
Setelah menyelesaikan tugasnya Ling segera kembali menemui murid muridnya "hah, sekarang tinggal menyerahkan senjata senjata ini pada mereka." ucap Ling sambil melompat dari pohon ke pohon lain menuju gunung.
Di tempat murid murid Ling.
"cepat berikan lonceng itu pada ku." ucap Huangse sambil memukul Hongse.
"tidak akan." ucap Hongse sambil menerima pukulan Huangse dengan pasrah dan memegang lonceng dengan erat.
Huangse dengan susah payah mengambil lonceng dari tangan Hongse dan akhirnya ia mendapatkanya "ha ha ha, akhirnya aku dapat."
"hei kalian, sudah besar masih saja bermain main seperti anak kecil, lebih baik kalian mencari guru untuk berlatih." ucap Yeyun.
"kami sudah mendapat guru yang hebat, dan sebentar lagi kau tidak akan bisa menyaingi kami." ucap Huangse.
"ha ha ha, menyaingimu, bodoh aku sudah mendapat guru yang hebat, lihat lah, guruku adalah seorang yang memiliki pengalaman tempur yang hebat, dan juga sangat kuat." ucap Yeyun.
Seseorang datang dari belakang Yeyun "ha ha ha, bocah bocah kalian mending pulang dan meminum susu saja, kami ingin berlatih di sini." ucap Li Fei.
Ling turun dari atas pohon setelah mendengar beberapa percakapan Hungse dengan orang orang ini "memangnya siapa kau berani mengusir kami dari sini, aku guru mereka." ucap Ling.
"ha ha ha, aku adalah ahli bela diri, yang hebat aku pernah membunuh banyak sekali pasukan kerajaanaa Jieshi, apa yang telah kau lakukan selama ini? Apa bisa menyaingi kehebatanku? Ha ha ha." ucap Li Fei.
Ling menghela nafasnya "hah, cuma membunuh pasukan kerajaan lain sudah bangga, aku adalah penguasa Dunia Dewa, dan turun ke Dunia Manusia untuk mencabut nyawamu." ucap Ling.
Li Fei maju dan menyerang Ling "hah, sombong sekali kau bocah, biar aku ajari kau cara sopan santun kepada orang tua."
Ling menghindari dan menangkis serangan dari Li Fei dengan mudah "hah hah hah, sial bocah ini kuat juga." batin Li Fei.
"oh, kau mengatakan dirimu lebih tua dariku, biar aku beri tahu perbedaan umur kita, jika aku lihat umurmu ini sekitsr 40 tahun, dan perbedaan umur kita adalah 1500 tahun, gimana aku masih terlihat muda bukan." ucap Ling.
__ADS_1
"aku tidak percaya bagaimana bisa orang sepertimu berumur 1500 tahun lebih, banyak omong kosong kau, terima ini." ucap Li Fei sambip maju lagi menyerang Ling.
"hah, memang bandel, sekarang giliran ku untuk menyerang." ucap Ling sambil maju dan membalas serangan Li Fei.
Dengan kecepatan Ling, Li Fei tidak bisa menandinginya, dan ia terkena pukulan telak yang membuat tulang rusuknya patah "uhuk, ******** kau." ucap Li Fei.
"sudah ku bilang kalian pergi saja dari sini, sebenarnya aku bisa membunuhmu dengan satu pukulan, tapi aku hanya memberimu peringatan, lebih baik kau pergi dan jangan samlai terlihat olehku, kalau tidak hari itu akan menjadi hari pemakamanmu." ucap Ling.
"Yeyun, ayo kita pulang." ucap Li Fei, berjalan sambil di papah oleh Yeyun dan pergi meninggalkan gunung.
"akhirnya mereka pergi juga, oh iya, apa maslah kalian dengan orang yang bernama Yeyun?" ucap Ling.
"kami ini sebenarnya dari keluarga yang miskin, dan dia berasal dari keluarga yang kaya, dia selalu menindas dan menghina kami." ucap Huangse.
"bensrkah mereka sangat kaya, di mana rumah mereka, ayo kita kesana." ucap Ling.
"aku hanya ingin melakukan hal kecil dengan keluarga mereka, sebelum itu, ini lihatlah bagaimana aku memodifikasi senjata kalian." ucap Ling.
"wah, kau hebat guru, bentuk senjata senjata ini jadi lebih keren." ucap Hongse.
"oh, ngomong ngomong dimana Luse." ucap Ling dan menengok sekeliling.
"aku disini guru." ucap Luse setelah turun dari atas pohon.
"wah, ini hebat pedangku ini terasa lebih kuat dari sebelumnya, terima kasih banyak guru, kami tidak akan melupakan jasamu." ucap Lanse sambil memberi hormat di ikuti Hongse, Huangse, dan Luse.
"tidak perlu di pikirkan, itu hanya senjata tingkat Legend saja, sebenarnya jika kau ingin membeli senjata seperti itu kau membutuhkan paling tidak 150 peti yang berisi penauh dengan emas, tapi aku akan memberikan senjata itu pada kalian cuma cuma, soalnya aku juga kebanyakan pusaka." ucap Ling.
"apa 150 peti yang berisi penuh dengan emas, berarti jika kami ingin membeli empat senjata ini kami memerlukan 600 peti yang berisi emas." ucap Huangse.
__ADS_1
"yap, itu benar sekali, kalian tidak perlu khawatir saat menjadi muridku, 600 peti penuh emas juga akan kuberikan pada kalian cuma cuma jika kalian ingin, aku ini benar benar penguasa Dunia Dewa, jadi 600 peti penuh emas itu hal yang kecil bagiku." ucap Ling.
"jika kalian masih tidak percaya dengan ku, aku bisa memanggil Dewa Bulan, Dewa Matahari, Dewi Laut, dan Dewi Bintang kesini." ucap Ling.
"apa anda benar bisa melakukan itu guru? kalau bisa cepat lakukan guru aku ingin melihat dua dewi itu." ucap Hongse dan Lanse.
"aku akan memanggil mereka tapi kalian harus menjaga bola keristal ini dengan baik." ucap Ling lalu masuk ke dalam bola kristal.
Saat di dalam bola keristal, Ling masuk kekotak penyegel tanpa rasa ragu "hei kalian berempat, apa kalian sudah merenungkan keslahan kalian." ucap Ling.
"kami sudah merenungkan kesalahan kami, mohon maafkan kami." ucap Dewa Matahari, Dewa Bulan dan yang lainya.
"kalau begitu aku akan mengeluarkan kalian, tapi dengan sarat kalian akan menjadi anak buahku, bagaimana apa kalian siap." ucap Ling.
"kami siap." ucap Dewa Matahari, Dewa Bulan dan yang lainya.
"baguslah kalau begitu, mulai sekarang panggil aku tuan, ayo kita keluar." ucap Ling.
Ling membebaskan Dewa dan Dewi ini dari kotak penyegel, lalu mereka keluar daru sana dan keluar dari bola keristal.
"guru, kau dari mana tadi? kenapa kau bisa masuk ke sini?" ucap Huangse.
"tentu saja panggil mereka berempat lah." ucap Ling sambil menunjuk Dewa Dewi yang telah ia kalahkan dan baru saja ia keluarkan dari kotak penyegel.
"waw itu benar benar dua dewi yang jatuh dari surga." ucap Hongse dan Lanse dengan mata yang terpaku ke Dewi Bintang dan Dewi Laut.
"tugas pertama kalian aku bebaskan adlaah untuk mengajari beberapa muridku ini jurus yang kalian miliki, Dewi Bintang dan Dewi Laut akan melatih Luse, Dewa Matahari akan melatih Hongse, Dewa Bulan akan melatih Lanse, Huangse akan aku latih sendiri." ucap Ling.
"tapi hari ini, aku ingin pemanasan, Dewa Matahari, Dewa Bulan, dan Dua Dewi Cantik ini, kalian tinggal saja di dalam Bola Kristal dulu, aku masih ada urusan hari ini, tenang saja, nanti aku akan memberikan wilayah dan istana kalian, tapi masih dalam pantauan ku." ucap Ling.
__ADS_1