PERJALANAN JADI NOMER 1

PERJALANAN JADI NOMER 1
Episode 93


__ADS_3

Esok harinya, Dewa Kaze menyuruh Ling, Zilong, Asta, dan Alu berkumpul di aula istana untuk menyampaikan rencana yang sudah ia buat bersama Ling.


"kali ini aku akan menyampaikan rencana yang sudah Ling dan aku buat, kalian bertiga akan ikut bertarung melawan dewa bersama kami, dan ini tidak akan melibatkan siapa pun kecuali kita dan dewa dewa itu, bagaimana apa kalian siap?" ucap Dewa Kaze.


"kami siap" ucap mereka bertiga.


"oh iya, ada dua orang lagi kak yang ingin bergabung dengan kita, kekuatan mereka bahkan setara dengan kekuatan dewa, bagaimana kak?, apa mereka boleh ikut kita?" ucap Ling sambil tersenyum.


"makin banyak makin bagus, tapi siapa mereka?" ucap Dewa Kaze sambil menaikan alisnya.


"Bing Wang, Huo Wang, keluarlah, temani kami rapat disini" ucap Ling sambil tersenyum.


"ha ha ha, akhirnya kau memanggil kami juga ya" ucap Bing Wang.


"sekarang kita ada 7 orang kak, kesempatan menang akan semakin besar, dan kita juga bisa cepat membalaskan dendam kita kepada dua ******** itu" ucap Ling.


"ha ha ha ha, kau benar, sekarang ayo kita bersiap untuk pertarungan besar kita" ucap Kaze sambil tertawa hebat.


Semua orang pergi menyiapkan fisik dan mental dengan matang sebelum menghadapi pertempuran besar melawan dewa, setelah selesai berunding mereka makan bersama di kedai.


"ha ha ha, ayo semuanya makan jangan sungkan sungkan, hari ini aku yang teraktir" ucap Dewa Kaze dan tertawa sambil minum.


"ah yang benar tuan?, kalau kau telah berkata seperti itu aku tidak sungkan lagi" ucap Zilong.


"kak, besok kita akan bertarung hidup dan mati, jadi kau jangan minum terlalu banyak" ucap Ling sambil geleng kepala.


"ha ha ha ha, kau tenang saja, toh kalau kita akan mati, kita harus menikmati hari terakhir kita, tapi sayangnya kita akan menang dalam pertarungan besok melawan dewa, ha ha ha" ucap Dewa Kaze.


"oh iya, ngomong ngomong, dua tuan ini siapa sampai bersedia menolong kami?" ucap Dewa Kaze.


"ha ha ha, kami berasal dari dunia yang sama seperti Asta, kami adalah kakak beradik yang kebetulan di bantu tuan Ling" ucap Huo Wang sambil tersenyum.


"oh, ternyata begitu" ucap Dewa Kaze.


Esok harinya, semua orang sudah siap dan segera menuju ke Dunia Dewa, mereka menuju ke sebuah Gunung yang amat tinggi untuk masuk ke Dunia Dewa.


"apakah masih jauh?, kita sudah mendaki cukup lama" ucap Zilong.


"sebentar lagi kita akan samapai, kalau mendaki gunung segini aja kau sudah lelah, bagaimana mau melawan seorang dewa?" ucap Alu.


"okelah, kita sudah sampai, ayo cepat kita masuk ke portal ini" ucap Dewa Kaze.


Mereka semua masuk ke portal menuju Dunia Dewa "wah Dunia Dewa sangat indah, Dunia Manusia sungguh kalah indahnya dengan di sini" ucap Asta.


"jangan senang dulu, kita disini datang untuk berperang bukan bertamu, ayo kak, kita cari informasi dulu tentang wilayah ini" ucap Ling.


"iya kau benar juga, sudah lama pergi meninggalkan dunia dewa, aku tidak tau perubahan apa yang terjadi di sini" ucap Dewa Kaze.


Mereka berjalan menuju arah kota, karena mereka takut di kenali orang mereka memakai jubah untuk menutupi identitasnya, apa lagi Dewa Kaze, Zilong, dan Alu yang jelas jelas pernah memiliki setatus tinggi dan cukup terkenal di Dunia Dewa ini.


"guru, apa kau mendengarkan pembicaraan mereka?, mereka membicarakan tentang wilayah Dewa Matahari dan Dewa Bulan" ucap Asta.


"iya aku mendengarnya, sepertinya Dewa Matahari dan Dewa Bulan memegang wilayah yang paling besar diantara Dewa Dewa lainya" ucap Ling.


"ternyata cukup sulit untuk menemui dua dewa itu, bagaimana kalau kita buat keributan disini, lagi pula disini adalah wilayah yang netral, jadi tidak ada perajurit yang menghalangi kita" ucap Alucard.


"ya kau benar juga, dengan kekuatan kakak, mungkin dua dewa itu akan keluar, karena mengira kakak kembali dan ingin merebut kekuasaan mereka" ucap Ling.


"lalu kenapa kita memakai jubah untuk menyamar, langsung saja kita buat keributan disini" ucap Kaze dan membuka jubahnya.


"okelah Gas, kita buat keributan disini" ucap Ling dan mengeluarkan aura yang sangat kuat hingga menusuk kelangit.


Tak lama ada kekuatan besar yang sedang menuju kearah mereka dengan kecepatan tinggi, "ha ha ha ha, akhirnya dua ******** itu keluar, kalian bersiaplah" ucap Dewa Kaze dan bersiap bertarung.


"he he he, ternyata kau masih hidup ya Kaze, aku lupa memastikan mu mati atau tidak" ucap Dewa Bulan.


"ha tapi kekuatanmu sekarang tidak akan cukup untuk melawan kami berdua, sekarang kau hanyalah sampah" ucap Dewa Matahari.


"lah bodo amat, bodo amat kah, lah bacot amat, lah bacot amat, bodo amat, bacot amat" ucap Dewa Kaze dan melesat keatas menyerang Dewa Bulan.


"hah, masih berani melawan, ayo Dewa Matahari maju dan bunuh dia" ucap Dewa Bulan.


"he Taiyang, masih ingat auraku tidak?, Jurus Jari Turun Dari Langit" teriak Ling sambil menggunakan Aura Kronos.


"ba…bagaimana dia masi hidup" ucap Dewa Matahari.


"ayo semuanya maju, kita bantu Dewa Kaze dan Tuan Muda" teriak Zilong.


"Pedang Kelelawar penghisap Darah, keluarlah" ucap Alu sambil maju menyerang Dewa Matahari.


"Tombak Hiu Raja Laut, keluar, mari kita balaskan dendam masa lalu" ucap Zilong dan melesat dengan kecepatan tinggi kearah Dewa Bulan.


"kami juga tidak akan kalah, Jurus Jarum Jarum Es" teriak Bing Wang.


"Jurus Meteor" teriak Huo Wang.

__ADS_1


"eh buset, apa tuan Huo Wang ingin menghancurkan wilayah ini, bodo amatlah, yang penting kali ini kami harus menang" batin Asta.


"Jurus Lembah Pedang, he he, bagaiman?, aku juga tidak kalah hebat bukan" ucap Asta.


"ha ha ha, Taiyang, Yueliang, kalian sudah terpojok, atas sudah ada meteor meteor yang berjatuhan, di bawah sudah ada pedang yang siap menusukmu, dan dari sana sudah ada Jarum Jarum Es yang siap merobek tubuh kalian" teruak Dewa Kaze.


"*******, kita terpojok, tidak ada pilihan lain, ayo kita gunakan jurus itu" ucap Dewa Matahari.


"baiklah, apapun konsekuensinya, kita harus tetap menang" ucap Dewa Bulan.


"MATAHARI MENERANGI BULAN DENGAN SINAR, BULAN MENYELIMUTI MATAHARI DENGAN KEGELAPAN, JURUS GABUNGAN BULAN DAN MATAHARI BERSATU MENGHANCURKAN MUSUH" lantunan mantra yang diucapkan Dewa Matahari dan Dewa Bulan.


"sialan, cepat menyingkir" teriak Dewa Kaze.


"aura kuat darimana ini, tubuhku seakan ditusuk olehnya" batin Asta yang berkeringat dingin melihat Dewa Matahari dan Dewa Bulan melantunkan mantranya.


"oh shit, tidak sempat menghindar" batin Ling yang berkeringat dingin.


Sfx : duuuuuuuuuuuar


Muncul sebuah ledakan yang sangat kuat yang berasal dari Dewa Bulan dan Dewa Matahari, itu menyebabkan kota yang menjadi tempat pertarungan mereka musnah seketika.


"uhuk uhuk, sialan, ternyata mereka berani juga menggunakan mantra terlarang itu" ucap Ling yang muntah darah.


"huh, walau ledakan itu cukup memukul kita dengan keras, tapi mereka juga akan merasakan efek tabu dari mantra itu, uhuk uhuk" ucap Dewa Kaze yang juga ikut muntah darah.


"ayo, semuanya mumpung mereka masih lemah serang mereka bersama" teriak Ling dan masuk kemode naga dan mengeluarkan sayap sayap nya.


"ayo semuanya serang" teriak Dewa Kaze.


Bing Wang, Huo Wang melesat dan beradu tinju dengan dua dewa ini, Zilong dan Alu juga ikut membantu, mereka ikut melesat dan bertarung dengan Bing Wang dan Huo Wang.


Ling menggunakan Jurus Jari Turun Dari Langit dan menghantam dua dewa itu dengan keras dari atas, dengan cepat Asta menggunakan Jurus Angin 8 Penjuru untuk menyerang dengan beruntun.


"Burung Giok, Akantor, Ukanlos, Anjing Neraka, Kelinci Dewa Bulan, Kuda Dewa Laut, Kucing Dewa Matahari, Burung Surga, Badak Dewa Bumi, kalian semua keluarlah bantu kami" ucap Ling.


Semua Hewan berperingkat MYTHICAL GLORY yang berada dalam alam baeah sadar Ling keluar dan ikut membantu, namun tak lama Dewi Bintang dan Dewi Laut juga membantu Dewa Matahari dan Dewa Bulan.


"heh, dua dewi yang cantik ini akan membantu dua sampah ini, lebih baik kalian bantu kami bereskan mereka berdua" teriak Kaze.


"huh, atas dasar apa kau meminta kami berdua untuk membantumu" ucap Dewi Bulan.


"ok kalau itu maumu, aku juga tidak akan segan segan lagi menghajar kalian" teriak Dewa Kaze.


100 hari 100 malam telah berlalu, tetapi pertarungan ini masih belum selesai juga, mereka terus bertarung dan membuat Kekacauan di wilayah pertarungan, walaupun 100 hari 100 malam namun Ling dan kawan kawan tidak merasa lelah karena peringkat mereka yang sudah tinggi dan tidak bisa disamakan lagi dengan manusia biasa.


"Taiyang" teriak Dewa Bulan dan melihat ke arah Dewa Matahari.


"argh" teriak Dewa Matahari.


"hai kau pikirkan saja dirimu sendiri, rasakan ini" teriak Ling.


"uhuk, kampret kau" teriak Dewa Bulan


"hei aku disini Yueliang, ikut pergi saja sana bersama Taiyang" ucap Ling yang memukul Dewa Bulan hingga terpental kearah Dewa Matahari terjatuh.


"ha ha ha, sekarang sisa kalian berdua, bagaimana, mau pakai cara kasar atau halus?" ucap Ling sambil tertawa.


"baikalah, kami menyerah" ucap Dewi Laut.


"kalau begitu, kalian berempat akan aku kurung" ucap Ling sambil mengeluarkan Kotak Penyegel dan Kotak Penyegel mulai menyedot mereka berempat kedalamnya.


Dari berbagai pihak mengalami luka yang cukup parah akibat pertarungan, dan pada akhirnya pertarungan berhenti dengan Ling sebagai pemenangnya, Ling mengurung Dewa Bulan, Dewa Matahari, Dewi Bintang, dan Dewi Laut kedalam Kotak Penyegel.


Meskipun luka yang teramat parah namun mereka bisa merasakan kebahagian dan hati mereka juga lega karena dendam yang sudah mereka simpan selama bertahun tahun sudah terbayarkan.


Dewa Kaze kembali menjadi raja, dan setiap orang diberi penghargaan oleh Dewa Kaze karena telah ikut berjuang melawan Dewa Matahari, Dewa Bulan, Dewi Bintang, dan Dewi Laut.


Setelah saat itu mereka semua memiliki julukan masing masing, dan mereka membuat sebuah tanda atau tato di tubuhnya untuk mengingat kemenangan yang mereka capai hari ini.


Dewa Kaze memiliki julukan Tornado Pembantai karena memiliki kecepatan yang sangat hebat dalam membunuh musuh musuhnya, dan terdapat tanda tornado di dahi di atas mata kananya.


Zilong memiliki julukan Raja Hiu karena saat ia bertarung ia menggunakan tombak yang bisa berubah menjadi Hiu, dan memiliki tanda Hiu di lengan kirinya.


Alucard memiliki julukan Raja Kelelawar karena ia memiliki pedang yang bisa ia ubah jadi Kelelawar Vampir Raksasa dan banyak sekali Kelelawar Kelelawar Vampir kecil ikut menyertai serangan kelelawar raksasa, memiliki tanda Kelelawar di lengan kananya.


Asta memiliki julukan Pengembara Hitam karena ia sangat senang berpetualang dan saat bertarung ia memiliki aura hitam yang mengelilingi tubuhnya, memiliki tanda Pedang Hitam di dahi di atas mata kirinya.


Bing Wang memiliki julukan Raja Es, Huo Wang memiliki julukan Raja Api, dan mereka biasa disebut dengan Dua Naga Kembar, mereka berdua sama sama memiliki tanda Dua Naga Kembar di dada mereka


Ling memiliki julukan Malaikat Iblis karena dia memiliki delapan pasang sayap Malaikat dan delapan pasang sayap Iblis, dan memiliki tanda Sayap Iblis dan malaikat di punggungnya.


Dewa Kaze yang kembali memimpin kerajaanya mulai memperkuat kerajaanya, tak lama mereka semua berpisah, menjalani hidup seperti orang normal, namun mereka akan berkumpul di Istana Kaminari Dunia Dewa saat waktu yang sudah di tentukan itu tiba.


Ling pulang ke Kerajaan Sky dan menjalani hidup bersama sakura, Zilong menjemput Freya di Kerajaan Sky untuk tinggal di Desa Elemen, Alucar juga menjemput Miya di Kerajaan Sky untuk tinggal di Desa Elf, Asta kembali ke Kerajaan Ziyou, Huo Wang dan Bing Wang memutuskan untuk membangun Desa Suxiang.

__ADS_1


10 tahun akhirnya berlalu, inilah hari yang telah mereka semua tentukan untuk berkumpul lagi.


"sudah saat nya kami berkumpul lagi, semua pelayan siapkan ruang makan dan hias sebaik mungkin" teriak Dewa Kaze.


Di Istana Sky


"hah, sudah saatnya kami berkumpul kembali" ucap Ling sambil tersenyum dan memandang langit malam.


"apa ini saatnya kau berkumpul dan memenuhi janji lama itu sayang?" ucap Sakura.


"iya kau benar, aku akan kembali berkumpul dengan teman teman dan membuat legenda baru" ucap Ling.


"hah, kau boleh pergi, tapi hati hati ya, dan jangan lupa anak istri sedang menunggu mu di rumah lho" ucap Sakura dan tersenyum.


"tentu aku tidak akan lupa lah, aku pergi dulu" ucap Ling yang melompat dari jendela istana dan melesat pergi.


"hati hati sayang, dan jaga dirimu baik baik" ucap Sakura sambil tersenyum.


"hm, memangnya ayah ingin pergi kemana mah?" ucap Kagura.


"hm, dia akan pergi cukup lama dan membuat dunia kembali mengingat legenda yang pernah ia buat" ucap Sakura sambil tersenyum.


"memang ayah pernah menjadi seorang pahlawan, kanapa mamah tidak pernah menceritakanya padaku?" ucap Kagura.


"itu belum saatnya Kagura sayang, nanti kamu akan tau apa yang ayahmu pernah lakukan dulu" ucap Sakura sambil tersenyum tipis.


Di Desa Elf


"ha ha ha, sudah saatnya kami berkumpul lagi" ucap Alucard.


"kau sudah mau pergi sayang?" ucap Miya sambil tersenyum.


"iya itu benar, aku pergi dulu ya, jaga diri kalian, dan Harith jangan lupa berlatih lebih keras" ucap Alucard melambaikan tanganya sambil berlari.


"bye bye ayah, jaga dirimu" teriak Harith sambil melambaikan tanganya.


"jaga dirimu ya sayang" ucap Sakura yang melambaikan tanganya juga.


Di Desa Elemen


"hah, malam yang indah, enaknya memang sambil ngeteh di depan rumah" ucap Zilong yang duduk sambil minum teh.


"hm, sepertinya aku melupakan sesuatu, tapi apa itu ya?" batin Zilong.


"pffft, kampret, kenapa aku bisa lupa hal yang sangat penting seperti ini" teriak Zilong yang menyemburkan teh yang ada di mulutnya.


"ada apa, kenapa kau berteriak teriak sayang" ucap Freya yang terkejut karena teriakan Zilong dan langsung menghampirinya.


"Freya Sayang, Chang'e aku pergi dulu ya, aku mau ke Dunia Dewa dan berkumpul lagi, mungkin aku akan pergi lama" ucap Zilong sambil berlari.


"jaga dirimu ya, hati hati di jalan" ucap Freya sambil melambaikan tangan.


"dah ayah, jangan sampai telat makan ya" ucap Chang'e sambil melambaikan tanganya.


"ha ha ha, tenang saja soal makan aku ridak akan lupa" teriak Zilong sambil berlari dan melambaikan tangan.


"oh iya, aku lupa kalau ayah adalah tukang makan" batin Chang'e.


Di Kerajaan Ziyou


"hai Asta, ini sudah saatnya kau berkumpul lagi, cepat bangun woi" ucap Xiezi.


"hoi, kamfret, kenapa malam malam ribut" ucap Asta sambil mengarahkan Fucek kepada Xiezi.


"berani kau memasang posisi jari seperti itu, aku akan memotong semua jari mu" ucap Xiezi sambil menunjukan muka jahatnya.


"*****, kenapa aura disini sangat menyeramkan, eh mukanya juga berubah jadi serem" batin Asta.


"apa kau melupakan hari apa ini?" ucap Xiezi.


"oh iya, aku lupa kalau aku belum bayar makanan di kedai tadi pagi" ucap Asta sambil berusaha mengingat ingatnya kembali.


"bukan yang itu amjinc, yang lainya" ucap Xiezi.


"oh iya, kami akan berkumpul hari ini, ***** kenapa sampe lupa hal penting seperti ini" ucap Asta.


"cepat kau siapkan barang dan pergilah" ucap Xiezi.


"okeh, aku sudah siap, aku pergi dulu Xiezi, jaga dirimu baik baik saat aku pergi" ucap Asta sambil melambaikan tanganya.


Di Desa Suxiang


"sudah saat nya kita berkumpul lagi" ucap Bing Wang.


"tunggu apa lagi, Gas lah ayo kita berangkat" ucap Huo Wang.

__ADS_1


Akhirnya mereka akan berkumpul lagi dan akan menggetarkan dunia dengan cerita baru yang akan mereka buat, penasaran dengan cerita apa yang akan mereka buat, tunggu Season 2 nya ya masih dalam tahap pembuatan, nanti mulai eps 94 sudah season 2.


__ADS_2