Pengkhianatan Cinta Pertama

Pengkhianatan Cinta Pertama
Bab 50. Aku Salah Apa?


__ADS_3

Dua hari setelah pelantikan saatnya kami bertugas menjalankan tugas sebagai ketua, wakil, sekertaris, bendahara dan seksi - seksi lainnya. 


"Halo.. Perkenalkan... Nama saya Yori, mulai hari ini Saya adalah ketua drumband yang baru. Ini saya akan persilahkan teman - teman saya yang lain untuk perkenalan." Jelas Yori saat berbaris sedang apel.


"Hai...Nama Gue Nana.. Perkenalkan Saya Wakil Satu."


"Haloo semuaa... Nama Saya Riri... Saya Wakil Dua." 


"Haiii semuaaaa.. Aku Lani Wakil Tiga..." 


"Dan untuk perkenalan dengan bendahara, sekertaris dan seksi - seksi lainnya bisa kenalan sendiri nanti yaa.. Makasih semuanya.." Sahut Yori. 


"Okee sekarang kita mulai latihan guys!" Teriak Ka Beno.


***


"Lo masih mau diemin gue Yor?" Tanyaku saat selesai latihan drumband. 


Yori yang masih sibuk membereskan alat - alat drumband dan tidak menghiraukan aku bicara dengannya. Dia malah terus bicara dengan Ka Romi.


"Ka.. Ini udah gue raphin yaa.." Kata Yori ka Ka Romi.


"Hmmm iya Yor.. Thankyou..." Jawab Ka Romi.


"Yor..." Aku memanggilnya lagi. Tapi Yori malah pergi keluar dari ruang drubmband.


Aku terus mengikuti langkahnya dan ternyata dia menghampiri Lani yang duduk di bawah pohon. Langkahku berhenti saat Yori menghampiri Lani. Yori keterlaluan.


"Lan.. Lo balik jam berapa?" Tanya Yori, aku mendengarnya.


"Ini lagi nunggu Bokap jemput Yor." Jawab Lani


"Yaudah.. Gue kesana dulu." Kata Yori jalan menuju ruang OSIS. 


Aku masih tetap berhenti tidak mengikuti langkahnya lag, setelah itu aku kembali ke ruang drumband.


"Lah Ri, udah ngobrol sama Yori?" Tanya Ka Romi yang melihatku kembali ke ruang drumband.


"Gak Ka.. Yori ke ruang OSIS." Jawabku lesu.


"Kalian kenapa lagi deh? Kok Yori kayak cuekkin lo gitu Ri?" Tanya Ka Romi.

__ADS_1


"Gak tau Ka, Aku juga bingung aku salah apa sama Yori sampe dia diemin aku gitu." 


"Lahh.. Gak ada sebab?" 


"Ya aku gaktau kenapa. Dia gak mau ngomong."


"Udah ditanya?"


"Ya setiap aku mau tanya dia menghindar Ka." 


"Loh, gimana mau tau permasalahannya kalo gitu. Kok kayak anak kecil ajasih Yori?"


"Yaudahlahh Ka, aku pasrah aja. Aku pulang duluan ya Ka." 


"Yaudah hati - hati yaa Ri...."


Saat aku berjalan keluar aku berpapasan dengan Yori. Aku tidak mau melihat wajahnya. Tapi ternyata Yori mengatakan sesuatu.


"Gue cemburu." Kata Yori saat melewati aku.


Aku berhenti dan menoleh kearahnya."Maksudnya?" 


"Yori... Jelasin dulu sama Gue." Jawabku sambil mengikuti langkah Yori.


"GUE GAK SUKA LO DEKET - DEKET SAMA RIZKY!" Teriak Yori membentakku. 


Aku terkejut saat Yori berteriak di depan ruang drumband. 


"Gak usah bentak gue kayak gitu Yor."


Ka Romi yang mendengar ada keributan di luar segera ke depan, dan untungnya beberapa senior yang lainnya tidak ada. Mereka semua sedang di kantin, hanya ada Ka Romi.


"Eh.. Kalian kalo mau ribut jangan disini. Bicarain baik - baik. Udah pada gede juga." 


Aku dan Yori segera ke belakang ruang drumband untuk membicarakan hal sepele ini.


"Gue liat lo sama Rizky waktu itu berdua aja di depan kelas. Gue gak suka lo terlalu deket sama dia. Keliatan dari mukanya dia suka sama lo." Jelas Yori saat kami duduk di belakang ruang drumband. 


"Itu aja? Sampe segitunya sama gue Yor?" 


"Nyokap gue lagi sakit, jadi gue banyak pikiran aja." 

__ADS_1


"Sakit apa Yor? Kenapa lo gak cerita sama gue sih..."


"Gak penting juga gue cerita sama lo." 


"Lo anggep gue nih apa sih Yor? Kayaknya gue kayak gak dianggap ya sama lo." 


"Ya ini Gue Ri, kalo lo gak suka kalo gue punya sifat yang seperti ini yaudah kita udahan aja.."


"Yor???? Lo kayaknya emang udah bosen ya sama gue? Ada aja cari kesalahan gue. Gila jahat banget. Udah gue mau balik, gak ada gunanya kita ngobrol." 


"Yaudah.. balik tinggal balik..."


Yori seperti tidak ada rasa salah, bahkan kata - katanya sangat menyakitkan hati aku. Tapi Aku masih terus mau bertahan dengan Yori. Aku masih terus berusaha berfikiran positif untuk hubunganku dan Yori, apalagi Mama sepertinya sudah suka dengan Yori. 


***


"Mau sampe kapan kita diem - dieman kayak gini Yor?" Aku datang menghampirinya saat duduk di kantin.


"Gue lagi males Ri..." Jawab Yori singkat. 


"Males sama gue?" Tanyaku sinis.


"Males berantem."


"YaAllah gue nanya baik - baik padahal... masa mau diem - dieman gini sih? Kita pacaran kan?" 


"Gak tau." 


"Yor.... Kenapa sih lo semakin hari semakin dingin sama gue?" 


"Ri... Lo gak paham yaa? Gue lagi banyak pikiran sekarang."


"Terus kalo lo banyak pikiran, lo harus limpahin kekesalan lo sama gue gitu?" 


"Eh.. lo berdua gak malu ribut disini?" Sahut Bani saat aku dan Yori sedang adu mulut. 


Yori dan aku terdiam.


"Udahlah, gak usah pada berantem... Baik - baik ajalah.. Udah baikkan." Bani langsung menarik tanganku dan tangan Yori agar berjabat tangan. 


Setelah itu aku dan Yori berusaha baik - baik saja, tapi sikap Yori masih acuh denganku. Walaupun aku berusaha menghiburnya dia tetap biasa saja. Kami tetap ngobrol tapi intensitasnya kurang. 

__ADS_1


__ADS_2