
Keesokan hari nya Ling berencana melanjutkan petualangannya, lalu ia mengumpulkan 3 muridnya.
"Clint, Khufra, Vale, aku akan melanjutkan perjalanan ku jika ada apa apa hubungi saja Istana Sky atau Istana Jian, jika kalian di tanya jawab saja kalian adalah murid ku" ucap Ling.
"baik guru" ucap mereka bertiga.
"ohh iya, aku meminta kalian untuk meneriskan perguruan Jian ini, setelah aku pergi kalian resmi jadi guru di sini, dan latihlah pemuda pemuda di sini agar mereka dapat melindungi Desa ini, sebelum itu aku juga belum pernah memberi hadiah pada kalian jadi aku akan memberi kalian sebuah senjat" ucap Ling.
"yang pertama adalah Tongkat Sihir Kalajengking Raksasa berperingkat Epic untuk Vale, ini dapat meningkatkan kekuatan Sihir mu dan juga dapat memakai Sihir Sihir tingkat tinggi, yang kedua adalah Senapan Kalajengking Raksasa berperingkat Epic untuk Clint, car menggunakanya adalah kau harus memusatkan kekuatanmu di senjata ini sebagai peluru nya, yang ketiga adalah Pelindung Tangan Kalajengking Raksasa Berperingkat Epic untuk Khufra, senjata ini bisa meningkatkan kekuatan mu saat memukul lawan, kau juga dapat mengubah tangan mu saat memakainya mencadi capit Kalajengking" ucap Ling.
"te… terima kasih Guru" ucap mereka bertiga sambil berlutut.
Sebelum pergi Ling juga memberi buku buku yang berisi jurus seperti Jurus Pencuri Jiwa dan Juga Jurus Pengejar Takdir untuk perguruan Jian milik nya.
__ADS_1
Setelah itu Ling dan kawan kawan melanjutkan petualangan mereka dan mencari tempat baru, setelah 2 minggu mereka berhasil keluar dari Gurun Pasir yang ganas ini.
Mereka menemukan sebuah hutan yang cukup gelap, mereka akhirnya memasuki Hutan itu untuk menelusurinya.
Sampai di tengah hutan Ling tidak menemukan sesuatu yang sepesial di hutan ini, hutan ini nampak seperti hutan pada umumnya, perbedaan hutan ini dengan yang lain adalah sedikit tempat yang dapat di tembus sinar matahari di sini.
Akhirnya mereka terus menelusuri hutan ini dan melihat ada Tenda tenda yang berdiri di tengah hutan ini, Ling hanya memantaunya saja dari kejauhan dan meluhat prajurit yang terluka.
Akhirnya Ling mendekati mereka, namun keberadaan Ling di ketahui oleh pemimpin dari prajurit prajurit ini, Ling langsung di lempari tombak karena terlihat mencurigakan.
Namun hanya tombak biasa itu belum cukup untuk melukai Ling, Ling menangkap tombak itu dan turun dari pohon sambil membawa tomabak tadi.
"si…siapa kau, untuk apa kau datang kemari?" ucap jendral prajurit ini.
"aku adalah seorang pengembara, yang secara kebetulan sampai kemari" ucap Ling.
__ADS_1
"hmm, sepertinyaorang ini bukan prajurit musuh" batin jendral itu.
"ahh, maaf tuan saya salah mengira orang, saya kira anda adalah prajurit musuh" ucap Jendral itu.
Ling menerima permohonan maaf dari jendral ini karena di memiliki aura yang baik dan juga terlihat seperti prajurit di pringkat Epic.
"ha ha ha, tidak apa apa paman, aku sudah memaafkan mu, kalau boleh tau siapa nama paman ini?" ucap Ling.
"ohh, namaku adalah Zong dari Istana Yanshi" ucap Zong.
"hmm, selertinya dia bukan dari prajurit musuh, karena dia tidak mengenaliku dan juga sekarang kan aku dan juga prajuritku sedang di buru" batin Zong.
"paman bolehkah aku beristirahat di tenda mu?" ucap Ling.
"ahh, tentu saja kenapa tidak boleh, membantu sesama itu adalah berbuatan yang baik bukan, silahkan pilihlah tenda yang ingin anda tempati" ucap Zong.
__ADS_1
Setelah itu Ling beristirahat dalam tenda dan makan daging Kalajengking Raksasa, Ling juga membagikanya ke seluruh prajurit prajurit ini, Ling bisa beristirahat dengan tenang karena tidak tau, kalau prajurit musuh dari Istana Yanshi akan segera datang ke sini.