PERJALANAN JADI NOMER 1

PERJALANAN JADI NOMER 1
Episode 117


__ADS_3

Esok paginya Ling berpatroli di sekitar wilayah pinggiran Kerajaan Kaminari "ah, sepertinya monster monster sudah terkontrol, akhirnya bisa beristirahat dengan tenang." ucap Ling yang berdiri di atas dahan pohon.


Ling melompat lagi ke pohon lainya, dia terpeleset dari atas pohon dan jatuh, namun bukanya jatuh ke tanah ia malah melewati lorong dimensi.


"sial, dimana ini, kenapa aku tiba tiba sampai di sini." ucap Ling yang terseret opeh arus dimensi.


Tak lama, Ling menemukan jalan keluar dari lorong dimensi ini dan sampai di dunia yang berbeda "dunia apa ini, tempat ini tidak terlihat sama dengan Dunia Dewa." ucap Ling.


Sfx : ayo maju serang bunuh semua musuh


Ling terjebak di tengah pertempuran, entah dari kerajaan mana, yang pasti para prajurit ini memiliki kekuatan yang sangat besar "sial, aku terjebak disini." ucap Ling.


Sfx : bunuh semua orang Kerajaan Jieshi


Sfx : bunuh semua orang Kerajaan Taifeng


"yah, pertempuran ini akan sangat sengit, aku harus sembunyi dulu." ucap Ling dan melompat ke atas pohon.


Sfx : duk duk duk


"ok, ada kesempatan, mati kau." ucap Ling dan menyerang pasukan dari Kerajaan Taifeng.


Ling ikut perang dengan menyamar sebagai prajurit Kerajaan Taifeng "hai prajurit ikuti aku melawan." ucap seorang Jendral yang berdiri di blakang Ling dan meloncat ke medan pertempuran.


"oke siap jendral, ayo maju bersama." ucap Ling dan ikut menyerang prajurit Kerajaan Jieshi.


"bagus, semangat inilah yang di butuhkan seorang prajurit Taifeng, ayo jangan sungkan untuk menebas musuhmu." ucap Jendral sambil menyerang dan menebas musuhnya.


"ha ha ha, hei jendral kemampuanmu tidak buruk juga jendral, Jurus Lembah Pedang." ucap Ling yang ikut menyerang.


"sepertinya aku bertemu dengan seorang penyihir yang menyamar menjadi seorang prajurit, di lihat saja dengan cara biaranya di sangat arogan, dan juga dia bisa mengeluarkan pedang raksasa dari tanah." batin jendral prajurit Taifeng yang masih meyersng musuh dengan penuh semangat.


Sfx : pasukan musuh telah mundur


"ayo kita kejar mereka." ucap Jendral prajurit Taifeng.


"apa orang ini bodoh, jelas jelas pasukan yang melarikan diri lebih banyak dari prajuritnya, sudah pasti ini jebakan bukan, yah tak apalah ikuti alur peperangan ini saja, toh muauhnya juga lemah." ucap Ling.


Pasukan dari Kerajaan Taifeng mengejar musuhnya dan sampai di sebuah tempat yang hanya memiliki satu jalan keluar dan masuk.


"ha ha ha, betapa bodohnya prajurit Kerajaan Taifeng, jebakan yang begini saja sudah di makan, pemanah tembak mereka semua." ucap Jendral Kerajaan Jieshi.


"sial, aku terjebak, pasukan mundur." ucap Jendral Kerajaan Taifeng.


"ha ha ha, sudah terlambat, prajurit tutup pintu keluarnya." ucap Jendral Kerajaan Jieshi.


Sfx : grk grk grk grk


Pintu keluar untuk menyelamatkan diri bagi para prajurit Kerajaan Taifeng sudah di tutup dengan batu yang di jatuhkan dari atas.

__ADS_1


"haih, bodohnya kau jendral, kau ini gak punya otak ya?, jebakan ginian juga termakan." ucap Ling.


"penah tembak." ucap Jendral Kerajaan Jieshi.


"semua pasukan jangan panik, lebih baik mati terhormat di pertempuran, dsri pada melarikan diri." ucap Jendral Kerajaan Taifeng


"dasar sekumpulan mahluk yang bodoh, diam kalian semua, Jurus Tembok Batu." teriak Ling Ling.


Semua prajurit tercengang melihat apa yang di lakukan Ling "he…hebat sekali." ucap Jendral Kerajaan Taifeng.


"sial, ternyata mereka memiliki penyihir, semua pasukan kita mindur." ucap Jendral Kerajaan Jieshi dengan kesal dan menarik mudur semua pasukanya.


"tu…tuan, siapa anda sebenranya?" ucap Jendral Kerajaan Taifeng.


"aku ini sipaa?, apa kalian benar benar tidak mengenali ku?" ucap Ling den melepaskan jurusnya.


"maaf tuan, tapi saya tidak pernah melihat ataupun mendengar soal anda." ucap Jendral Kerajaan Taifeng.


"aku adalah sang Malaikat Iblis, aku masuk ke pertempuran ini juga tanpa di sengaja." ucap Ling.


"tapi yang anda lakukan itu benar benar hebat, anda pasti seprang penyihir." ucap Jendral Kerajaan Taifeng.


"tidak, aku bukanlah seorang penyihir." ucap Ling.


"eh, tunggu dulu apa mereka benar benar heran dengan jurus ku." batin Ling.


"sudahlah lupakan tentang itu, siapa namamu?, namaku Ling." ucap Ling dan mengulurkan tangannya.


"baikalah Hong, aku ingin bertanya sesuatu, tahun kapan ini sekarang." ucap Ling.


"ini tahun 300 kalender Gaia." ucap Hong.


"apa, ini tahun 300 kalender Gaia, seharusnya aku belum lahir *******, aku seharusnya ada di tahun 1800 kalender Gaia, tenag Ling, hm, mula mula mengarang cerita dulu ah, biar terlihat keren." batin Ling sambil mengelus dagunya.


"ah, ini sudah tahun 300 ya, sepertinya aku tertidur cukup lama, aku kira ini baru tahun 250." ucap Ling sambil berfikir.


"apa?" ucap semua pasukan Kerajaan Taifeng yang berada di sana dengan wajah yang terkejut.


"sepertinya ektingku bagus, awok awok awok." batin Ling yang dan tertawa dalam hati.


"okelah aku ingin bertemu dengan raja kalian, cepat antarkan aku kepadanya." ucap Ling.


"eh,masalah itu, gimana ya tuan, tapi jalan keluarnya tertutup batu raksasa." ucap Hong.


"cuma batu, segini aja bukan halangan bagi ku, Jurus Tinju Membara." ucap Ling dan menghantam batu yang menutup jalan keluarnya.


Batu yang Ling hantam meledak dan menjadi kerikil "ayo cepat kita keluar." ucap Ling dan berjalan.


Mereka pun berjalan menuju ke Istana Taifeng "hei apa kita harus berjalan seperti ini." ucap Ling.

__ADS_1


"maaf tuan, tapi kuda kuda kami sudah mati jadi terpaksa harus jalan kaki." ucap Hong sambil menjelaskan situasi kepada Ling dan tersenyum dengan dahi uang berkeringat dingin.


"bukan ini maksutku, maksutku kita akan terbang, Burung Giok keluarlah." ucap Ling.


Semua pasukan Kerajaan Taifeng tercengang melihat Burung Giok milik Ling tiba tiba muncul "wah, aku merasakan kekuatan yang sangat besar dari burung ini." ucap Hong yang tercengang melihat Burung Giok.


"ayo semuanya naik." ucap Ling melompat dan naik keatas Burung Giok.


Lalu mereka pun terbang menuju Istana Taifeng "wah kita benar benar terbang, burung ini sangat ajaib." ucap beberapa prajurit Kerajaan Taifeng.


Mereka terbang dan akhirnya sampai di Istana Taifeng "wah lihat burung apa itu yang terbang di atas, mama lihat ada burung yang cantik." ucap beberapa penduduk ibu kota.


Burung Giok mendarat di depan gerbang istana yang membuat sebagian penduduk tercengang.


"ayo tuan, kita masuk ke Istana." ucap Hong sambil tersenyum.


"sebentar, aku terlihat buruk dengan seragam prajurit ini, aku akan ganti baju dulu." ucap Ling.


Beberapa saat kemudian "ayo kita masuk ke istana." ucap Ling sambil berjalan masuk.


"pasukan buka gerbangnya, aku Jendral Hong" teriak Hong di depan gerbang istana.


"cepat buka Jendral Hong dan prajuritnya sudah kembali." ucap prajurit yang berjaga di gerbang.


Mereka berjalan masuk ke istana dan menghadap ke raja "terimalah hormat dari saya." ucap Jendral Hong.


"siapa orang yang bersama Jendral Hong, dia berabi sekali tidak bersujud di depan kaisar, apa dia cari mati." bisik beberapa pejabat.


"siapa kau berani tidak bersujud di depan ku, cepat bersujud, prajurit buat di bersujud kepada ku." ucap Kaisar Kerajaan Taifeng.


"argh, argh, argh." teriak prajurit yang di lempar oleh Ling.


"sial, semua pasukan bunuh dia." ucap Kaisar Karajaan Taifeng.


"ah, tidak jangan bunuh aku, membunuhku katamu." ucap Ling sambil berekting ketakutan.


"yah, lebih baik kalian saja yang mati, Pedang Pembelah Langit keluarlah." ucap Ling dan mengeluarkan Pedang Pembelah langit, lalu ia meloncat dan berputar sambil menebas tembok Istana.


Tembok Istana pun tertebas dan bergeser sedikit, semua prang menjadi takut kepada Ling "tu…tuan, ma…maaf kan kelancangan saya, mari bicara baik baik." ucap Kaisar Kerajaan Taifeng.


"hah, bicara baik baik, mimpi saja, hari ini akan menjadi hari kematianmu." ucap Ling dan berjalan mendekat kearah Kaisar Kerajaan Taifeng dan menggesekan pedangnya ke lantai.


"siapa saja yang masih ingin hidup secepatnya tinggalkan istana, aku akan menghancur kan istana ini dan mengubahnya menjadi kolam lahar." ucap Ling.


"semuanya lari, selamatkan diri kalian." ucap para pejabat yang lari kalang kabut karena ketakutan.


"kalian semua kembali kesini, lindungi aku, aku akan menaikan jabatan kalian jika bisa menyelamatkanku, siapa saja tolong aku." ucap Kaisar Kerajaan Taifeng.


"ha ha ha, sudah tidak ada orang di sini kaisar pengecut, sekarang aku akan membuatkan makammu." ucap Ling sambil tersenyum.

__ADS_1


Meskipun tersenyum, senyuman Ling malah terlihat menakutkan di mata Kaisar Kerajaan Taifeng "a…ampuni nyawaku tuan, aku…aku akan memberikan apapun yang kau minta." ucap Kaisar Kerajaan Taifeng.


__ADS_2