
Setelah beberapa lama, Ling terus bertambah kuat, Ling mwmutuskan untuk kembali mempelajari Jurus Jurus dalam Batu Prasasti itu, Dia mempelajari Jurus Balok Es, yang dapat memanggil Balok Es untuk menahan serangan atau Jebakan penghimpit.
Jurus Pusaran Air, Jurus yang dapat membuat Pusaran di dalam air dan hanya bisa di lakukan di Air saja seperti Laut atau Danau, Jurus Pembeku, Jurus yang dapat mengubah air menjadi Es untuk membuat jalan di air atau membekukan musuh.
Jurus Ledakan Api, Jurus yang menembakan sebuah Jarum Api yang terbuat dari Energi, dan bisa meledak sesuai ke inginnan pemakai, Jurus Gergaji Api, sebuah Jurus yang memanggi Gergaji Api, yang berputar putar di udara dan bisa di kontrol oleh pemakai.
Jurus Cambuk Api, Jurus yang membuat Tali dari Api yang bisa di gunakan untuk Menyerang, atau Menyiksa musuh dengan melilitkan Tali Api ke tubuh lawan, Jurus Batu Raksasa, sebuah Jurus yang dapat mengangkat Batu Raksasa tanpa menyentuh dan menjatuh kanya di area yang pemakai inginkan.
Jurus Tembok Batu, Jurus yang di gunakan untuk menahan atau melindungi diri dari serangan musuh, dan sangat sulit sekali untuk di tembus, Jurus Jalan Tanah, sebuah jurus yang membuat tanah di bawahnya bisa mengikuti perintah pemakai, seperti memunculkan Jalan untuk melewati sebuah Jurang.
Jurus Tsunami Pasir, jurus yang dapat menggerakan pasir dan membuat Tsunami, Jurus Pasir Hisap, Jurus tipe Jebakan, agak mirip dengan Jurus Pusaran Air, namun Jurus ini dapat menghisap Tubuh seseorang yang terkena jebakan dan setelah seluruh tubuh orang masuk ke dalam pasir, pemakai dapat menghisap kekuatanya.
Jurus Bahasa Hewan, Jurus yang memungkinkan pemakai bisa mengerti Bahasa Hewan, Jurus Menggerakan Tumbuhan, Jurus yang dapat menggerakan pohon, contohnya pemakai bisa membuat sebuah labirin di hutan karena dapat menggerakan pohon pohon di hutan.
Jurus Tornado, sebuah jurus yang dapat memanggil Tornado, Jurus ini kadang akan muncul jika pemakainya mengalami ke naikan Emosi yang tinggi, Ling telah berhasil mempelajari 19 Jurus di Prasasti ini, namun Ling tidak mengerti bahasa yang di gunakan untuk menulis Jurus yang terakhir di Prasasti ini.
Kemudian Ling kembali menyusuri Gua ini dan akhirnya sampai di sebuah Ruangan paling dalam di gua, Ling merasakan kekuatan yang basar diri ruangan ini, Ling mulai merasakan seperti ada Gejolak dari Kedua Inti Petir nya dengan tempat ini.
__ADS_1
Libg tidak tau Hubungan yang dimiliki Kedua Inti Petir miliknya dengan tempat ini, tapi Ling yakin tempat ini akan sangat cocok untuk melatih Elemen Petir miliknya, dia mencoba menguasai Jurus Jurus yang baru ia dapat dari Batu Prasasti itu.
"hah, akhirnya aku bisa mempelajari Jurus baru dan menemukan Tempat yang bagus untuk melatih Elemen petirku, suguh beruntungnya aku, terima kasih Langit" ucap Ling menghela nafas.
Setelah 1 minggu Ling baru bisa menguasai setengah dari Jurus Jurus ini, namun Ling tetap berlatih dengan sangat giat, Ling memikirkan untuk pergi ke Sakte Malaikat atau Sakte Iblis lagi dan kali ini dia akan berangkat bertiga.
Ling meminta teman teman untuk menjaga diri di gua, dan Ling akan berangkat dengan Zilong dan Alu saja, mereka bertiga bergegas berangkat ke Sakte Malaikat terlebih dahulu kerena jaraknya lebih dekat.
Saat mereka sampai di perbatasan Wilayah Sakte Malaikat, bertepatan dengan malam hari, waktu yang pas untuk melancarkan serangan demi serangan, mereka langsung masuk menerobos ke depan Gerbang Sakte Malaikat, tapi mereka juga sudah si sambut oleh para penjaga Kaum Malaikat.
Terjadilah pertarungan yang sangat hebat anatara Ling dan kawan kawan dengan Perajurit Malaikat , mereka bertiga membantai banyak sekali Malaikat yang ikut dalam pertempuran, Ling langsung menggunakan Jurus Ledakan Api, untuk membereskan beberapa perajurit dan menghancurkan beberapa gedung.
Pertarungan yang sangat sengait sekali, namun Pihak Malaikat mulai terdesak dengan serangan Yang di lancarkan Zilong Alu dan Ling, berjalan nya waktu mulai bertambah banyak korban dari kaum Malaikat.
"ha ha ha, Inilah yang di namakan penyerangan, Jurus Kelelawar Penghisap darah" Teriak Alu sambil menebas tubuh Malaikat Malaikat ini dengan Pedang Kelelawar Penghisap Darah.
"ha ha ha, aku juga tidak mau kalah kak, kita lihat berapa banyak yang bisa kita bantai malam ini, ha ha ha, rasakan ini, Jurus Hiu Raja Laut" Teriak Zilong sambil meloncat ke sana kemari menusukan tombaknya pada musuh.
__ADS_1
"ha ha ha, iya, inilah yang di nama kan pertarungan, dasar Perajurit Malaikat Sialan, Rasakan Ini, Jurus Tangan Kegelapan" teriak Ling saat bertarung, seketika aura Ling berubah, menjadi seperti monster yang haus darah.
"hah, aku juga tidak mau kalah, Jurus Bayangan Kegelapan" teriak Alu.
"hah, dasar kalian, menggunakan Jurus dari Sakte Iblis, aku kan tidak punya jurus itu" ucap Zilong.
"ha ha ha, kalian mau kemana ha, dasar tkus tikus kecil, rasakan dulu Pedang ku dong" teriak Alu.
Pertarungan ini mengakibatkan kerugian basar pada Sakte Malaikat, bahkan Baju Ling, Zilong, dan Alu sampai basah karena sudah mandi darah dari Malikat yang mereka bantai malam ini, saat matahari akan terbit, Ling menyuruh Zilong untuk pergi duluan.
Zilong langsung pergi meninggalkan area pertarungan, "Alu, ayo kita Guankan Jurus Bayangan Kegelapan untuk kabur".
Mereka berdua akhirnya menggunakan Jurus Bayangan Kegelapan untuk mengelabuhi para Malaikat, perajurit perajurit malaikat tidak mengetahuu kalau yang mereka lawan di sini adalah bayangan dan yang asli sudah pergi meninggalkan area pertempuran.
"Barani sekali membuat masalah di Sakte Malaikat ku" ucap Tetua Malaikat bernama Gabriel, yang langsung menghempaskan Tombak Cahaya ke arah Bayangan Kegelapan Ling dan Alu.
Seketika Bayangan Kegelapan itu langsung lenyap karena terkena serangan Tombak Cahaya Malaikat Gabriel, untungnya Ling sudah merasakan ada seorang yang memiliki kekuatan yang sangat besar akan menuju ke tempat pertempuran itu, jadi Ling dan kawan kawan punya kesempatan untuk mundur.
__ADS_1
Ling menghela bisa menghela nafas lega "hah, benarkan, ada seorang Malaikat berkekuatan besar akan datang, untungnya kita cepat melarikan diri kalau tidak sudah mati kita disana".
"hah hah hah, untungnya kita bisa selamat, dari pertarungan dengan Malaikat itu" ucap Alu terengah engah karena melarikan diri dengan kecepatan penuh.