
Setelah kejadian waktu itu, Yori mulai berubah jarang dekat dengan Lani lagi. Aku senang dia akhirnya bisa menjaga jarak dengan Lani. Berarti dia berusaha mau mempertahankan hubungan kami.
"Ri... Gimana di kelas IPA? Belajar terus ya?" Tanya Yori yang saat itu tiduran di pangkuanku.
"Iyaa, gue harus belajar lebih giat nih Yor supaya bisa ngejar ketinggalan materi. Pusing juga hahaha.." Jawabku sambil mengelus kepala Yori.
"Apa gue bilang, masuk IPA tuh pusing. Untung gue di IPS, santai. Lo tau gak kepanjangan dari IPS apa?"
"Apa?"
"Ilmu Pengetahuan Santai."
"Hahahaha... Ide darimana tuh?"
"Gue dong yang buat.."
"Ada - ada lo Yor...Terus kalo IPA apa?"
"Hmm apa yaa kalo IPA.. Oh gue tau apaa.. Ilmu Pengetahuan AAAsusahh.."
"Hahahaahha maksa itu namanya tauuu..."
"Biarinnn....." Jawab Yori yang sambil menatapku dan melemparkan senyuman.
"Apaa senyum - senyum??"
"Emang gak boleh?"
"Gakkk weee.."
"Ri.. Makan yuk. Gue laper."
__ADS_1
"Laper mulu emang lo Yor."
"Yaa gimana namanya laper kan butuh makan. Yuk."
"Makan apa?"
"Ayok temenin gue aja kalo gak mau makan." Ajak Yori lalu bangun dari tidurnya dan menarik tanganku.
"Iyaa sabar." Aku bangun dan langsung mengikuti ajakan Yori.
"Ehhh kalian disini.." Sahut Ka Beno yang tiba - tiba datang.
"Lah tumben lo dateng? Kan hari ini gak ada latihan Ka.." Jawab Yori.
"Emang gak boleh? Gue kangens sama lo pada ih." Ka Beno sambil memeluk Yori dan Aku.
"Jadi kamu kangen aku atau dia?" Tanya Yori sambil bercanda.
"Hahahaha udah ah gue mau ke kantin sama Riri, ikut gak lo?"
"Mauulah, masa gue sendirian di ruangan drumband ini. Males banget.."
Kami bertiga berjalan menuju kantin sekolah dan ternyata di kantin ada Lani, Bani dan Pipit.
"Lahh kalian disini.." Sahut Ka Beno.
Aku melihat wajah Lani seperti berbeda, tatapan dia terhadapku. Antara takut dan kesal saat aku menggandeng tangan Yori.
"Riii.. Sini.." Sapa Pipit saat melihatku.
"Haiii guys." Aku menyapa dan duduk di sebelah Pipit.
__ADS_1
"Anak IPA beda yaa.." Sahut Bani meledek.
"Beda apanya sihh?? Lebay banget Bani woooo.." Jawabku.
"Kita gak ada event lagi nih Ka?" Tanya Lani yang langsung mengajak ngobrol Ka Beno.
"Belum nih, ini gue bikin pergantian ketuanya habis lebaran yaa..." Tiba - tiba Ka Beno membahas pergantian ketua drumband.
"Lah kok cepet banget Ka?" Tanya Lani lagi.
"Iyaaa.. Sengaja gue cepetin, ini soalnya kelas 3 sekarang katanya udah mulai try out dan bimbingan. Biar gak ganggu fokus mereka buat ujian." Jelas Ka Beno.
"Kita juga harus fokus belajar Ka.." Sahut Yori.
"Belajar apa lo? Santai aja lo.." Ledek Ka Beno.
"HAHAHAHAHA..." Respon Yori hanya tertawa.
***
"Ri... Gue minta maaf yaa, gue emang cuek orangnya. Gak kayak cowok - cowok lainnya.. Lo masih mau terima itu kan Ri?" Kata Yori saat kami berjalan menuju gerbang sekolah untuk pulang.
"Gue pernah nuntut itu emangnya Yor?" Tanyaku sambil menggenggam tangan Yori.
Yori hanya menggelengkan kepala.
"Gue sayang sama lo Yor, bener - bener sayang. Jadi gue pasti bakal terima segala kekurangan dan kelebihan lo. Udah sampe sejauh ini berarti gue terima lo kan.."
"Makasih yaa Ri... Yaudah gue anterin lo ke depan ya.."
Yori dan aku berjalan menikmati hari berdua dan memperbaiki hubungan kami yang sempat tidak baik beberapa hari yang lalu. Dan Yori sudah mulai menunjukkan perubahan itu. Aku benar - benar menyayangi Yori, jangan bilang aku wanita bodoh.. untuk beberapa wanita diluar sana saat kalian menemukan seseorang yang cocok mungkin dengan sekuat tenaga akan mempertahankan hubungan. Aku dan Yori tidak pernah bertengkar sebenarnya, karna aku adalah wanita yang tidak banyak menuntut. Biar... biarkan aku menikmati masa - masa percintaanku di masa SMA. Aku sedang menikmati masa remajaku. Jangan biarkan aku bersedih karna harus melepaskan seseorang yang aku sayang. Orang yang membuatku akhirnya pacaran pertama kalinya.
__ADS_1