
"baiklah terserah kau saja" ucap Huo Wang.
"ini dia barang yang terakhir di pelelangan ini, yaitu…Inti Roh Hewan Iblis dan Essence Serigala Logam Taring Pedang, harganya mulai dari 8 juta" ucap pemandu lelang.
"ruang 3 : 8.2 juta, ruang 9 : 8.u juta, ruang 2 : 9 juta, ruang 9 : 10" tawar para peserta lelang.
"tidak ada yang ingin menawar lagi, 1…2…3…pemenangnya ada di ruang 9" ucap pemandu lelang.
Ling langsung keluar dan mengambil barang yang telah ia beli, ia pergi ke toko besi dan membeli Kawah atau kuali untuk membuat senjata sendiri dan membeli Tungku Alkimia.
Ling segera kembali setelah mendapatkan barang yang ia inginkan, sekarang ia ingin membuat 2 Pil Penyatu Roh namun di memerlukan bahan, Rumput Perak, Bunga Emas, Bunga Abadi, Rumput Pengikat Roh, Darah Phoenix.
"hmm, gimana caranya aku mendapatkan Rumput Pengikat Roh dan Darah Phoenix" ucap Ling.
"sepertinya aku harus pergi ke hutan spiritual untuk mencari Phoenix, okelah berangkat aja sekarang, Putih keluarlah" ucap Ling sambil berjalan keluar desa dan saat di luar dia memanggil Siputih dari Bola Kristal.
"ayo pergi untuk mencari Phoenix" ucap Ling sambil menunggangi Siputih.
Taring Putih lari dengan cepat menuju ke arah gunung berapi yang ada sekitar 120 kilometer dari desa, namun dengan kecepatan Taring Putih danpat menghemat waktu dua kali lipat.
__ADS_1
Sampainya di gunung Ling turun dan mulai berjalan bersama Taring Putih menuju puncak gunung, tak lama Ling bertemu dengan seekor Phoenix yang sedang berbaring di bawah pohon.
"ha ha, itu dia Phoenix yang kita cari, Putih ayo kita serang dia" ucap Ling sambil bersiap untuk bertempur.
"ha ha ha ha, apa yang kau cari anak muda" ucap Phoenix yang Ling temui.
"aku mencari darahmu untuk menyatukan roh teman ku" ucap Ling sambil mengeluarkan Pedang Pembelah Langit.
"oke, kalau begitu, aku akan memberikan darahku, kau goreslah kulitku agar darahku keluar" ucap Phoenix.
"eh, anda baik sekali" ucap Ling sambil mendekati Phoenix ini.
"em, terima kasih, tapi apa phoenix benar benar tidak bisa mati?" ucap Ling.
"ha ha ha ha, tentu saja kami bisa mati, kami juga muhluk ciptaan dari tuhan, kalau takdir menginginkan kami mati, kami juga akan mati dengan sendirinya" ucap Phoenix sambil tertawa.
"dan juga kami bisa mati jika dibunuh naga, karena bangsa kami telah bermusuhan dengan mereka" ucap Phoenix.
"em kalau begitu kami pergi dulu, terima kasih banyak untuk darah mu" ucap Ling setelah menggoras kulit Phoenix dan mengambil darahnya.
__ADS_1
Ling dan Taring Putih berbalik dan berjalan menuruni gunung, mereka tanpa basa basi langsung segera pulang dan akan membuat 2 buah Pil Penyatu Roh.
Sebelum masuk desa Taring Putih masuk dulu kedalam Bola Kristal, lalu Ling masuk ke desa dan berjalan menuju ke rumah.
Sampainya dirumah "aku pulang" ucap Ling sambil membuka pintu.
"ah kau sudah kembali Tuan Muda" ucap Alu yang sedang duduk di depan meja makan.
"dari mana saja kau" ucap Sakura yang langsung menghadang Ling sesampainya ia di rumah, dan langsung memukul Ling dengan Panci.
Sfx : tong, buk, arghh, ampuuun!!
"eh, Nona Sakura memang sangat galak, aku gak mau melihat dia menyiksa orang" ucap Zilong.
"bahkan Tuan Muda tidak bisa berkutik melawanya" ucap Alu.
"kita lanjut makan saja, dan pura pura tidak lihat" ucap Zilong dan menoleh ke arah berlawanan.
"hm, aku seketika langsung takut melihat Nona Sakura" ucap Sakura sambil menutup telinga Harith dan menyuruh nya menutup mata.
__ADS_1
"Change, kau tutup mata dan telingamu ya" ucap Freya.