Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 46. Aku dan Yori


__ADS_3

Waktu terus berjalan, aku dan Yori semakin hari masih tetap baik - baik saja dan aku merasa sepertinya Yori sudah mulai menjaga jarak dengan Lani. Tapi aku tidak tau apakah Yori masih sering berkunjung ke rumah Lani atau tidak. Tapi sejujurnya aku tidak mau mencari tau karna aku percaya dengan Yori dan jika aku tau dan ternyata masih itu hanya akan membuatku sakit hati saja. 


Sore itu, aku dan Yori sedang duduk di kantin berdua. Yori dengan lahapnya memakan makanan yang dia pesan sejak tadi.


"Yor." Panggilku saat dia baru selesai makan.


"Hmm?" Lalu Yori menoleh kearahku.


"Lo masih suka ke rumah Lani?" Aku nekat memberikan pertanyaan ini langsung dengannya.


"Jarang sih, soalnya kan bokapnya juga udah balik. Kenapa?" 


"Oh gitu. Gapapa kok cuma nanya aja." 


"Lo kangen sama Lani?" 


"Gak juga. Kayaknya emang hubungan gue sama dia gak bisa kayak dulu lagi deh Yor."


"Kenapa?" Yori sambil menatapku tajam.


"Hmmm feel seorang perempuan kali yahh, gue jadi gak bisa deket lagi sama dia Yor sejak tau perasaan dia sama lo."


"Tapi kan gue sekarang udah sama lo, kenapa lo masih membatasi ke dia?"


"Lo gak ngerti yaa feel seorang perempuan? Apalagi kalo udah sayang."


"Gak. Gue gak ngerti jalan pikiran cewek tuh." 


"Lo kok malah ngajak ribut gini sih Yor?"


"Gue gak ngajak ribut kok, lo yang mulai kan nanya Lani?" 


"Ya tapi kesannya lo maksa banget gitu loh harus buat gue sama Lani deket lagi kayak dulu. Lo gak ngerasain kan jadi gue yang udah sayang banget sama lo terus ada cewe lain yang juga suka sama lo terus mereka deket banget sampe sekarang." Aku menjawab dengan nada kesal dan berdiri dari tempat duduk.


"Ssstt..... Ri. Jangan kayak gini lah. Lo gak malu nanti diliat orang - orang kita kayak gini?" Yori sambil menarik tanganku agar aku duduk lagi.


Aku diam dan menghela nafas tanpa mau menatap wajah Yori sekarang. Bahkan aku sekarang ingin menangis rasanya. 


"Ri..." Yori memanggilku dan memegang tanganku.


"Lo sebenarnya sayang gak sih sama gue Yor?" Tanyaku dengan kesal. 


"Sayang Ri."

__ADS_1


"Sama Lani?"


"Ya sayang jugaa dia udah kayak adek gue."


"Bohong! Adik darimana?"


"Ya gue udah anggep dia adik Ri... Lo kenapa sih?" 


"Yor, gue mau ke ruang drumband sekarang." Aku berdiri dan pergi meninggalkan Yori sendirian.


Ternyata Yori ikut pergi jalan di belakangku. Tapi dia tidak memanggilku hanya mengikuti dari belakang. 


"Stop Yor!" Aku berhenti berjalan.


Yori tidak berhenti dan tetap berjalan melewatiku. 


"Kalo lo mau sama Lani yaudah sana. Gak usah sama Gue."


Yori pun berhenti dan menoleh ke arah ku.


"Lo mau apa sih Ri?" Bentak Yori dari jarak 1 meter.


Aku menutup seluruh wajahku dengan tangan dan aku tidak sanggup untuk menahan air mata. 


"Ri, kita ke belakang ruang drumband deh. Ayo sini." Yori menarik tanganku dan merangkulku.


"Kita ngobrol dulu disini, jangan ke dalem dulu. Gak enak ada anak - anak yang lain." Kata Yori sambil menenangkanku. 


"Gue bingung harus gimana sama hubungan kita sekarang Yor. Gue sayang sama lo Yor, tapi gue sedih kenapa gini.." Aku sambil terisak.


"Ri... Sori yaa.. Gue kan juga paham kita udah pacaran, lo liat kan gue sama Lani udah jarang bareng."


"Iya di depan gue kan? Di belakang gue?"


"Ri."


"Yaudah terserah. Kalo kalian ada apa - apa biar nanti kalian yang kena batunya. Sekarang gue terserah Lo yaa Yor." 


***


Hari ini Yori dan beberapa temanku yang rumahnya sekitar sekolah ikut ke acara salah satu talkshow untuk membahas pendidikan, sekolah kami terpilih untuk ikut menjadi penonton. Aku tidak bisa ikut karna rumahku jauh, dan kebetulan acara itu sampai malam. Bus yang mengantar hanya satu arah saja, jadi hanya bisa yang satu kompleks yang ikut berpartisipasi. Dan yang pastinya Lani ikut. Ah aku harus berusaha tidak memikirkannya. 


"Ri, gue berangkat ya.. Gue masuk TV deh." Yori pamit masuk ke kelasku.

__ADS_1


"Eh iyaa hati - hati yaa Yor, nanti kabarin. Hahaha ciee masuk TV."


"Nanti nonton yaa kalo udah keluar tayangannya. Gak live soalnya." 


"Iyaa.."


"Daahh.." 


Yori berlalu pergi meninggalkanku, aku berharap dia tidak dekat - dekat dengan Lani.


Saat besok pagi, salah satu seniorku di drumband memanggilku. 


"Ri.." Panggil Ka Sinta. 


"Iya Ka? Ada apa?" Aku langsung menoleh dan menghampirinya saat Ka Sinta memanggilku.


"Sini duduk, gue, Lala sama Vina mau ngomong sama lo." 


Aku duduk di tengah - tengah mereka di depan taman sekolah.


"Ri. Lo masih pacaran kan ya sama Yori?" Tanya Ka Sinta sambil memegang tanganku.


"Masih kok Ka.. Kenapa sih Ka?" Perasaan ku mulai tidak enak saat Ka SInta, Ka Lala dan Ka Vina saling tatap.


"Kalo berantem?" Tanya Ka Lala.


"Gak kok kita baik - baik aja Ka." 


"ASLI RIII.. INI NAMANYA LO LAGI DI SELINGKUHIN SAMA TEMEN LO SENDIRI! SIALAN!" Sahut Ka Vina.


"Ehhhh ssssst.. Jangan berisik, nanti kedengeran sama orang - orang." Kata Ka Sinta. 


"Lo tau gak Ri... Kemarin si Yori sama Lani berduaan terusss.." Bisik Ka Lala.


"Terus yaa udah gitu si Lani gelendotin si Yori di Bus. Mereka duduk berdua tauuu. Terus yaa si Yori diem ajaa malah seneng gitu mukanya..." Timpal Ka Vina.


Aku tersentak dan terdiam saat mereka membicarakan Yori dan Lani. 


"Ri.. Terus yaa kemarin pas udah sampe sekolah nih. Kan Busnya nurunin kita di sekolah ya... Terus si Yori kan ambil motor yaa eh si Lani samperin si Yori. Gue denger tuh obrolan mereka berdua...Gini, Yor, lo anterin gue yaa.. Lo sayang kan sama gue? Pokoknya lo harus anterin gue pulaanng... ihhh terus ngomongnya kayak manja - manja gituuu Ri. Gila banget tuh cewek!" Jelas Ka Lala sambil menggebu - gebu. 


"YaAllah Yori jahat banget ya Ka sama aku.." Aku menjawabnya dengan lemas dan lagi - lagi meneteskan air mata. 


"Ri.." Ka Sinta, Ka Lala dan Ka Vina memelukku dengan erat. 

__ADS_1


Aku benar - benar sedih sekali saat itu, tidak tau harus melakukan apa selain marah, nangis dan benci. Rasanya aku ingin menampar Lani, tapi aku juga marah dengan Yori. Dia sudah bilang tidak dekat lagi dengan Lani tapi dia berbohong. 


Sekarang aku masih belum bisa tegas untuk hubunganku dengan Yori, aku masih terus ingin mempertahankan hubungan ini walaupun menyakitkan. Dan aku akan terus memendamnya sampai aku sudah tidak kuat lagi bertahan. 


__ADS_2