PERJALANAN JADI NOMER 1

PERJALANAN JADI NOMER 1
Episode 76


__ADS_3

"Formasi Palu Raksasa, sial aku terjebak di dalamnya, matilah aku" batin Ling dengan berkeringat dingin.


"Akantor, Ukanlos, Burung Giok, kembali" ucap Ling, dan seketika 3 hewan itu masuk ke dalam tubuh Ling.


Zilong, dan Alu, sangat terkejut karena, tiba tiba jatuh dari ketinggian akibat Akantor dan Ukanlos menghilang.


"ha ha ha, manusia ********, walau formasi ku ini harus mengorbankan nyawa, tapi aku harus mengajak mu juga" teriak Raja Raksasa sambil muntah darah.


"sial tidak sempat keluar" batin Ling.


Sfx : duuuuar!!


Ledakan yang sangat dasyat, bahkan medan tempur porak poranda di buatnya, untung saja pasukan kerajaan selamat, sebab Alu dan Zilong langsung sigap melindungi mereka dari daya ledak Formasi Palu Raksasa.


"tuan Kaze, maafkan aku tidak bisa melindungi tuan muda" batin Zilong menahan daya ledak sambil menangis.


"tu…tuan muda, maaf kan kami tidak bisa melindungi mu" batin Alu sambil meneteskan air mata.


Akhirnya efek dari ledakan formasi itu sudah usai, Zilong dan Alu langsung menuju ke tempat Ling dan Raja raksasa tadi, sebelum Formasi Palu Raksasa di ledakan, dan tidak ada siapa siapa di sana, bahkan mayat pun tidak ada.

__ADS_1


Kemenangan memang di raih Kerajaan Ziyou, namun yang terpancar dari seluruh pasukan yang mengetahui Ling sudah tiada adalah kesedihan, tangisan langsung terdengar di medan pertempuran.


Tak lama, Langit pun meneteskan air mata, seketika Hujan Darah membasahi medan tempur, semua pasukan pulang ke kerajaanya dan membawa kabar gembira, namun juga membawa kabar kematian.


Setahun Kemudian, kerajaan masih saja sedih akibat kepergian Ling, namun Kerajaan masih beraktifitas seperti biasanya dan juga menerima Warga Kaum Raksasa yang memilih jadi Warga kerajaan Ziyou dari pada jadi tawanan budak.


Kerajaan Ziyou tidak berpemimpin sekarang dan pemerintahan di tangani oleh Zilong dan Alu.


Keadaan Ling sekarang


"Ling, Ling, Ling, bangunlah" ucap Guru Shinno.


"sekarang kita berada di gua yang dulu kau jadikan sebagai markas" ucap Guru Shinno.


"ah, kenapa aku masih hidup guru, bukanya aku sudah mati?" ucap Ling.


"pala kau retak mati, untung aku sempat menyelamatkan mu sebelum ledakan itu mengenai mu, sungguh formasi yang sangat hebat, meski aku berhazil menyelamatkan mu, tapi tenagaku cukup terkuras, jadi mungkin aku akan istirahat di dalam liontin dan tidak bisa menemui mu dulu" ucap Guru Shinno.


"oh, terima kasih guru, kalau begitu, kau istirahatlah dulu dengan tenang, sisanya aku yang akan selesaikan" ucap Ling.

__ADS_1


"oh, iya, sebelum aku beristirahat, tempat ini agak aneh, karena memiliki energi berelemen petir yang sangat kuat, kau selediki lah dulu" ucap Guru Shinno.


"baik guru" ucap Ling sambil memberikan hormat kepada Guru Shinno.


Setelah itu Ling mulai mencoba untuk mencari tau apa yang ada di dalam gua ini, "ah, baiklah, aku akan bermeditasi dulu disini" ucap Ling.


Ling kemudian masuk ke dalam alam bawah sadar nya untuk bermeditasi, "ah, alam bawah sadar ku, seperti biasa, tiada perubahan" ucap Ling.


"ai, Akantor, Ukanlos, Burung Giok, bagaimana keadaan kalian?" ucap Ling sambil melambaikan tangan kepada 3 hewan ini.


"kami baik baik saja, tuan" ucap Akantor sambil tersenyum.


"iya, benar kami baik baik saja, ha ha ha" ucap Ukanlos dan tertawa.


"eh, Burung Giok kok diam saja di mana dia?" ucap Ling.


"ha ha, dia mungkin sedang tidur di atas" ucap Akantor.


"begitu ya, ya sudah, kalau begitu" ucap Ling.

__ADS_1


"eh, tubuhku kenapa ini, kok tiba tiba sangat sakit, macam nak meledak" ucap Ling sambil memegang perutnya dan menahan rasa sakit.


__ADS_2