
Ling berfikir cara melewati danau dengan aman, dan dia mencoba mencelupkan kakinya ke air dan tidak ada satupun ular yang mendekat dan menggigitnya.
"hm, sepertinya kerumunan ular ini hanya berlaku pada orang yang sudah mati, he he he he." ucap Ling sambil tersenyum tipis.
Dewa Kaze melihat Ling melakukan percobaan dan bertanya padanya "bagaimana Ling?, apa kita bisa lewat?"
Ling mendekat ke arah Dewa Kaze "kita bisa melewati danau ini tanpa ada masalah, kita pergi ke sebelah sana saja agar tidak ada orang yang ikut, oh iya, ajak lah orang yang tanyai tadi, dia orang baik." ucap Ling sambil menuju ke tempat lain untuk menghindari krumunan orang.
"bro, terima kasih telah membantu kami, ikutlah dengan kami, sebagai tanda terima kasih." ucap Dewa Kaze kepada orang itu sambil tersenyum.
mereka berjalan dan sampai di tpat yang Ling rencankan "oke, kita sudah sampai sekarang, Jurus Jalan Tanah" ucap Ling sambil menghentakan kaki kanannya ke tanah.
"ayo, kita naik, jangan sungkan sungkan bro, ini adalah tanda terima kasih kami." ucap Dewa Kaze sambil tersenyum.
"oh, seharusnya aku yang berterima kasih kepada kalian." ucap orang ini sambil menundukan kepalanya memberi hormat.
Mereka berjalan di jembatan tanah yang baru saja di buat oleh Ling, dan ada beberapa orang yang melihat Ling dengan mudah melewati Danau dengan berjalan melewati jembatan itu.
Lalu orang orang yang melihat ke jadian ini langsung menuju ke ketempat jembatan itu dan mulai berjalan di atas nya "Guru lihatlah, ada banyak sekali orang yang ikut melewati jembatan kita, apa kita akan membiarkan mereka begitu saja Guru?" ucap Asta sambil menunjuk ke arah orang orang yang baru saja menaiki jembatan.
Ling yang sekilas melihat orang orang itu naik ke jembatanya langsung memalingkan wajah "bro, saat di tengah danau, apa ularnya akan semakin ganas?"
"iya, di tengah danau ularnya semakin kecil tapi juga semakin banyak dan ganas, lihatlah orang itu." ucap orang ini sambil menunjuk ke seseorang yang berenang di danau dan masih sampai di tengah.
__ADS_1
Ling berhenti berjalab dan menghela nafasnya "huh, ternyata, kalau begitu kalian para tamu tak di undang, sekarang jatuh lah." ucap Ling sambil menghilangkan sebagian jurusnya.
Sfx : krk krk duar
Jembatan yang tadi kokoh dengan mudahnya runtuh, orang orang yang menaiki jembatan tanpa seizin Ling di gigit ular di tengah danau.
Sfx : argh tolng argh argh
Ling tidak mempedulikan dan terus meneruskan jalannya, dan setiap Ling berjalan, jembatan yang telah Ling lewati langsung runtuh dan jatuh ke danau.
"wah kau ini masih sangat sadis seperti dulu." ucap Asta sambil tersenyum melihat Ling.
Ling hanya tersenyum "bukanya aku sadis Asta, tapi apa kau tidak lihat mereka sangat gembira bisa melewati danau ini tanpa tersiksa, itu menandakan mereka memiliki dosa yang besar, karena mereka sadar akan menerima gigitan ular yang sangat banyak untuk menebus dosanya."
Bing Wang merangkul Asta "yang di katakan Ling itu benar, masih mending Ling mau membantu mereka sampai setengah danau, dari sana ke tengah itu lumayan jauh lho, bisa kau bayangkan jika mereka di gigit ular dari awal sampai ke tengah."
Akhirnya mereka sampai di ujung danau "ha untung lah aku bisa melewati danau tanpa susah payah, terima kasih banyak telah membantu saya, saya akan mengingat jasa kalian semua." ucap orang ini sambil tersenyum bahagia dan memberi hormat.
"jangan pikirkan itu, yang penting jalanilah hidupmu yang baru dengan berbuat baik, membantu sesama, jangan seperti mereka yang tenggelam di tengah danau itu." ucap Ling sambil tersenyum.
"ha ha ha, anda tenang saja tuan, saya akan melaksanakan apa yang anda katakan kali ini, sekali lagi terima kasih" ucap orang ini sambil tersenyum.
Dewa Kaze memberikan sebuah pelangkat yang bertuliskan namanya kepada orang ini "oh iya, bawalah ini saat kau menemui orang yang bertugas merenkarnasi mu, semoga kau di berikan kehidupan yang baik, dan juga saat kau sudah besar dan jadi kuat jangan lupa temui kami di Dunia Dewa, Istan Kaminari akan selalu menerima mu selama kau masih menjadi orang yang baik."
__ADS_1
"jaga dirimu baik baik, kami pergi dulu, oh iya, saat bertemu petugas perenkarnasi, bilanglah, kau adalah prajurit Dewa Kronos, dan setelah ia mati kau menjadi prajurit Sang Malaikat Iblis." ucap Ling sambil berjalan.
"ternyata mereka adalah Dewa yang berkunjung ke Neraka, beruntungnya aku bertemu mereka, aku akan mengingat jasa kaliam dan membalasnya suatu hari nanti" batin orang ini sambil memegang erat plengkat yang Dewa Kaze berikan sambil tersenyum.
Mereka bertujuh melanjutkan perjalanan mereka dan tak lama mereka berjalan mereka akhirnya sampai di Ibu Kota Neraka "akhirnya kita sampai juga di sini, tubuhku ini terasa lelah, aku ingin tidur dulu sebelum melakukan penyelidikan." ucap Ling sambil meregangkan tubuhnya.
"yah, kau benar, kita cari penginapan dulu untuk beristirahat." ucap Dewa Kaze.
Mereka berjalan mencari penginapan di Ibu Kota Neraka ini, dan mereka agak keheranan sebab melihat penduduk di sini "Guru, kenapa orang di sini memiliki kepala Hewan?" ucap Asta sambil berdiri di belakang Ling.
"aku juga tidak tau, yang penting kita harus ramah di sini dan beradaptasi dengan baik." ucap Ling.
Setelah berjalan cukup jauh ke tengah Ibu Kota Neraka, mereka menemukan sebuah penginapan yang dekat dengan Istana Neraka "paman, berapa harga satu malam menginap disini?" ucap Ling dengan ramah.
"oh, disini kau bisa membayar dengan Inti Roh Hewan Iblis, semakin bagus Inti Roh Hewan Iblis maka semakin tinggi harganya." ucap pemilik penginapan ini.
"oh, kalau Inti Roh Hewan Iblis yang ini kira kira bisa menginap beberapa lama ya?" ucap Ling sambil tersenyum dan mengeluarkan Inti Roh Hewan Iblis Kelabang Kepala Tengkorak.
"wah, ini adalah Inti Roh Hewan Iblis Kelabang Kepala Tengkorak, kau bisa menginap selama 1 tahun dengan ini." ucap pemilik penginapan.
"baiklah paman, ini bayaran untuk menginap setahun." ucap Ling.
Pemilik penginapan menerima Inti Roh Hewan Iblis yang Ling berikan sambil mengeluarkan kunci kamar penginapan "ini kunci kamarnya tuan."
__ADS_1
Ling mengambil kunci kamarnya, mereka bertujuh langsung masuk ke penginapan dan berjalan menuju ke kamar yang telah mereka pesan" ah, akhirnya bisa beristirahat, ngomong ngomong kamar ini besar juga." ucap Ling sambil tiduran di kasur.
"yah, kamar ini memang besar, aih, lupakan besar kecil kamar ini, ayo langsung bahas rencana kita untuk menyelidiki masalah ini." ucap Dewa Kaze dan duduk di lantai untuk mendiskusikan rencana mereka.