PERJALANAN JADI NOMER 1

PERJALANAN JADI NOMER 1
Episode 101


__ADS_3

"Kon'nichiwa tomodachi" ucap Ling setelah masuk ke Aula Istana, dan berjalan menuju ke arah Dewa Kaze.


"siapa orang ini, lancang sekali dia tiba tiba masuk ke Aula Istana, sombong sekali dia, kita lihat saja apa yang akan di lakukan Dewa Kaze menangani bocah ini" bisik bisik dari beberapa mentri.


Catatan : orang orang di istana kaminari tidak tau siapa Ling dan kawan kawanya, dan juga tidak tau Ling pernah bertarung bersama Dewa Kaze merebut kembali kekuasaan Dewa Kaze


Ling berjalan ke arah Dewa Kaze dan berhenti di depanya "kak, aku punya berita yang sangat bagus" ucap Ling dengan pelan di depan Dewa Kaze.


"apa itu?, aku ingin mendengarnya" ucap Dewa Kaze dengan nada yang pelan juga.


"nanti saja aku ceritakan, sepertinya kau sedang sibuk, lanjutkanlah rapat mu bersama mereka, oh iya, dimana yang lainya sekarang?" ucap Ling dengan pelan.


"mereka sedang ada di kamar, seperti rencana kita, tidak ada yang boleh tau kalau kita sudah berkumpul bahkan mentri mentri ku ini" ucap Dewa Kaze dengan nada yang pelan.


"oh iya, apa mereka tidak tau siapa aku?" ucap Ling dengan pelan.

__ADS_1


"mereka tidak kenal dengan kalian semua, toh kau dan yang lainya sudah pergi waktu itu, jadi mereka tidak tau siapa kalian" ucap Dewa Kaze dengan nada pelan.


"ok, kak aku pergi dulu" ucap Ling dengan pelan dan berbalik berjalan keluar Aula Istana.


"tidur sebentar sepertinya enak, aku juga kehilangan banyak tenaga" ucap Ling yang berjalan keluar.


Tiba tiba ada seorang pejabat yang berdiri "hai bocah, lancang sekali kau menemui Dewa Kaze dan pergi begitu saja" ucap Shen mentri militer.


Ling menengok ke arah Shen "siapa kau berani mengatur ku" ucap Ling dan mengeluarkan aura membunuh yang kental hingga memenuhi setiap sudut aula istana.


"sialan kau, Dewa Kaze izinkan saya memberi pelajaran bocah ini" ucap Shen sambil maju menyerang Ling dengan pedangnya.


"huh, gerakan yang cukup bagus, tapi sayang pedangmu ini tidaklah cukup kuat" ucap Ling yang menangkis pedang milik Shen hanya dengan jari dan mematahkanya.


Sfx : klang klang klang**

__ADS_1


"si…siapa bocah ini, dia sangat kuat sekali" batin Shen yang melihat pedangnya di patahkan dengan begitu mudah hanya dengan jari.


Ling tidak memikirkan kemenanganya dan langsung pergi meninggalkan Aula Istana Kaminari dan menuju ke kamar untuk menemui kawan kawanya.


"ma…maaf Dewa Kaze, hamba tidak bisa menghentikan bocah itu" ucap Shen bersujud meminta maaf.


"ha ha ha, kau memang bukan lawanya, bahkan jika kau melawanya kesempatan menangmu hanyalah 0%" ucap Dewa Kaze memberikan tatapan yang dingin kepada Shen.


"me…memangnya siapa kah orang itu Dewa Kaze?" ucap Shen yang hampir tidak bisa bicara karena melihat ekspresi yang di berikan Dewa Kaze.


"ha ha ha, ingat ini baik baik, dia adalah adik ku satu satunya, dan jika ada yang berani membuat masalah denganya, aku akan memastikan kepalanya pasti sudah di pajang di depan Aula Istana sebelum fajar tiba, apa kalian memgerti" teriak Dewa Kaze dengan tatapan sinis.


"mengerti Dewa" ucap semua orang yang berada di Aula Istana yang merasa sangat ketakutan melihat ekspresi Dewa Kaze.


__ADS_1


__ADS_2