nantilaah gue kasih, kan masih dua hari lagi hari kasih sayang tapi lo udah putusin gue. Yaudahlah... Tapi please kalo suatu saat nyokap atau eyang putri ketemu lo dan nanyain hubungan kita, jawab kita baik - baik aja yaa. Mereka udah sayang sama lo Yor."
"Hmm maaf yaa Ri, gue malah gak ada ide kasih apa - apa buat lo. Kenapa? Kalo gak ngomong nanti malah gak enak keadaannya loh Ri."
"Gapapa Yor, anggep aja itu hadiah terakhir dari gue yaa. Nanti gue yang ngomong sendiri kalo udah waktunya Yor. Tapi untuk sekarang gue belum siap liat mereka sedih."
"Hmmm okee Ri, tapi disana emang gak ada yang deketin lo?"
__ADS_1
"Ada.. Tapi gue masih belum mau respon dan gue juga kan masih punya pacar, tapi status di facebook relationship kita jangan di ganti dulu yaa Yor. Gapapa kan?"
"Tuhkan disana aja udah ada yang deketin, coba aja dulu Ri. Yaudah gapapa kok Ri."
"Gak bisa Yor, hati gue masih buat lo. Makasih yaa Yor."
***
Dua hari setelah akhirnya aku putus, setiap malam aku menangis memikirkan Yori, memikirkan perasaanku yang masih terus mengingatnya dan kenangannya. Kenapa Yori setega ini memutuskan hubungan kami di saat aku masih menyayanginya, mungkin Yori udah gak sayang yaa sama aku...? Atau benar kata orang - orang kalau Yori sudah menjalin kasih dengan Lani di belakangku. Aku selalu berfikir soal itu dan selalu benci dengan Lani. Aku benci mereka.
Dan ya hari ini tepat hari kasih sayang, seperti yang sudah aku janjikan dengan Yori kalau aku akan memberikan hadiah untuknya. Aku memberikannya cupcakes berwarna kuning dasarnya dengan tulisan angka 26 berwarna biru sesuai tanggal jadian kami. Menyakitkan sekali rasanya memberikan hadiah di saat hubungan kami sudah selesai.
"Yor, ini buat lo ya.. Di makan." Kata Ku lalu memberikan cupcakes kepadanya.
"Makasih yaa Ri, nanti gue makan di rumah." Jawab Yori dengan singkat.
"Iyaa sama - sama Yor. Yaudah kalo gitu."
"Yaudah gue balik duluan ya Ri."
"Hmm iyaa Yor hati - hati."
__ADS_1
Dalam hatiku merasa, duh Yori kenapa sih lo gak mau berjuang lagi yaa buat hubungan kita? Lo udah bener - bener gak mau ya sama gue? Gak ada kesempatan lagi yaa buat kita? Kita benar - benar putus yaa? Tatapan mata Yori sudah berbeda, bahkan dia tidak mau sama sekali menatap mataku lama - lama. Dan sudah tidak lagi seramah biasanya.