
Malam itu aku hanya ingin menenangkan pikiranku dan memejamkan mata sejenak. Aku masih berusaha mencerna kejadian ang membuatku pusing untuk di pikirkan. Aku berusaha tidak menangis dan aku juga berusaha tenang untuk menghadapi ini. Aku adalah seorang gadis yang baru saja masuk SMA, dan belum pernah berpacaran. Bagaimana bisa mnejadi rumit sepert ini, urusan pendekatanku dengan Yori saja belum ada ujungnya. Tapi ini sudah ada lagi kakak senior yang mengajak kenalan denganku dan terang - terangan temannya bilang jika dia menyukaiku. Bagaimana aku bisa menghadapi ini?
Saat aku sedang berusaha memejamkan mata untuk tidur, tiba - tiba handphoneku berbunyi 2 kali. Ternyata ada 2 pesan masuk. Ah ternyata dari Yori, dan satunya aku tidak mengenal nomernya tapi setelah ku baca pesannya berisi:
"Hai.. Ini Riri ya? Salam Kenal. Ini gue Putra temennya Bara tadi."
Oh ternyata kakak kelasku benar - benar mengirimkan pesan untukku. Sedangkan Yori mengirimkan pesan:
"Lo lagi sibuk gak?" Tanya Yori singkat.
Saat itu juga aku membalas pesan mereka beda 1 menit. Aku berusaha untuk menghargai Kakak senior yang bernama Putra.
"Iya ka benar ini Riri. Oke ka.." Jawabku singkat kepada ka Putra.
Dan aku membalas Yori.
"Gak Yor, ada apa?" Tanyaku pada orang yang aku sayang.
Dan tidak lama Ka Putra membalas lagi pesanku.
"Sorry yaa aku gak langsung minta nomer hp kamu tadi... aku malu Ri."
"Iya ka gapapa."
"Aku tadi lihat kamu di masjid, sorry juga yaa temen - temenku tadi ribut banget isengin kamu."
Oh sudah ku duga ternyata ini adalah gengnya dia yang di masjid tadi. Aku sudah merasa ada yang mau mendekatiku tadi, ternyata firasatku tidak salah.
__ADS_1
"Oh, aku gaktau sih kakak yang mana tadi."
"Besok kita ketemuan ya di sekolah, ngobrol di kantin. Mau?"
Pertanyaan macam apa itu? Dia tidak tau yaa bahwa sekarang hatiku ini sudah terisi dengan orang lain yaitu Yori. Terpaksa aku harus menjawab..
"Iya ka, boleh. Yaudah aku mau istirahat dulu ya..."
Bahkan aku mengakhiri pesan singkatku dengan Ka Putra karna aku ingin fokus membalas pesan dari Yori yang sudah membalas dari 5 menit yang lalu. Ternyata Yori menjawab pesan singkat yang membuatku sedih.
"Gimana sama senior itu? Lagi deketin ya dia?"
"Yor, lo jangan bahas dia ya. Gue juga bingung sekarang harus nanggepin dia gimana.."
"Lo bingung mau pilih sama gue atau deket sama dia ya?"
"Bukan itu, pilihan gue adalah gimana caranya gue menghindar Ka Putra. Gue gak enak kalo harus to the point bilang gak suka sama dia. Mau bilang punya pacar juga gak mungkin karna gue belum ada status jelas sama lo."
Jawaban yang tidak tepat, membuat aku jadi tidak ingin lagi membalas pesannya.
Dan setelah itu aku berusaha untuk tidur. Karna aku tidak mau lagi membahasnya, Yori sudah mulai bicara kacau.
***
"Duh pusing bangeeettt.." Pagi ini aku sudah mengeluh di depan Lani dn Pipit.
"Riii.. Lo kenapa??? Gara - gara si kakak kelas itu ya?" Tanya Lani.
__ADS_1
"Yang mana sih orangnya Ri?" Tanya Pipit penasaran.
"Gue gaktauuuu!" Jawabku kesal dan sedikit membentak.
"Udah yaa tenangin diri lo dulu mendingan Ri. Kayaknya lo udah stress banget deh." Kata Lani sambil mengelus - ngelus pundakku.
"Gue mau keluar dulu, mau duduk di taman depan." Aku bergegas berdiri dan keluar dari kelas.
"Mau gue temenin?" Tanya Lani.
"Gak usah. Gue mau sendiri dulu." Jawabku lembut.
"Gapapa sendirian Ri?" Tanya Pipit sambil menggenggam tanganku.
"I'm fine Pit. Ok."
Setelah itu aku duduk di taman sendiri dan menghela nafas panjang. Apa yang sedang terjadi dengan perasaanku? Aku bingung harus bagaimana menghadapi ini. Ini cukup memuakkan untukku. Yori yang tidak jelas maunya apa, dan sekarang ada Ka Putra yang ingin mendekatiku. Saat aku sedang memejamkan mata agar menenangkan pikiran tiba - tiba ada yang berteriak dari sebrang kelas.
"Ririiiii di cari Putra nihhhh!!!!"
Aku langsung membuka mata dan menoleh kearah teriakan itu, dan ternyata itu teman - teman Ka Putra yang berteriak. Kelas mereka ternyata persis bersebrangan di depan kelasku.
Sontak aku hanya melontarkan senyum dan malu.
"Cieeee senyum tuh Put. Aseek dah ah." Kata salah satu teman Ka Putra yang aku tidak tau siapa.
Aku yang tadinya duduk lalu langsung berdiri dan bergegas menuju kelas, dan saat ke kelas aku menabrak seseorang di depan pintu kelas.
__ADS_1
"Aduhh.." Aku menoleh kearahnya.
"Hati - hati Ri." Ternyata itu Yori. Sejak kapan dia berdiri di depan pintu kelas? Apakah dia memperhatikanku dari tadi? Dan apakah dia mendengar suara teriakan dari Kelas Senior?