PERJALANAN JADI NOMER 1

PERJALANAN JADI NOMER 1
Episode 92


__ADS_3

Kemenangan diraih oleh Ling dan pasukanya, namun pertempuran kali ini membuat pasukan Ling terpojok dan jika Ling dan Dewa Kaze tidak segera membunuh raja, mungkin pasukan Ling benar benar kalah.


Semua pasukanya kembali ke Kerajan Kaminari dan mereyakan kemenangan, namun di balik kesenangan ini, Ling jadi kepikiran, rencana apa yang sedang di pikirkan Dewa Bulan dan Dewa Matahari, karena walau Ling sudah menyerang kedua kerajaan pengikutnya, tapi belum cukup untuk memprovokasi dua dewa ini.


"selamat kepada Raja Kaze, selamat kepada Pangeran Ling" ucap para prajurit yang sedang menempuh perjalanan pulang.


"kak, kok aku jadi khawatir, kanapa dua dewa itu belum terprovokasi juga?" ucap Ling sambil berjalan di samping Kaze.


"aku juga khawatir dengan hal itu, mungkin mereka ingin menggiring kita menuju sebuah jebakan mematikan, kau taukan dua dewa ini sangat licik" ucap Dewa Kaze.


"iya benar, mereka berdua benar benar licik, kita harus lebih berhati hati dalam bertindak kali ini, mungkin dua dewa itu akan segera menyerang kita dan membunuh semua warga" ucap Ling sambil berfikir lagi apabyang akan dua dewa itu lakukan.


"mungkin kita tidak perlu melibatkan mereka semua untuk pertarungan kali ini, masalahnya kali ini kita akan melawan dewa tingkat tinggi" ucap Dewa Kaze.


"iya kau benar kak, mungkin kita akan melawan dua dewa itu berlima saja" ucap Ling.


"iya, eh, tunggu dulu, kok berlima, seharusnya kita berempat saja, siapa orang kelima yang kau masukan?" ucap Dewa Kaze.


"dia adalah murid kepercayaanku, Asta, kau tenang saja kak dia akan bisa membantu, lagi pula, kekuatan Asta sudah pringkat Mythic di alam manusia, mungkin dia bisa membantu kita untuk mengurus para penjaga bersama Alu dan Zilong, bagaimana menurutmu kak?" ucap Ling.


"soal itu aku setuju, tapi saat melawan dewa cukup kita berdua saja, aku tidak mau membuat tiga orang itu dalam bahaya, mungkin kalau aku yang mati aku akan terima, tapi ingat saat kita akan kalah, kau jangan memaksakan diri, segeralah kabur, ajak mereka bertiga juga" ucap Dewa Kaze.


"kau tenang saja kak, kali ini aku sudah yakin akan menang, walaupun peluang kita menang hanya 1% saja, tapi aku tidak akan menyerah" ucap Ling sambil tersenyum.


"hah, kau jangan bercanda, aku ini sangat menghawatirkanmu, Zilong, dan Alucard, tapi kalau kau masih memaksa untuk bertempur sampai titik darah penghabisan, aku juga bisa apa, tapi, kita juga harus menghawatirkan Zilong, Alu, terutama Asta, pengalamanya masih sangat kurang" ucap Dewa kaze sambil tersenyum dan menghela nafas.


"maka dari itu kak aku mengajak Asta, aku juga tau kalau pengalaman Asta masih rendah, kata guru ku, jika ingin mendapatkan pengalaman yang sempurna, kita harus berada dalam keadaan hidup dan mati, jika mati jangan menyesal, jika hidup kau akan mendapatkan pengalaman tempur yang hebat, begitu kata guru ku kak" ucap Ling sambil tersenyum.


"eh, kata kata ini, seperti kata Guru" batin Dewa Kaze.


"oh iya, siapa sebenarnya nama gurumu itu?" ucap Dewa Kaze dan tersenyum tipis.


"Ling, sudah saatnya kau memberitau keberadaanku kepada Kaze, dulu ia adalah muridku yang paling setia, ternyata ia menyegek dirinya sendiri di alam manusia, tak kusangka aku akan bertemu dengan muridku ini" ucap Guru Shinno.


"oke siap guru" batin Ling namun bisa didengar oleh Guru Shinno, karena beginilah cara mereka berkomunikasi setiap hari.

__ADS_1


"kau bertanya guruku ya kak, akak ku beritau, dia adalah guru yang paling hebat, bahkan dia bisa menggunakan Inti Petir seperti yang ku gunakan" ucap Ling sambil tersenyum.


"Ling, cepat kau katakan, siapa gurumu itu" ucap Dewa Kaze, karena mendengar perkataan Ling barusan, dia menjadi gemetar.


"nama guruku adalah Shinno, dia adalah seorang Dewa, kalau tidak percaya, kau bisa lihat sendiri, Guru keluarlah" ucap Ling sambil tersenyum.


Guru Shinno perlahan menampakan wujudnya kepada Kaze dan tersenyum tipis "Kaze, muridku, tak kusangka kau masih hidup, maaf karena aku pergi meninggalkan kerajaan dulu, saat aku kembali, kerajaanmu sudah hancur, waktu itu aku juga di bunuh oleh Dewa Matahari dan Dewa Bulan juga" ucap Shinno.


"gu…guru, maafkan murid mu yang bodoh ini, aku tidak bisa menjadi raja yang baik, maafkan aku guru" ucap Dewa Kaze, dia menangis sambil bersujud meminta maaf kepada Guru Shinno.


"bangunlah murid ku, semuanya sudah terjadi, tidak ada yang perlu kau sesali lagi" ucap Guru Shinno.


"ta…tapi kenapa kau kalah melawan dua dewa itu guru, apakah mereka menggunakan cara licik untuk melawanmu?" ucap Dewa Kaze.


"sebenarnya, jika kau bertanya siapa musuh kita bukan hanya dua dewa itu, aku bisa kalah dari mereka karena aku dikroyok, mungkin kalau cuma dua dewa itu aku bisa menghajarnya langsung, namun takdir berkata lain, Dewi Bintang dan Dewi Laut juga ikut melawanku, jadi aku kalah" ucap Guru Shinno dengan muka murung seperti ada penyesalan yang sangat besar.


"apa?, memangnya apa masalah dua dewi itu melawan kita, bukankah kita tidak pernah menyinggung mereka, kenapa mereka tega sekali membunuh guru?" ucap Dewa kaze.


"mungkin mereka takut dengan wilayah kita, kita juga memiliki wilayah yang sangat besar, jadi besar kemungkinan mereka bersekongkol dengan dua dewa itu untuk mengulingkan kita" ucap Guru Shinno.


"kita tenang saja, jita bisa mengalahkan dua dewa itu dan membalaskan dendam lama kita, lagi pula disini juga ada dewa lagi" ucap Guru Shinno.


"siapa dewa yang memihak pada kita guru?" ucap Dewa Kaze dan sangat terkejut mendengar dia mendapatkan bantuan dari dewa padahal dia sudah tidak punya apa apa lagi.


"tentu saja Ling, bukankah begitu Dewa Ling?" ucap Guru Shinno.


"ah guru, apa kau bercanda, manamungkin aku adalah seorang dewa" ucap Ling sambil terkejut kenapa Guru Shinno dapat mengetahui identitasnya.


"he he he, kau jangan menglak lagi, kita sudah bersama selama beberapa tahun, manamungkin aku tidak mengetahui rahasia yang kau sembunyikan dari ku ini, he he he" ucap Guru Shinno.


"kampang, ternyata guruku juga mencari tau asal usul ku selama ini, apakah dia penasaran waktu aku mengatakan, privasi soal masalah Dewa Matahari dan Dewa Bulan_-" batin Ling.


"okelah, aku akan membongkar rahasia ku dengan kalian, tapi pastika tidak ada yang mendengar selain kita, ayo kita pulang ke Istana dulu lalu ku ceritakan" ucap Ling sambil tersenyum canggung.


"memang saatnya memberitaukan rahasiaku, hah" batin Ling dan menghela nafas.

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan perjalanan ya kembali ke Kerajaan Kaminari, sesudah beristirahat cukup lama, setelah sampai di Istana, Dewa Kaze meminta Ling menemuinya di Ruangan Rahasia yang tak seorang pun tau, bahkan Zilong dan Alu juga tak mengetahuinya, dan Ling mulai menceritakan rahasianya.


"baik, sudah saatnya membongkar rahasia yang kusimpan selama ini" ucap Ling.


"aku adalah Ling, di kehidupan ini, namun di kehidupan dulu aku seorang dewa, aku adalah Dewa Kronos" ucap Ling.


"a…apa, ka…kau dulunya adalah Dewa Kronos, apa aku tidak salah dengar?" ucap Dewa Kaze.


"aku, juga merasakan kekuatan Kronos dalam dirinya, awalnya aku juga tidak percaya, tapi aku mulai yakin dengan kekuatan dan bakatnya, kalau dia ini Kronos" ucap Guru Shinno.


"tapi, bagaimana bisa Dewa Kronos mati?, apa kau ini benar dewa Kronos?" tanya Dewa Kaze.


"tenang dulu, aku belum menjelaskanya sampai selesai, aku bertarung dengan Dewa Matahari dan Dewa Bulan selama 100 hari 100 malam, aku akan mudah untuk melawan mereka, tapi aku sudah di racuni oleh mereka" ucap Ling.


"mereka berdua datang ke istanaku dan memberiku hadiah sebuah Anggur, namun itu sudah diracuni, dan aku meminumnya, setelah minum aku baru sadar kalau aku ingin dibunuh, waktu itu aku langsung marah dan menghantam mereka berdua" ucap Ling dengan wajah murung.


"lalu aku bertarung dengan mereka, tapi karena aku telah meminum racun, aku hanya bisa menggunakan 50% kekuatanku, namun aku masih menang, sayangnya, luka dari pertarungan dan juga racun yang mengerogoti tubuhku sudah sangat parah, dan karena itu aku mati" ucap Ling yang masih debgan wajah murung dan menunduk.


"tiba tiba aku terbangun, tanpa aku sadari ternyata aku ini adalah seorang bayi, tapi ingatan soal pertarungan itu masih lekat sekali sampai sekarang, dengan kata lain, aku mendapatkan ingatan di masalalu, mungkin itu karena dendamku yang sangat besar terhadap dua dewa itu" ucap Ling.


"tapi kau sangat buruk untuk menyembunyikan kebiasaanmu di masa lalu, aktingmu sangat bagus saat pertama kali kita bertemu, bukankah begitu teman lama?" ucap Guru Shinno.


"ha ha ha, itu benar sekali, tapi, saat di dunia ini, aku tidak ingin mengingat posisiku sebagai dewa, aku hanya ingin mengingat dendam pada dya dewa itu, bahkan saat aku bertemu dengan Kak Kaze, aku sangat takut akan kematian, karena aku belum sempat balas dendam" ucap Ling sambil tertawa.


"jadi, mulai sekarang, kita jalani hidup kita seperti biasanya, lupakan saja soal jati diri ku sebagai Dewa kronos, dan Guru Shinno kau tetaplah guruku di kehidupan ini apapun yang pernah kau lakukan dimasa lampau, dan juga Dewa Kaze kau tetaplah Kakak ku, jadi jangan pikirkan statusku di masa lalu, pikirkan saja masa kini" ucap Ling sambil tersenyum lebar.


"jadi, aku mohon bantuanya ya, untuk membalaskan dendamku, sekaligus membalaskan dendam kalian juga" ucap Ling tersenyum lebar, membungkuk dan memberi hirmat.


"ha ha ha, kau tenabg saja Dew…maksutku Ling, kami pasti akan membantumu, apa lagi kau juga telah banyak membantuku" ucap Dewa Kaze.


"okeh, sudah diputuskan ya, kali ini kita akan membuat era baru, bukankah begitu kakak, guru?" ucap Ling.


"iya itu benar" ucap Guru Shinno.


"Masalalu untuk dilupakan, masadepan untuk kita berangan, dan masa kini untuk kita jalani, jadi jangan pikirkan seburuk apa kita di masalalu, tapi pikirkanlah cara kita menjadi baik di masa kini, dan teruslah berharap kebaikan itu akan melekat pada mu di masa depan" —M. Naufal S.N. —

__ADS_1


__ADS_2