Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 53. Mama di Panggil Guru


__ADS_3

"Nak, hari ini Mama di panggil wali kelas kamu." Kata Mama saat aku sedang siap - siap berangkat ke sekolah.


"Ada apa Ma?" Tanyaku heran.


"Katanya mau bahas nilai - nilai kamu yang kurang." 


"Oh yaudah Ma... Iya ini aku lagi usaha buat memperbaiki nilai karna aku udah lumayan lama juga kan ketinggalan belajar kemarin pas sementara di kelas IPS." 


"Ya makanya ini Mama mau di panggil, nanti siang Mama ke sekolahmu ya."


"Iyaa nanti Mama kabarin aku aja." 


Saat itu aku benar - benar takut sekali saat Mama dipanggil ke sekolah, karna aku merasa nilaiku menurun karna aku tidak fokus memikirkan Yori dan Lani setiap hari dan sibuk menjabat sebagai wakil dua drumband. Jika Mama sampai tau itu semua, pastinya aku akan di marahi habis - habisan. 


Selama perjalanan ke sekolah, aku terus - terussan gelisah memikirkan apa yang akan di bicarkan wali kelasku tentang diriku. Aku berharap ada jalan keluar untuk ini. 


***


"Ri... tadi gue ketemu nyokap lo..." Sahut Rina yang menghampiriku saat aku sedang duduk di kelas. 


"Iyaa..Nyokap di panggil guru Rin."


"Eh serius Ri?"

__ADS_1


"Iyaa Rin, makanya gue deg - deggan banget nih."


"Mudah - mudahan gak ada apa - apa yaa Ri. Yaudah gue ke kelas dulu yaa cantik, si Yori di kelas gue tuh."


"Iyaa Rin. Udah biarin ajaa Rin."


"Hahaha okeedehh bye.." 


Aku terus menunggu kabar dari mama sampai jam belajar mulai pun aku tidak fokus, untungnya saat itu pelajaran bahasa indonesia yang tidak harus banyak hafalan rumus. 


"Ri.."Panggil Mytha sambil berbisik, Mytha duduk di depanku. Jadi dia bisa langsung menoleh ke belakang.


"Yaa Myth?" Tanyaku berbisik.


"Gapapa kok Myth." Jawabku singkat.


"Cerita aja sama gue Ri, siapa tau gue bisa bantu meringankan beban lo." 


"Makasi yaa Myth, akhir - akhir ini lo care sama gue. Nanti yaa gue cerita sama lo." 


"Ya gapapa kan lo temen gue juga Ri, apalagi gue ngerasa kok lo udah jauh sama Lani sejak Lani deket banget sama cowok lo." 


"Yaudah nanti yaa gue cerita, pas istirahat."

__ADS_1


"Okee.."


Jam istirahat tiba, Mama menelponku dan menyuruhku untuk menghampirinya ke depan ruang guru.


"Ya maa..."


"Kalo kamu pindah sekolah gimana?"


Aku terkejut bukan main saat Mama bertanya seperti itu. 


"Nilai kamu jadi menurun banget kata wali kelas kamu nih di IPA. Padahal dulu kelas satu nilai IPA kamu bagus semua. Terus ini mau ada anak baru pindahan semester 2 ini kesini tapi maunya di kelas IPA. Sedangkan kelas IPA kuotanya udah penuh, jadi harus ada yang pindah." Jelas Mama dengan gemetar.


"Kok jadi aku yang harus pindah sih?" Jawabku lemas.


"Udah nanti kita obrolin di rumah ya.. beberapa bulan lagi kan ambil rapot untuk ganti semester, nah kalo bisa sebelum itu kita udah cari - cari sekolah negri yaa nak. Mma pulang dulu deh yaa.. Mama pulang di jemput pakde sama eyang putri kok."


"Yaudah Ma.." Jawabku singkat tanpa bisa berfikir lagi.


"Kamu jangan lupa sholat." Mama pergi meninggalkanku di depan ruang guru. 


"Iyaa Ma...."


Aku berjalan kembali ke kelas, rasanya benar - benar lemas setelah mendengar kata - kata Mama. Aku harus rela meninggalkan drumband, sekolah ini bersama teman - temanku dan juga Yori. Aku harus meninggalkan Yori. Mungkinkah aku akan kuat menghadapi semua ini? 

__ADS_1


__ADS_2